Close Menu
    What's Hot

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    LKKS Aceh Bentuk Panitia Pelantikan Pengurus Wilayah, Gubernur Dijadwalkan Melantik

    09/29/2026

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sabtu, Oktober 17
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual
    Opini

    Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/27/2026Tidak ada komentar93 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Aisyah Suha Nabilah, Mahasiswi Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Dalam jendela sejarah, Aceh merupakan daerah yang kaya akan budaya dan adat istiadat yang masih melekat serta turun-temurun hingga saat ini. Sejatinya, kita hidup berdampingan dengan adat istiadat yang memiliki ciri khas di setiap daerahnya. Namun, budaya bersifat dinamis, artinya dapat berubah kapan saja tergantung faktor yang memengaruhinya. Banda Aceh (27/06/2026)

    Kita sebagai generasi yang menjalankan dan menerima budaya tersebut tidak bisa menolak perubahan, sebab seiring perkembangan zaman, pola pikir masyarakat pun akan semakin maju. Salah satu budaya Aceh yang masih eksis adalah peusijuk, salah satu tradisi yang digunakan masyarakat dalam berbagai konteks kehidupan dan sering kali dikaitkan dengan nilai keagamaan.

    Menurut saya, tradisi peusijuk ini bisa saja bertransformasi. Pada dasarnya, penggunaan beberapa benda dalam peusijuk mengadaptasi simbol-simbol dari tradisi masa lampau seperti era Hindu yang kemudian dipadukan dengan doa-doa Islami.

    Saya rasa, esensi dari tradisi ini tetap bisa dijalankan tanpa harus mempertahankan unsur-unsur benda tersebut. Prosesi peusijuk dapat disederhanakan dalam bentuk doa bersama yang dipimpin oleh seorang ustadz atau tokoh agama, tanpa mengurangi nilai keberkahan yang dicari.

    Saya melihat penggunaan benda-benda dalam peusijuk sering kali membuat sebagian masyarakat salah kaprah dalam memaknai fungsinya. Peusijuk yang seharusnya menjadi sarana mencari berkah lewat doa, kini maknanya mulai bias karena tiap daerah punya cara yang berbeda-beda. Variasi inilah yang membuat nilai keagamaan dan fungsi asli peusijuk menjadi tidak pasti lagi.

    Maka dari itu, menurut saya tradisi ini boleh saja diubah dan diadaptasi agar lebih sederhana. Prosesinya cukup dilakukan dengan berkumpul dan berdoa bersama, tanpa perlu mempertahankan unsur-unsur lama yang justru berpotensi memicu penyalahgunaan budaya di masyarakat.

    Pada akhirnya, menjaga budaya tidak selalu berarti mempertahankan seluruh atribut masa lalu secara kaku, melainkan menjaga esensi kebaikan di dalamnya agar tidak menyimpang. Mengadaptasi peusijuk menjadi sekadar prosesi doa bersama yang dipimpin seorang ustadz atau tokoh agama adalah jalan tengah yang bisa diterapkan demi menyelamatkan nilai spiritual tradisi ini dari salah kaprah di masyarakat.

    Dengan menyederhanakan ritual dan berfokus pada esensi doa, kita tidak hanya melestarikan warisan indahnya, tetapi juga membuktikan bahwa adat Aceh mampu bergerak dinamis seiring berkembangnya zaman tanpa kehilangan nilai keberkahannya.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,041

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,822

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Top News

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    By admin@kopelmanews.com10/11/20267

    KOPELMANEWS.com – Muhammad Alfajri Marpaung, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK)…

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    FSLDKD ke-15 sukses diselenggarakan, FSLDK Aceh siap menjadi wadah pergerakan mahasiswa Dakwah kampus yang unggul

    10/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    10/11/2026

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,041

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,822

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.