Close Menu
    What's Hot

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Pasar Soroti Dampaknya

    07/27/2026

    3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026

    07/24/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Minggu, Agustus 9
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Krisis Kesehatan Mental Generasi Muda
    Opini

    Krisis Kesehatan Mental Generasi Muda

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/24/2026Updated:06/24/2026Tidak ada komentar21 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Taria, Mahasiswi Psikologi Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelamanews.com – Aceh adalah tanah yang telah berulang kali diuji. Dari konflik bersenjata, tsunami, hingga banjir bandang yang meluluhlantakkan Aceh Tamiang pada penghujung 2025 sehingga masyarakat Aceh terbiasa bangkit dari reruntuhan fisik. Namun ada satu reruntuhan yang jauh lebih senyap dan berbahaya: reruntuhan kesehatan jiwa. Banda Aceh (24/06/2026)

    Kasus gangguan kesehatan mental di kalangan masyarakat Aceh, khususnya remaja dan generasi muda, dilaporkan terus mengalami peningkatan. Kondisi ini disampaikan oleh psikolog dari UIN Ar-Raniry, Usfur Ridha, yang mencatat tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir pada layanan psikologi di kampus maupun di biro konsultan yang ia pimpin.

    Data ini bukan sekadar angka. Ia adalah cerminan dari tekanan bertubi-tubi yang menghantam generasi muda Aceh secara bersamaan seperti tekanan akademik, isolasi sosial, kemiskinan, hingga trauma kolektif yang belum tuntas diproses.

    Pada April 2025, dua kasus kematian akibat dugaan bunuh diri mengguncang Banda Aceh dan Aceh Besar yaitu seorang mahasiswi berusia 19 tahun dan seorang perempuan muda berusia 26 tahun. Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Aceh, Endang Setyaningsih, menyatakan bahwa kasus seperti ini mencerminkan kompleksitas persoalan yang tengah dihadapi, mulai dari tekanan pribadi, kondisi ekonomi, beban akademik yang berat, hingga tekanan lingkungan sosial.

    Yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa masalah ini tidak berdiri sendiri. Bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November – Desember 2025 turut memperparah kondisi psikologis masyarakat. Banyak penyintas mengaku bergulat dengan duka mendalam, kehilangan harta benda seketika, kehilangan orang terdekat, hingga kemarahan yang meluap atas musibah yang tidak terduga. Anak-anak pun tidak luput, mereka memulai tahun ajaran baru 2026 tanpa ruang kelas, belajar di tenda darurat, menanggung beban psikologis yang tak seharusnya ada di pundak mereka.

    Ironinya, di tengah meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan jiwa, infrastruktur pendukungnya justru masih sangat lemah. Banyak perguruan tinggi di Aceh belum menyediakan layanan konseling yang memadai dan mudah diakses oleh mahasiswa, padahal layanan ini sangat penting sebagai tempat mencari bantuan.

    Di sinilah letak paradoks yang harus kita hadapi dengan jujur: Aceh memiliki sistem nilai keagamaan yang kuat, tetapi stigma terhadap gangguan mental justru membuat banyak orang enggan mencari pertolongan. Depresi dianggap lemah iman. Kecemasan dianggap kurang bersyukur. Padahal, kesehatan jiwa adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan manusia seutuhnya dan tidak ada teks agama mana pun yang mengajarkan kita untuk menutup mata terhadap penderitaan sesama.

    Sudah saatnya pemerintah daerah Aceh menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas kebijakan, bukan sekadar program sampingan. Ini berarti: anggaran yang nyata untuk layanan psikologis di puskesmas, sekolah, dan kampus; pelatihan konselor berbasis komunitas; serta kampanye publik yang menormalisasi pencarian bantuan psikologis tanpa stigma, tanpa penghakiman.

    Generasi muda Aceh tidak membutuhkan ceramah tentang ketangguhan. Mereka membutuhkan ruang yang aman untuk bicara, telinga yang mau mendengar, dan tangan yang mau menolong. Diam, dalam konteks ini, bukan emas tetapi diam yang membunuh.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,001

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,801
    Don't Miss
    Nasional

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    By admin@kopelmanews.com08/06/202670

    Aceh, Kopelmanews.com – Prof Dr Mujiburrahman MAg kembali dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh…

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026

    Silaturahmi Remaja Masjid se-Kecamatan Gunung Malela Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Generasi Muda

    08/02/2026

    Perkuat Relevansi Pendidikan Vokasional, FKIP UNIMAL, FT UNIMED, dan PNL Gelar FGD Penyelarasan Kurikulum Serumpun

    07/31/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026

    Silaturahmi Remaja Masjid se-Kecamatan Gunung Malela Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Generasi Muda

    08/02/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,001

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.