Close Menu
    What's Hot

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Pasar Soroti Dampaknya

    07/27/2026

    3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026

    07/24/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Senin, Agustus 10
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Hubungan Serius Terasa Menyesakkan: Mengenal Fear of Commitment
    Opini

    Hubungan Serius Terasa Menyesakkan: Mengenal Fear of Commitment

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/25/2026Updated:06/25/2026Tidak ada komentar21 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Thalita Sadiya Humaira, Mahasiswi Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Pernahkah Anda bertemu seseorang yang tampak nyaman menjalin hubungan, tetapi mulai menjauh ketika hubungan tersebut mengarah pada komitmen yang lebih serius? Fenomena ini semakin sering ditemukan di kalangan dewasa muda. Banda Aceh (26/06/2026)

    Banyak orang menganggap perilaku tersebut sebagai tanda ketidakseriusan, ketidakmatangan emosional, atau bahkan kurangnya cinta terhadap pasangan. Namun, dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan Fear of commitment, yaitu ketakutan yang berlebihan terhadap komitmen dalam hubungan romantis.

    Bagi sebagian orang, komitmen dipandang sebagai bentuk kedewasaan dan keseriusan dalam menjalin hubungan. Bagi Sebagian lainnya komitmen justru di pandang sebagai sesuatu yang membatasi kebebasan, menambah tanggung jawab, atau membuka peluang untuk mengalami rasa sakit emosional. Akibatnya, ketika hubungan mulai berkembang ke arah yang lebih serius, mereka cenderung menarik diri, menghindari pembicaraan mengenai masa depan, atau bahkan mengakhiri hubungan tanpa alasan yang jelas bagi pasangannya.                                                   

    Fear of commitment bukan sekadar rasa takut untuk menikah. Kondisi ini mencakup ketakutan terhadap berbagai aspek dalam hubungan jangka panjang, seperti tanggung jawab, kedekatan emosional, ketergantungan pada pasangan, hingga kemungkinan mengalami penolakan atau pengkhianatan.

    Seseorang yang mengalami Fear of commitment sering kali menginginkan hubungan yang dekat dan penuh kasih sayang, tetapi pada saat yang sama merasa cemas ketika hubungan tersebut mulai menuntut komitmen yang lebih besar. Situasi ini dapat menimbulkan konflik batin karena individu tersebut berada di antara keinginan untuk dicintai dan ketakutan untuk terluka.

    Berbagai faktor dapat menyebabkan munculnya Fear of commitment. Salah satu faktor yang paling sering ditemukan adalah pengalaman traumatis dalam hubungan sebelumnya. Seseorang yang pernah mengalami perselingkuhan, pengkhianatan, manipulasi emosional, atau putus cinta yang menyakitkan dapat mengembangkan keyakinan bahwa hubungan serius hanya akan membawa penderitaan. Pengalaman tersebut kemudian membentuk mekanisme pertahanan diri yang membuat individu lebih memilih menjaga jarak daripada mengambil risiko untuk kembali terluka.

    Selain itu, lingkungan keluarga juga memiliki peran penting dalam pembentukan pandangan seseorang terhadap komitmen. Anak yang tumbuh dalam keluarga dengan konflik berkepanjangan, perceraian, atau hubungan yang tidak harmonis dapat mengembangkan persepsi negatif terhadap pernikahan dan hubungan jangka panjang. Mereka mungkin belajar bahwa komitmen identik dengan pertengkaran, kekecewaan, atau kehilangan kebahagiaan. Akibatnya, ketika memasuki usia dewasa, mereka menghindari hubungan yang mengarah pada komitmen.

    Fenomena Fear of commitment juga menjadi semakin menarik untuk dibahas karena berkaitan dengan budaya modern yang mengutamakan kebebasan dan fleksibilitas. Saat ini, banyak orang memilih untuk mengejar pendidikan, karier, dan pengembangan diri sebelum memikirkan hubungan jangka panjang.

    Walaupun hal tersebut memiliki banyak manfaat, sebagian individu akhirnya memandang komitmen sebagai sesuatu yang dapat menghambat pencapaian tujuan pribadi. Perlu memahami bahwa Fear of commitment bukanlah sekadar alasan untuk menghindari hubungan atau bentuk ketidakseriusan terhadap pasangan.

    Dalam banyak kasus, individu yang mengalami Fear of commitment sebenarnya memiliki kebutuhan emosional yang sama seperti orang lain, yaitu ingin dicintai, diterima, dan memiliki hubungan yang bermakna. Akan tetapi, pengalaman hidup dan ketakutan yang mereka miliki membuat mereka kesulitan untuk membangun hubungan dan memberikan rasa percaya secara penuh kepada orang lain.

    Pada akhirnya, membangun hubungan yang sehat memang membutuhkan keberanian untuk menerima risiko. Tidak ada hubungan yang sepenuhnya bebas dari konflik, perbedaan pendapat, maupun kemungkinan mengalami kekecewaan. Namun, hubungan yang sehat juga memberikan kesempatan bagi individu untuk tumbuh, belajar mempercayai orang lain, dan merasakan dukungan emosional yang bermakna.

    Oleh karena itu, Fear of commitment seharusnya tidak dipandang sebagai kelemahan, melainkan sebagai tantangan psikologis yang dapat diatasi melalui pemahaman, refleksi diri, dan dukungan yang tepat. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai fenomena ini, diharapkan semakin banyak individu yang mampu membangun hubungan yang sehat tanpa harus terus-menerus dibayangi oleh ketakutan akan komitmen maupun ketakutan untuk terluka.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,002

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,801
    Don't Miss
    Nasional

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    By admin@kopelmanews.com08/06/202675

    Aceh, Kopelmanews.com – Prof Dr Mujiburrahman MAg kembali dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh…

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026

    Silaturahmi Remaja Masjid se-Kecamatan Gunung Malela Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Generasi Muda

    08/02/2026

    Perkuat Relevansi Pendidikan Vokasional, FKIP UNIMAL, FT UNIMED, dan PNL Gelar FGD Penyelarasan Kurikulum Serumpun

    07/31/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026

    Silaturahmi Remaja Masjid se-Kecamatan Gunung Malela Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Generasi Muda

    08/02/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,002

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.