Close Menu
    What's Hot

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    09/12/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kamis, September 24
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Penuhi Toplesmu Tanpa Memecahkan Toples Milik Orang Lain
    Opini

    Penuhi Toplesmu Tanpa Memecahkan Toples Milik Orang Lain

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/25/2026Updated:06/25/2026Tidak ada komentar12 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Miratien Syakira Diba, Mahasiswi Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Kita mungkin sudah sering mendengar berbagai stereotip tentang anak tengah. Ada yang mengatakan bahwa anak tengah cenderung problematik, sulit dipahami, atau sering merasa kurang diperhatikan. Namun, ada pula yang menganggap mereka sebagai anak yang beruntung karena memiliki kakak untuk dijadikan panutan dan adik untuk diajak tumbuh bersama. Banda Aceh (26/06/2026)

    Di balik berbagai anggapan itu, ada satu hal yang jarang dibicarakan: anak tengah sering hidup di antara dua dunia. Mereka pernah berada di posisi adik yang belajar dari seseorang yang lebih dulu melangkah. Pada saat yang sama, mereka juga pernah menjadi kakak yang harus memberi contoh bagi seseorang yang datang setelahnya.

    Pengalaman berada di dua peran tersebut membuat banyak anak tengah terbiasa melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Ketika kakak merasa terbebani oleh ekspektasi keluarga, mereka dapat memahaminya. Ketika adik ingin dimengerti, didengar, atau dilindungi, mereka juga mampu merasakan hal yang sama.

    Tidak mengherankan jika banyak anak tengah tumbuh dengan kemampuan menyesuaikan diri, menjadi penengah saat konflik muncul, dan menjaga keseimbangan dalam hubungan keluarga tanpa banyak diminta. Namun, ada sisi lain yang sering luput dari perhatian. Karena terlalu sering berusaha memahami orang lain, anak tengah terkadang lupa bagaimana caranya membuat dirinya dipahami.

    Mereka terbiasa menjadi pendengar, tetapi tidak selalu memiliki ruang untuk didengarkan. Mereka hadir ketika orang lain membutuhkan, tetapi sesekali bertanya dalam hati, “Jika aku yang sedang membutuhkan seseorang, kepada siapa aku harus bercerita?”

    Mungkin dari situlah kemandirian mereka tumbuh. Bukan karena mereka selalu kuat atau tidak membutuhkan bantuan, melainkan karena keadaan membuat mereka belajar menyelesaikan banyak hal sendiri.

    Meski demikian, pembahasan tentang urutan kelahiran seharusnya bukan tentang siapa yang paling menderita atau paling beruntung dalam keluarga. Bukan tentang anak sulung yang memikul banyak harapan, anak tengah yang berada di antara dua peran, atau anak bungsu yang sering dianggap paling dimanja.

    Setiap posisi dalam keluarga memiliki tantangan dan pengalaman yang berbeda. Setiap anak menyimpan cerita yang tidak selalu terlihat dari luar. Pada akhirnya, keluarga bukanlah soal siapa yang paling diperhatikan atau siapa yang paling banyak berkorban.

    Keluarga adalah tempat di mana setiap anggotanya berhak merasa dilihat, didengar, dan dicintai. Karena apa pun urutan kelahiran seperti sulung, tengah, ataupun bungsu setiap anak pantas mendapatkan kasih sayang yang sama. Dan mungkin, itulah inti dari semuanya.

    Bukan tentang di posisi mana kita berdiri dalam keluarga, melainkan tentang keyakinan bahwa kita selalu memiliki tempat untuk pulang dan merasa menjadi bagian di dalamnya.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,034

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,818

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Pendidikan

    Kemenag Batasi Penggunaan Gawai bagi Murid dan Guru di Satuan Pendidikan

    By admin@kopelmanews.com09/20/20269

    KOPELMANEWS.com – Kementerian Agama (Kemenag) menerapkan aturan pembatasan penggunaan gawai dan internet di lingkungan satuan…

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Resmi Dilantik, Asosiasi Prodi PPG Perguruan Tinggi Keagamaan Siap Berkontribusi Perkuat Mutu dan Tata Kelola PPG Keagamaan

    09/17/2026

    Sosdapil MPR RI di Banda Aceh, Ghufran Ajak Warga Perkokoh Persatuan

    09/17/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Kemenag Batasi Penggunaan Gawai bagi Murid dan Guru di Satuan Pendidikan

    09/20/2026

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Resmi Dilantik, Asosiasi Prodi PPG Perguruan Tinggi Keagamaan Siap Berkontribusi Perkuat Mutu dan Tata Kelola PPG Keagamaan

    09/17/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,034

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,818

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.