Close Menu
    What's Hot

    Mirza Gunawan Kembali Terpilih Pimpin PII Aceh Utara Periode 2026-2029

    07/10/2026

    Kunjungan Silaturahmi Staf Ahli Menteri Agama RI ke Sekretariat PW ISNU Aceh

    07/01/2026

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Selasa, Juli 14
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Mahar Tinggi, Cinta Terhalangi? Tinjauan Filosofis Tradisi Mahar di Aceh
    Opini

    Mahar Tinggi, Cinta Terhalangi? Tinjauan Filosofis Tradisi Mahar di Aceh

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/22/2026Tidak ada komentar27 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Wali Faatih Mardhatillah, Mahasiswa Sejarah Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Univesrsitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Hampir semua anak muda di Aceh pasti pernah mendengar cerita tentang pasangan yang sudah saling cocok, direstui keluarga, bahkan merencanakan masa depan bersama, tetapi akhirnya harus menunda pernikahan karena persoalan mahar. Banda Aceh (22/06/2026)

    Bagi sebagian orang, hal ini mungkin dianggap biasa karena mahar memang bagian dari adat dan syariat yang harus dihormati. Namun bagi banyak generasi muda saat ini, persoalan mahar sering kali menjadi hal yang membuat mereka khawatir ketika mulai serius menjalin hubungan.

    Mereka bukan tidak ingin menikah, bukan juga tidak menghargai adat, tetapi mereka merasa terbebani oleh tuntutan yang terkadang berada di luar kemampuan mereka. Padahal jika kita melihat makna dasarnya, mahar bukanlah tentang seberapa banyak emas yang diberikan, melainkan simbol penghormatan kepada perempuan dan bukti kesungguhan seorang laki-laki.

    Dalam pandangan filsafat kebudayaan, sebuah tradisi lahir karena memiliki nilai yang dianggap penting oleh masyarakat. Oleh karena itu, tradisi mahar di Aceh tentu memiliki tujuan yang baik, yaitu menjaga martabat perempuan dan menunjukkan bahwa pernikahan adalah sesuatu yang sakral. Namun pertanyaannya, apakah nilai penghormatan itu hanya bisa diukur dari tingginya mahar? tokoh muda Aceh yang banyak dikenal generasi sekarang, seperti Teuku Wisnu yang sering berdakwah kepada anak muda, pernah menyampaikan bahwa kemuliaan pernikahan tidak terletak pada kemewahannya, tetapi pada keberkahannya.

    Pesan seperti ini sebenarnya sangat relevan dengan kondisi generasi muda saat ini. Banyak anak muda yang sedang berjuang menyelesaikan kuliah, mencari pekerjaan, membangun usaha, atau membantu ekonomi keluarga. Dalam keadaan seperti itu, mahar yang terlalu tinggi sering kali membuat pernikahan terasa semakin jauh untuk diwujudkan.menurut saya, yang perlu dijaga dari tradisi mahar bukanlah angkanya, melainkan maknanya.

    Sebab nilai seorang perempuan tidak akan berkurang hanya karena maharnya sederhana. Begitu juga kesungguhan seorang laki-laki tidak selalu terlihat dari banyaknya emas yang dibawa saat akad. Kesungguhan justru terlihat dari bagaimana ia bekerja keras, bertanggung jawab, dan berusaha menjadi pasangan yang baik setelah menikah.

    Sebagai generasi muda Aceh, kita tentu bangga memiliki budaya yang kaya dan penuh nilai. Namun budaya yang kuat bukanlah budaya yang membuat generasinya kesulitan untuk melangkah ke masa depan. Budaya yang kuat adalah budaya yang mampu menjaga nilai-nilai baiknya sambil memahami realitas yang dihadapi masyarakatnya.

    Jika mahar dimaknai sebagai penghormatan, maka penghormatan itu seharusnya bisa hadir tanpa harus menjadi beban yang memberatkan.pada akhirnya, yang akan dikenang dari sebuah pernikahan bukanlah berapa mayam emas yang diberikan, tetapi bagaimana dua orang mampu bertahan, saling menghargai, dan tumbuh bersama dalam kehidupan rumah tangga.

    Sebab cinta memang membutuhkan keseriusan, tetapi keseriusan tidak selalu harus dibuktikan dengan angka yang tinggi. Terkadang, yang paling dibutuhkan adalah saling pengertian, saling mendukung, dan keberanian untuk membangun masa depan bersama.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026

    Antara Adat dan Syariah : Wacana Filsafat Kebudayaan

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,498

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,762

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,213

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,798
    Don't Miss
    Pendidikan

    ITF Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3 dan Penyerahan Simbolis Bantuan Biaya Pendidikan kepada 86 Mahasiswa

    By admin@kopelmanews.com07/10/202613

    Aceh, Kopelmanews.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melalui Islamic Trust Fund (ITF)…

    Mirza Gunawan Kembali Terpilih Pimpin PII Aceh Utara Periode 2026-2029

    07/10/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    ITF Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3 dan Penyerahan Simbolis Bantuan Biaya Pendidikan kepada 86 Mahasiswa

    07/10/2026

    Mirza Gunawan Kembali Terpilih Pimpin PII Aceh Utara Periode 2026-2029

    07/10/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,498

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,762

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,213
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.