Aceh, Kopelmanews.com – Seperti yang banyak diketahui, masyarakat Aceh dikenal memiliki budaya tolong-menolong dan gotong royong yang sangat kuat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai tradisi kenduri yang sering diadakan dalam kehidupan masyarakat. Banda Aceh (23/06/2026)
Melalui kenduri, masyarakat tidak hanya berkumpul untuk menikmati hidangan bersama, tetapi juga turut serta dalam proses terlaksananya acara hal ini menunjukkan eratnya hubungan silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.
Kenduri di adakan tidak di hari yang bahagia saja tetapi masyarakat Aceh tetap mengadakan kenduri dalam keadaan duka seperti kenduri orang meninggal, yang bertujuan untuk mengirim doa secara bersama sama dan menemani orang yang sedang berduka agar tidak terlalu merasa terpuruk. Yang menarik, tradisi ini mengajarkan bahwa pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama.

Namun menurut saya, salah satu adat Aceh yang penting ini kini mulai memudar. Di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup yang semakin modern, banyak orang yang lebih fokus pada urusan pribadi sehingga interaksi dengan tetangga dan masyarakat sekitar mulai berkurang, yang dulunya setiap desa selalu mengadakan gotong royong bersama membersihkan desa itu sendiri untuk kenyamanan bersama, tetapi yang terjadi sekarang kegiatan itu kini sudah mulai tidak terlihat lagi. Hal ini sangat disayangkan karena kegiatan menurut saya sangat penting bagi masyarakat.
Menurut saya, kemajuan zaman tidak seharusnya membuat tradisi meuseuraya ditinggalkan. Sebaliknya, tradisi ini perlu terus dijaga karena menjadi salah satu identitas masyarakat Aceh yang menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan dan kebersamaan. Jika generasi muda masih mau terlibat dalam kegiatan gotong royong, maka nilai-nilai positif yang diwariskan oleh para leluhur Aceh akan tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.

