Close Menu
    What's Hot

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    LKKS Aceh Bentuk Panitia Pelantikan Pengurus Wilayah, Gubernur Dijadwalkan Melantik

    09/29/2026

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sabtu, Oktober 17
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Demokrasi Pancasila Vs Demokrasi Digital
    Opini

    Demokrasi Pancasila Vs Demokrasi Digital

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/10/2026Updated:06/10/2026Tidak ada komentar59 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Rina Rati Pratiwi, Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Di tengah derasnya arus digitalisasi, demokrasi Indonesia menghadapi tantangan sekaligus peluang baru. Media sosial telah menjadi ruang publik modern tempat masyarakat menyampaikan aspirasi, mengkritik kebijakan pemerintah, hingga membentuk opini politik. Namun, muncul pertanyaan penting: apakah demokrasi digital sejalan dengan demokrasi Pancasila yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia?. Banda Aceh (10/06/2026)

    Demokrasi Pancasila merupakan sistem demokrasi yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, terutama sila keempat yang menekankan prinsip kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Dalam praktiknya, demokrasi Pancasila mengutamakan musyawarah, toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, serta mengedepankan kepentingan bersama dibandingkan kepentingan kelompok tertentu.

    Di sisi lain, demokrasi digital hadir sebagai konsekuensi dari perkembangan teknologi informasi. Demokrasi digital memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam kehidupan politik secara lebih cepat dan luas melalui berbagai platform digital. Berbagai isu publik saat ini bisa menjadi sorotan nasional hanya dalam beberapa jam melalui platform media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi telah memperluas akses masyarakat terhadap proses demokrasi.

    Data dari laporan Digital 2026 Indonesia menunjukkan bahwa lebih dari 220 juta penduduk Indonesia telah terhubung dengan internet. Angka ini mencerminkan besarnya potensi ruang digital sebagai sarana partisipasi politik masyarakat. Masyarakat kini tidak lagi hanya menjadi penerima kebijakan, tetapi juga dapat menjadi pengawas, pemberi masukan, bahkan penggerak perubahan sosial melalui platform digital.

    Namun, demokrasi digital juga menghadirkan berbagai persoalan. Penyebaran informasi palsu (hoaks), ujaran kebencian, polarisasi politik, hingga fenomena echo chamber menjadi ancaman nyata bagi kualitas demokrasi. Kebebasan berekspresi yang tidak diimbangi dengan tanggung jawab justru dapat merusak nilai persatuan yang menjadi ciri khas demokrasi Pancasila.

    Pemikiran Jürgen Habermas melalui teori Demokrasi Deliberatif menekankan bahwa demokrasi yang baik memerlukan wadah untuk berdiskusi secara rasional, terbuka, dan fokus pada kepentingan bersama. Gagasan ini memiliki kesamaan dengan prinsip musyawarah dalam demokrasi Pancasila. Sayangnya, ruang digital saat ini sering kali dipenuhi perdebatan emosional yang lebih mengutamakan kemenangan opini daripada pencarian solusi bersama.

    Dengan demikian, demokrasi digital tidak seharusnya dipandang sebagai pengganti demokrasi Pancasila. Sebaliknya, demokrasi digital harus menjadi instrumen untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan demokrasi modern. Teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat yang lebih berkualitas, memperluas pendidikan politik, serta memperkuat pengawasan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

    Indonesia tidak membutuhkan pilihan antara demokrasi Pancasila atau demokrasi digital. Yang dibutuhkan adalah bagaimana keduanya dapat berjalan berdampingan. Demokrasi Pancasila memberikan arah dan nilai moral, sedangkan demokrasi digital menyediakan sarana yang lebih efektif untuk mewujudkan partisipasi masyarakat di era teknologi.

    Pada akhirnya, masa depan demokrasi Indonesia tidak ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang dimiliki, melainkan oleh kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi tersebut secara bijaksana sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Tanpa nilai, demokrasi digital hanya akan menjadi ruang kebebasan tanpa tanggung jawab. Namun, dengan menjadikan Pancasila sebagai kompas, demokrasi digital dapat menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan demokrasi yang lebih inklusif, cerdas, dan berkeadaban.

    Demokrasi Digital Pancasila Universitas Syiah Kuala
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,041

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,822

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Top News

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    By admin@kopelmanews.com10/11/20267

    KOPELMANEWS.com – Muhammad Alfajri Marpaung, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK)…

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    FSLDKD ke-15 sukses diselenggarakan, FSLDK Aceh siap menjadi wadah pergerakan mahasiswa Dakwah kampus yang unggul

    10/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    10/11/2026

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,041

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,822

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.