Close Menu
    What's Hot

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    09/12/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Selasa, September 22
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Meuseuraya, Tradisi Lama yang Mulai Memudar di Zaman Sekarang
    Opini

    Meuseuraya, Tradisi Lama yang Mulai Memudar di Zaman Sekarang

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/23/2026Updated:06/23/2026Tidak ada komentar21 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Rizka Magnalia Putri, Mahasiswi Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Seperti yang banyak diketahui, masyarakat Aceh dikenal memiliki budaya tolong-menolong dan gotong royong yang sangat kuat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai tradisi kenduri yang sering diadakan dalam kehidupan masyarakat. Banda Aceh (23/06/2026)

    Melalui kenduri, masyarakat tidak hanya berkumpul untuk menikmati hidangan bersama, tetapi juga turut serta dalam proses terlaksananya acara hal ini menunjukkan eratnya hubungan silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

    Kenduri di adakan tidak di hari yang bahagia saja tetapi masyarakat Aceh tetap mengadakan kenduri dalam keadaan duka seperti kenduri orang meninggal, yang bertujuan untuk mengirim doa secara bersama sama dan menemani orang yang sedang berduka agar tidak terlalu merasa terpuruk. Yang menarik, tradisi ini mengajarkan bahwa pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama.

    Namun menurut saya, salah satu adat Aceh yang penting ini kini mulai memudar. Di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup yang semakin modern, banyak orang yang lebih fokus pada urusan pribadi sehingga interaksi dengan tetangga dan masyarakat sekitar mulai berkurang, yang dulunya setiap desa selalu mengadakan gotong royong bersama membersihkan desa itu sendiri untuk kenyamanan bersama, tetapi yang terjadi sekarang kegiatan itu kini sudah mulai tidak terlihat lagi.  Hal ini sangat disayangkan karena kegiatan menurut saya sangat penting bagi masyarakat.

    Menurut saya, kemajuan zaman tidak seharusnya membuat tradisi meuseuraya ditinggalkan. Sebaliknya, tradisi ini perlu terus dijaga karena menjadi salah satu identitas masyarakat Aceh yang menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan dan kebersamaan. Jika generasi muda masih mau terlibat dalam kegiatan gotong royong, maka nilai-nilai positif yang diwariskan oleh para leluhur Aceh akan tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,027

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,818

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Pendidikan

    Kemenag Batasi Penggunaan Gawai bagi Murid dan Guru di Satuan Pendidikan

    By admin@kopelmanews.com09/20/20266

    KOPELMANEWS.com – Kementerian Agama (Kemenag) menerapkan aturan pembatasan penggunaan gawai dan internet di lingkungan satuan…

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Resmi Dilantik, Asosiasi Prodi PPG Perguruan Tinggi Keagamaan Siap Berkontribusi Perkuat Mutu dan Tata Kelola PPG Keagamaan

    09/17/2026

    Sosdapil MPR RI di Banda Aceh, Ghufran Ajak Warga Perkokoh Persatuan

    09/17/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Kemenag Batasi Penggunaan Gawai bagi Murid dan Guru di Satuan Pendidikan

    09/20/2026

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Resmi Dilantik, Asosiasi Prodi PPG Perguruan Tinggi Keagamaan Siap Berkontribusi Perkuat Mutu dan Tata Kelola PPG Keagamaan

    09/17/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,027

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,818

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.