Close Menu
    What's Hot

    3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026

    07/24/2026

    Mirza Gunawan Kembali Terpilih Pimpin PII Aceh Utara Periode 2026-2029

    07/10/2026

    Kunjungan Silaturahmi Staf Ahli Menteri Agama RI ke Sekretariat PW ISNU Aceh

    07/01/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Jumat, Juli 24
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Hoaks dan Disinformasi:Ancaman Terhadap Demokrasi di Era Digital
    Opini

    Hoaks dan Disinformasi:Ancaman Terhadap Demokrasi di Era Digital

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/09/2026Tidak ada komentar268 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Syifa Andriani, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna media sosial terbesar di dunia. Menurut data reportal terdapat 143 juta identitas pengguna medsos aktif di Indonesia. Namun besarnya jumlah pengguna tidak berbanding lurus dengan tingkat literasi digital masyarakat. Banda Aceh (09/06/2026)

    Kementerian Komunikasi dan Informatika melaporkan hasil Indeks Literasi Digital Indonesia (ILDI) pada 2024 berada diskor 43,34.. Disinformasi menyebar cepat bukan karena orang bodoh, melainkan karena otak manusia memang lebih mudah menerima informasi yang sesuai dengan keyakinan dan emosi yang sudah ada sebelumnya fenomena yang dikenal sebagai confirmation bias.

    Secara teoritis, Robert Dahl menegaskan bahwa demokrasi mensyaratkan keberadaan informed citizen  warga yang terinformasi dengan benar dan mampu membuat keputusan politik secara rasional. Tanpa fondasi itu, demokrasi kehilangan rohnya . Sementara itu, disinformasi didefinisikan sebagai informasi yang secara sengaja dibuat salah atau menyesatkan, lalu disebarluaskan dengan tujuan menipu publik dan mempengaruhi opini secara tidak jujur. Berbeda dengan kekeliruan biasa, disinformasi selalu mengandung unsur kesengajaan ia adalah kebohongan yang dikemas, direkayasa, dan diedarkan dengan tujuan tertentu.

    Hoaks dan disinformasi menjadi tantangan yang sangat serius dalam pelaksanaan demokrasi  di  Indonesia,  terutama  dalam  konteks  pemilu.  Informasi  yang  tidak  benar sering kali digunakan untuk menggiring opini publik, menjatuhkan lawan hingga terjadi adu  domba.  Penyebaran  informasi  palsu  yang  dilakukan  secara  terus  menerus  dapat menyebabkan  masyarakat  kesulitan  untuk  membedakan  fakta  yang  beredar. 

    Karena rendahnya  literasi  digital  masyarakat  banyak  yang  menerima  dan  menyebarkan  tanpa melihat   faktanya   terlebih   dahulu.   Padahal   dalam   demokrasi   sangat   di   perlukan kemampuan berfikir secara kritis dan rasional dalam memahami infomasi politik. Inilah yang membuat disinformasi sangat berbahaya. Ia tidak memerlukan banyak pelaku. Cukup sebuah narasi yang dirancang dengan cerdas, lalu disebarkan melalui jaringan kepercayaan yang sudah ada, seperti keluarga, teman, dan komunitas, yang kemudian menyebabkan kerusakan besar yang tidak bisa diperbaiki.

    Ancaman hoaks dan disinformasi di Indonesia semakin terlihat nyata dalam konteks politik, terutama selama pemilu dan pilkada yangmenunjukkan bahwa selama Pemilu 2019, terdapat lonjakan penyebaran berita palsu dan narasi disinformasi yang dirancang untuk memecah belah masyarakat.

    Penyebaran informasi palsu ini tidak hanya merusak integritas pemilu, tetapi juga menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap institusi negara mencatat bahwa disinformasi politik secara sistematis digunakan untuk menciptakan polarisasi di masyarakat, memecah solidaritas nasional, dan mengurangi kepercayaan terhadap pemerintah. Dalam konteks ini, berita palsu yang sensasional cenderung lebih banyak disebarkan dibandingkan informasi yang akurat, karena berita palsu sering kali lebih menarik secara emosional.

    Media sosial merupakan medium utama dalam penyebaran disinformasi. Penelitian mereka menemukan bahwa informasi palsu menyebar lebih cepat dan lebih luas dibandingkan dengan informasi yang benar, terutama di platform seperti Twitter dan Facebook.

    Temuan ini mendukung data yang dikumpulkan dari MAFINDO (2022) dalam penelitian ini, yang menunjukkan bahwa 70% hoaks di Indonesia menyebar melalui platform media sosial. Dalam konteks ini, saya menyadari bahwa disinformasi tidak hanya sekedar menjadi gangguan dalam komunikasi. Ia merupakan serangan yang sistematis terhadap kemampuan individu untuk berpikir dengan jelas, kemampuan tersebut merupakan syarat yang tidak bisa di tawar bagi keberlangsungan demokrasi yang sehat .

    Solusi tidak bisa hanya bertumpu pada pemblokiran konten. Pendekatan represif tanpa disertai penguatan literasi justri berisiko menjadi alat membungkam kritik. Jalan keluar yang paling berkelanjutan adalah memperkuat kemampuan warga dalam mengevaluasi informasi secara kritis dan institusi pendidikan adalah tempat yang paling strategis untuk memulainya. Oleh karena itu, saya berpendapat bahwa penanganan disinformasi tidak bisa dilakukan dengan setengah hati. Hanya memblokir konten tidak cukup; bahkan, tanpa adanya transparansi, pendekatan yang represif bisa berisiko menjadi alat untuk menekan kritik dan oposisi yang sah. Pada akhirnya, demokrasi tidak seharusnya tunduk pada logika kebohongan.

    Mungkin saatnya kita berhenti bertanya, “Siapa yang menyebarkan informasi ini? ” dan mulai bertanya, “Apakah informasi ini benar? ” Karena di situlah seharusnya kekuatan demokrasi kita terletak, yaitu bukan pada banyaknya suara yang terhimpun, melainkan pada kejernihan pemikiran setiap individu yang memberikan suaranya.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202620,982

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,766

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,213

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,799
    Don't Miss
    Nasional

    3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026

    By admin@kopelmanews.com07/24/20269

    Aceh, Kopelmanews.com – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi besar-besaran…

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    BEM FKIP UNIMAL Menggelar gebyar Pendidikan Perdana

    07/15/2026

    ITF Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3 dan Penyerahan Simbolis Bantuan Biaya Pendidikan kepada 86 Mahasiswa

    07/10/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026

    07/24/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    BEM FKIP UNIMAL Menggelar gebyar Pendidikan Perdana

    07/15/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202620,982

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,766

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,213
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.