Close Menu
    What's Hot

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Pasar Soroti Dampaknya

    07/27/2026

    3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026

    07/24/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Senin, Agustus 10
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » kelas sosial menentukan kesadaran
    Opini

    kelas sosial menentukan kesadaran

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com07/20/2025Tidak ada komentar10 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Dalam pandangan Karl Marx, kesadaran bukan sekadar hasil pemikiran atau refleksi rasional, tetapi hasil dari kondisi-kondisi material, terutama hubungan seseorang dengan alat produksi. Ketika ia mengatakan, “bukan kesadaran manusia yang menentukan keberadaannya, melainkan keberadaan sosialnya yang menentukan kesadarannya”, Marx menjelaskan bahwa cara seseorang berpikir termasuk nilai, ideologi, dan pandangan hidup—terikat pada posisi sosial-ekonominya dalam struktur kelas. Itu artinya, cara berpikir orang borjuis yang memiliki alat produksi akan berbeda dari orang proletar yang menjual tenaga kerjanya.

    Marx mengelompokkan masyarakat kapitalis dalam dua kelas besar: borjuis yang memiliki alat produksi dan proletar yang tidak memilikinya. Hubungan di antara dua kelas ini tidak bersifat netral, tetapi eksploitatif: borjuis menggunakan tenaga kerja proletar untuk mengumpulkan kapital. Dalam situasi ini, kesadaran borjuis cenderung mempertahankan keadaan yang ada, menciptakan gagasan seperti meritokrasi dan kebebasan individu untuk membenarkan dominasi ekonomi mereka. Sebaliknya, proletar yang tertindas sering terjebak dalam kesadaran semu, yaitu pandangan yang bertentangan dengan kepentingan objektif mereka sendiri.

    Keberadaan kesadaran semu ini tercipta lewat berbagai instrumen ideologis, seperti pendidikan, media, agama, dan hukum. Louis Althusser menyebutnya sebagai Ideological State Apparatuses (ISA), yang secara halus membentuk individu yang patuh pada tatanan kapitalis. Filsafat Marx menjelaskan bahwa perubahan sosial yang nyata hanya bisa terjadi jika kesadaran kelas juga bergeser, dari kesadaran semu menjadi kesadaran kelas sejati. Di titik ini, kaum proletariat mulai memahami posisinya sebagai kelas yang tertindas dan berjuang untuk membongkar struktur sosial secara revolusioner.

    Pandangan Marx ini tetap hidup dan berfungsi di zaman kita sekarang. Ketidakadilan ekonomi, kesenjangan sosial, dan dominasi korporasi global mengungkap bahwa siapa yang menguasai alat produksi juga menguasai kekuasaan. Di ranah digital, kelas sosial baru seperti tech elite dan gig worker muncul, mengganti wajah ketimpangan namun menyimpan logika yang sama. Kesadaran yang tumbuh dari pengalaman ekonomi kian membentuk cara pekerja mempersepsi dunia: dari cara mereka memandang kemiskinan hingga cara mereka mengerti kesuksesan dan keadilan sosial.

    Tetapi kita perlu ingat bahwa kesadaran kelas tidak muncul begitu saja hanya karena struktur sosial yang ada. Kesadaran yang mampu mengubah situasi harus dibangun lewat pendidikan yang kritis, diskusi politik, dan pengalaman kolektif dalam organisasi atau gerakan sosial. Di sinilah pendidikan dan filsafat harus berfungsi sebagai alat untuk membebaskan, bukan sekadar mengulangi ideologi yang sudah ada. Filsuf Paulo Freire yang terpengaruh oleh pemikiran Marx menghargai pentingnya kesadaran kritis untuk membebaskan manusia dari dominasi.

    Karena itu, pemikiran Marx tentang kelas dan kesadaran memberi kita kacamata analisis yang tajam untuk melihat aliran kekuasaan dalam masyarakat. Dalam situasi sosial dan teknologi yang bergerak cepat, penting untuk terus memikirkan posisi kelas kita dan relasi produksi yang ada. Hanya dengan begitu masyarakat bisa menjadi subjek aktif dalam perubahan alih-alih sekadar menjadi objek yang terombang-ambing oleh perubahan yang mereka inginkan.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,002

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,801
    Don't Miss
    Nasional

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    By admin@kopelmanews.com08/06/202675

    Aceh, Kopelmanews.com – Prof Dr Mujiburrahman MAg kembali dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh…

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026

    Silaturahmi Remaja Masjid se-Kecamatan Gunung Malela Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Generasi Muda

    08/02/2026

    Perkuat Relevansi Pendidikan Vokasional, FKIP UNIMAL, FT UNIMED, dan PNL Gelar FGD Penyelarasan Kurikulum Serumpun

    07/31/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026

    Silaturahmi Remaja Masjid se-Kecamatan Gunung Malela Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Generasi Muda

    08/02/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,002

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.