Aceh, Kopelmanews.com – Dalam rangka kegiatan temu ramah dan penyambutan mahasiswa baru asal Sumatera Utara yang menempuh pendidikan di UIN Ar-Raniry Banda Aceh, turut hadir Demisioner Wakil Ketua Umum IMARSU Periode 2025, Reyhan Marbun, untuk mewakili jajaran demisioner dalam memberikan sambutan, arahan, serta motivasi kepada mahasiswa baru Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Reyhan Marbun menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa Sumatera Utara di UIN Ar-Raniry bukan hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama baik keluarga, daerah, dan organisasi yang menjadi rumah bersama selama berada di perantauan.
Reyhan menegaskan bahwa IMARSU (Ikatan Mahasiswa Ar-Raniry Sumatera Utara) bukan sekadar organisasi mahasiswa biasa. IMARSU telah berbadan hukum dan telah mendapatkan pengakuan secara resmi oleh negara. Hal tersebut menjadi sebuah capaian sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh kader dan keluarga besar IMARSU untuk terus menjaga marwah organisasi.
Menurut Reyhan, keberadaan IMARSU sebagai salah satu perkumpulan mahasiswa asal Sumatera Utara yang aktif mengambil peran di Aceh merupakan sesuatu yang patut disyukuri dan dibanggakan. Selama perjalanan organisasi, IMARSU telah menjadi ruang bagi mahasiswa Sumatera Utara untuk membangun persaudaraan, berproses dalam kepemimpinan, menjalankan kegiatan sosial, serta mengambil bagian dalam berbagai persoalan kemasyarakatan di Aceh.
“Kita patut bangga menjadi bagian dari IMARSU. Karena hari ini kita bukan hanya berbicara tentang sebuah organisasi mahasiswa, tetapi kita berbicara tentang rumah besar mahasiswa Sumatera Utara di UIN Ar-Raniry yang telah tumbuh, berkembang, dan diakui secara hukum. Maka semakin besar sebuah organisasi, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menjaga nama baik dan marwahnya.”
Dalam kesempatan tersebut, Reyhan juga berpesan secara khusus kepada mahasiswa baru agar tidak memandang IMARSU hanya sebagai tempat berkumpul atau sekadar mengikuti kegiatan. IMARSU harus dijadikan sebagai ruang belajar, ruang bertumbuh, ruang membangun persaudaraan, serta tempat melatih diri untuk menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap tindakan dan perilaku anggota IMARSU di lingkungan kampus maupun masyarakat akan menjadi bagian dari citra organisasi.
“Adik-adik semua adalah wajah IMARSU hari ini dan masa depan IMARSU nantinya. Ke mana pun kita pergi, nama IMARSU ikut bersama kita. Maka jagalah nama baik IMARSU. Jangan melakukan sesuatu yang dapat merusak kepercayaan yang telah dibangun oleh para pendahulu. Prestasi kita boleh berbeda, latar belakang kita boleh berbeda, tetapi nama besar IMARSU harus tetap kita jaga bersama.”
Lebih lanjut, Reyhan mengajak mahasiswa baru untuk menghargai proses kaderisasi dan perjalanan organisasi. Menurutnya, setiap generasi memiliki tugas masing-masing. Para demisioner telah memberikan apa yang mampu mereka berikan pada masanya, sementara generasi baru memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan, memperbaiki, dan membawa IMARSU ke arah yang lebih besar dan lebih bermanfaat.
Ia berharap mahasiswa baru asal Sumatera Utara tidak hanya menjadi mahasiswa yang berhasil secara akademik, tetapi juga menjadi pribadi yang memiliki kepedulian sosial, kemampuan berorganisasi, integritas, serta mampu menjaga hubungan baik antara Sumatera Utara dan Aceh.
“Jangan hanya menjadi mahasiswa yang datang ke Aceh untuk kuliah dan kemudian pulang membawa ijazah. Jadilah mahasiswa yang pulang membawa pengalaman, persaudaraan, ilmu, dan kontribusi. Karena keberadaan kita di Aceh harus meninggalkan sesuatu yang baik.”
Di akhir sambutannya, Reyhan Marbun menyampaikan bahwa dirinya sebagai demisioner tidak lagi berada dalam struktur kepengurusan, namun semangat untuk melihat IMARSU terus berkembang tetap menjadi bagian dari tanggung jawab moral para demisioner.
Ia berharap generasi mahasiswa baru dapat meneruskan estafet perjuangan IMARSU dengan semangat kekeluargaan, menjaga solidaritas antarangkatan, saling mendukung, serta menjadikan IMARSU sebagai organisasi yang semakin dikenal bukan hanya di lingkungan UIN Ar-Raniry, tetapi juga mampu Go Nasional dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Kami para demisioner mungkin sudah menyelesaikan masa pengabdian kami di struktur organisasi, tetapi kami tidak pernah selesai mencintai IMARSU. Sekarang waktunya adik-adik melanjutkan apa yang telah kami mulai. Rawat rumah ini, jaga nama baiknya, besarkan organisasinya, dan jangan pernah lupa bahwa IMARSU adalah rumah kita bersama.”
Kegiatan temu ramah tersebut menjadi momentum penting dalam memperkenalkan nilai-nilai kekeluargaan, sejarah, identitas, serta tanggung jawab kepada mahasiswa baru asal Sumatera Utara sebagai bagian dari regenerasi keluarga besar IMARSU UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

