Close Menu
    What's Hot

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    LKKS Aceh Bentuk Panitia Pelantikan Pengurus Wilayah, Gubernur Dijadwalkan Melantik

    09/29/2026

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sabtu, Oktober 17
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Anak Bungsu Perempuan: Kapan Dianggap Dewasa?
    Opini

    Anak Bungsu Perempuan: Kapan Dianggap Dewasa?

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/18/2026Tidak ada komentar28 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Sarah Rifqa, Mahasiswi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Saya adalah anak bungsu perempuan dalam keluarga. Sejak kecil, saya tumbuh dalam limpahan kasih sayang dan perhatian dari orang tua. Mereka selalu berusaha memberikan yang terbaik, menjaga saya dengan penuh kehati-hatian, serta memastikan saya berada dalam lingkungan yang aman. Banda Aceh (18/06/2026)

    Namun, seiring bertambahnya usia, muncul satu pertanyaan yang terus mengusik pikiran saya: kapan seorang anak dianggap benar-benar dewasa oleh keluarganya?

    Sebagai anak bungsu, saya sering merasakan bahwa posisi tersebut membuat saya tetap dipandang sebagai anak kecil. Kesempatan untuk bepergian bersama teman-teman tidak selalu mudah didapatkan. Ketika teman-teman sebaya mulai diberi kepercayaan untuk mengikuti kegiatan di luar kota atau berlibur secara mandiri, saya masih sering menerima jawaban yang sama ketika meminta izin: tidak boleh.

    Saya memahami alasan di balik kekhawatiran itu. Dunia tidak selalu menjadi tempat yang aman, terlebih bagi perempuan. Kekhawatiran orang tua merupakan bentuk kasih sayang yang tidak dapat dipungkiri. Namun, di sisi lain, ada perasaan sedih ketika melihat teman-teman seusia saya mulai diberi ruang untuk mengenal dunia mereka sendiri, sementara saya masih harus berusaha meyakinkan keluarga bahwa saya mampu menjaga diri.

    Dalam keluarga saya, terdapat aturan yang telah menjadi kebiasaan turun-temurun. Ketika waktu Magrib tiba, seluruh anggota keluarga harus berada di rumah. Bahkan ketika saya berada di rumah nenek yang jaraknya tidak jauh, saya tetap diwajibkan untuk segera pulang. Sejak kecil, saya diajarkan bahwa waktu Magrib adalah waktu untuk berkumpul bersama keluarga dan menjauhi aktivitas di luar rumah.

    Nilai tersebut tentu saya hargai. Saya tumbuh di Aceh, daerah yang menjunjung tinggi nilai agama dan adat istiadat. Saya memahami bahwa berbagai aturan yang diterapkan dalam keluarga lahir dari niat baik untuk melindungi dan membimbing anak-anak.

    Meski demikian, pertanyaan lain kerap muncul. Apakah perlindungan dan kedisiplinan harus selalu diwujudkan melalui pembatasan yang sama, bahkan ketika seorang anak telah beranjak dewasa?

    Bagi saya, hal yang paling menyedihkan bukanlah larangan itu sendiri. Yang lebih berat adalah munculnya perasaan bahwa saya belum dipercaya sepenuhnya. Seolah-olah, apa pun yang saya lakukan, saya tetap dipandang sebagai anak kecil yang harus terus diawasi.

    Padahal, proses menuju kedewasaan sedang saya jalani. Saya belajar mengatur kehidupan sendiri, menyelesaikan tanggung jawab akademik, mengambil keputusan, serta memahami konsekuensi dari setiap pilihan yang dibuat. Saya tidak selalu benar, tetapi bukankah kedewasaan memang dibentuk melalui pengalaman, termasuk pengalaman untuk belajar dari kesalahan?

    Saya tidak ingin menjadi anak yang melawan orang tua. Saya juga tidak ingin meninggalkan nilai-nilai yang telah ditanamkan sejak kecil. Yang saya harapkan hanyalah kesempatan untuk membuktikan bahwa kepercayaan yang diberikan dapat saya jaga dengan penuh tanggung jawab.

    Pada akhirnya, mungkin bagi orang tua, seorang anak akan selalu menjadi anak kecil mereka. Mungkin itulah salah satu bentuk cinta yang paling tulus. Namun sebagai anak bungsu perempuan, saya memiliki harapan sederhana: suatu hari nanti, ketika saya menyampaikan pendapat, meminta izin untuk pergi, atau menentukan pilihan hidup sendiri, keluarga tidak lagi melihat saya semata-mata sebagai anak kecil yang harus selalu dijaga. Melainkan sebagai pribadi yang telah tumbuh, mampu bertanggung jawab, dan layak dipercaya.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,041

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,822

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Top News

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    By admin@kopelmanews.com10/11/20267

    KOPELMANEWS.com – Muhammad Alfajri Marpaung, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK)…

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    FSLDKD ke-15 sukses diselenggarakan, FSLDK Aceh siap menjadi wadah pergerakan mahasiswa Dakwah kampus yang unggul

    10/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    10/11/2026

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,041

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,822

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.