Close Menu
    What's Hot

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Pasar Soroti Dampaknya

    07/27/2026

    3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026

    07/24/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Minggu, Agustus 9
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Mau Kerja Harus Pakai Orang Dalam?, Matinya Keadilan bagi Anak Muda Tanpa Koneksi
    Opini

    Mau Kerja Harus Pakai Orang Dalam?, Matinya Keadilan bagi Anak Muda Tanpa Koneksi

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/24/2026Tidak ada komentar7 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Anis Maulana, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Fenomena “orang dalam” ini sebenarnya sudah sampai di tahap yang sangat mengkhawatirkan. Kalau dulu istilah ini cuma jadi bisik-bisik tetangga atau sekadar rahasia umum, sekarang situasinya sudah seperti aturan tidak tertulis yang dinormalisasi. Banda Aceh ( 24/06/2026)

    Sangat wajar kalau banyak anak muda sekarang merasa patah arang sebelum berperang. Bayangkan saja, mereka sudah investasi waktu, tenaga, bahkan biaya yang tidak sedikit untuk kuliah dan mengambil berbagai sertifikasi, tapi kenyataannya di lapangan sering kali kalah telak hanya oleh satu kalimat rekomendasi dari kerabat petinggi perusahaan.

    Kondisi ini jelas merusak mentalitas generasi muda. Ada semacam ilusi meritokrasi yang sengaja dipelihara; kita selalu didorong untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri, tetapi ruang untuk membuktikannya justru disumbat oleh sistem kekerabatan yang korup. Akibatnya, muncul rasa frustrasi massal.

    Anak muda yang tidak punya privilese jaringan atau latar belakang keluarga yang “berada” dipaksa menerima kenyataan bahwa kerja keras saja tidak pernah cukup. Ini bukan lagi soal kompetisi yang sehat, melainkan soal siapa yang punya akses ke ruang belakang.

    Dampak jangka panjangnya pun sangat berbahaya bagi kualitas dunia kerja kita. Ketika sebuah posisi atau jabatan tidak lagi diisi oleh orang yang paling kapabel di bidangnya, melainkan oleh orang yang paling dekat secara personal, maka efisiensi dan inovasi akan mandek. Perusahaan atau instansi akan terjebak dalam lingkaran kemunduran karena dikelola oleh individu yang fasilitasnya didapat dari jalur potong kompas.

    Pada akhirnya, harus ada kesadaran bersama bahwa membiarkan praktik ini terus berjalan sama saja dengan melanggengkan ketimpangan sosial. Akses terhadap pekerjaan yang layak seharusnya menjadi hak dasar yang bisa digapai lewat jalur prestasi, bukan hadiah yang hanya bisa diakses oleh segelintir orang yang kebetulan berada di lingkaran kekuasaan. Tanpa adanya transparansi dan pembenahan sistem rekrutmen yang radikal, keadilan sosial bagi anak muda tanpa koneksi akan selamanya menjadi angan-angan yang jauh dari jangkauan.

    Anak Muda Keadlian Orang Dalam Universitas Syiah Kuala
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,001

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,801
    Don't Miss
    Nasional

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    By admin@kopelmanews.com08/06/202670

    Aceh, Kopelmanews.com – Prof Dr Mujiburrahman MAg kembali dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh…

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026

    Silaturahmi Remaja Masjid se-Kecamatan Gunung Malela Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Generasi Muda

    08/02/2026

    Perkuat Relevansi Pendidikan Vokasional, FKIP UNIMAL, FT UNIMED, dan PNL Gelar FGD Penyelarasan Kurikulum Serumpun

    07/31/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026

    Silaturahmi Remaja Masjid se-Kecamatan Gunung Malela Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Generasi Muda

    08/02/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,001

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.