Close Menu
    What's Hot

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026

    Perkuat Silaturahmi Lintas Negara, 27 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar KPM dan PKM Internasional di Yala Thailand

    08/20/2026

    Tari Rapa’i Geleng UIN Ar-Raniry Raih Juara 1 dan Anugerah Khas UniMAP di SIGMA Unplugged 2026

    08/18/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rabu, September 9
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Demokrasi Pancasila dan Kebebasan Berpendapat: Antara Hak Warga Negara dan UU ITE
    Opini

    Demokrasi Pancasila dan Kebebasan Berpendapat: Antara Hak Warga Negara dan UU ITE

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/10/2026Tidak ada komentar72 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Syifaul Syauqiyyah, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. Sebagai negara yang menganut Demokrasi Pancasila, Indonesia memberikan hak kepada setiap warga negara untuk berpartisipasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, salah satunya melalui kebebasan berpendapat. Hak ini menjadi penting karena memungkinkan masyarakat menyampaikan aspirasi, kritik, maupun gagasan sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan publik. Banda Aceh (10/06/2026)

    Jaminan terhadap kebebasan berpendapat telah ditegaskan dalam Pasal 28E ayat (3) dan Pasal 28F UUD NRI Tahun 1945. Melalui ketentuan tersebut, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat serta memperoleh dan menyebarkan informasi. Dengan demikian, kebebasan berpendapat seharusnya menjadi hak yang dapat digunakan oleh masyarakat tanpa rasa takut selama dilakukan secara bertanggung jawab.

    Pentingnya kebebasan berpendapat juga sejalan dengan pandangan Miriam Budiardjo yang menyatakan bahwa demokrasi merupakan sistem yang memberikan kesempatan kepada rakyat untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Partisipasi tersebut tidak hanya dilakukan melalui pemilihan umum, tetapi juga melalui penyampaian kritik, saran, dan aspirasi kepada pemerintah. Artinya, kebebasan berpendapat bukan sekadar hak individu, melainkan bagian penting dari kehidupan demokrasi itu sendiri.

    Perkembangan teknologi informasi kemudian menghadirkan ruang baru bagi masyarakat untuk menggunakan hak tersebut. Media sosial memungkinkan masyarakat menyampaikan pendapat secara cepat dan menjangkau khalayak yang lebih luas. Namun, kebebasan di ruang digital juga membawa berbagai tantangan seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, fitnah, dan pencemaran nama baik. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menghadirkan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

    Meskipun demikian, di sinilah letak dilema yang masih sering menjadi perdebatan. Di satu sisi, Indonesia menjamin kebebasan berpendapat sebagai hak konstitusional warga negara. Namun di sisi lain, keberadaan UU ITE sering kali menimbulkan kekhawatiran karena beberapa ketentuannya dianggap masih membuka ruang penafsiran yang luas. Akibatnya, muncul pertanyaan apakah masyarakat benar-benar bebas menyampaikan kritik ketika masih ada rasa khawatir terhadap kemungkinan berhadapan dengan proses hukum?

    persoalan ini menunjukkan adanya jarak antara demokrasi yang dijamin dalam konstitusi dan demokrasi yang dirasakan dalam praktik. Tidak sedikit masyarakat yang memilih lebih berhati-hati atau bahkan enggan menyampaikan kritik terhadap kebijakan publik karena takut dianggap melanggar hukum. Padahal, dalam negara demokrasi, kritik merupakan bentuk partisipasi warga negara yang sangat diperlukan untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Kritik yang disampaikan secara santun dan berdasarkan fakta seharusnya dipandang sebagai masukan yang membangun, bukan sebagai ancaman.

    Apabila masyarakat lebih takut berbicara daripada berani menyampaikan pendapatnya, maka demokrasi berisiko kehilangan salah satu unsur terpentingnya, yaitu partisipasi publik. Demokrasi tidak hanya diukur dari adanya pemilu atau jaminan hak dalam konstitusi, tetapi juga dari seberapa bebas masyarakat dapat menyampaikan pandangan dan kritiknya tanpa rasa takut.

    Oleh karena itu, yang perlu diperkuat bukanlah pembatasan terhadap kebebasan berpendapat, melainkan kepastian hukum dalam penerapan UU ITE. Aparat penegak hukum harus mampu membedakan secara jelas antara kritik yang konstruktif dengan tindakan yang memang bertujuan menghina, memfitnah, atau menyebarkan kebencian. Dengan demikian, kebebasan berpendapat tetap terjamin tanpa mengabaikan perlindungan terhadap hak orang lain.

    Pada akhirnya, Demokrasi Pancasila dan UU ITE seharusnya berjalan beriringan. Demokrasi membutuhkan kebebasan berpendapat agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam kehidupan bernegara, sementara hukum dibutuhkan untuk mencegah penyalahgunaan kebebasan tersebut. Tantangan yang sesungguhnya adalah menciptakan keseimbangan antara keduanya. Demokrasi yang sehat bukanlah demokrasi yang membuat masyarakat takut berbicara, melainkan demokrasi yang mampu menjamin kebebasan berpendapat sekaligus menegakkan hukum secara adil dan proporsional.

    Demokrasi Pancasila UU ITE
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,023

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,218

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,802
    Don't Miss
    Pendidikan

    Action Project SDGs Dosen FKIP UNIMAL

    By admin@kopelmanews.com09/05/202613

    Aceh, Kopelmanews.com – Tim Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Malikussaleh (Unimal) menggelar…

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026

    80 Mentor Terpilih, Mengemban Amanah Menyambut 1.635 Generasi Baru FTK UIN Ar-Raniry

    08/20/2026

    Perkuat Silaturahmi Lintas Negara, 27 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar KPM dan PKM Internasional di Yala Thailand

    08/20/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Action Project SDGs Dosen FKIP UNIMAL

    09/05/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026

    80 Mentor Terpilih, Mengemban Amanah Menyambut 1.635 Generasi Baru FTK UIN Ar-Raniry

    08/20/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,023

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,218
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.