Close Menu
    What's Hot

    Mirza Gunawan Kembali Terpilih Pimpin PII Aceh Utara Periode 2026-2029

    07/10/2026

    Kunjungan Silaturahmi Staf Ahli Menteri Agama RI ke Sekretariat PW ISNU Aceh

    07/01/2026

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Selasa, Juli 14
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Budaya Aceh Hari ini: Warisan Pra-Islam yang Berbalut Nilai Islam
    Opini

    Budaya Aceh Hari ini: Warisan Pra-Islam yang Berbalut Nilai Islam

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/22/2026Updated:06/22/2026Tidak ada komentar55 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Fadila Dwi Alisa, Mahasiswi Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Aceh sebelum datangnya Islam telah dikuasai oleh agama dan budaya Hindu-Buddha, lebih tepatnya pada masa Kerajaan Indra Purwa dan Kerajaan Indra Patra yang terletak di kawasan Aceh Besar. Banda Aceh (22/06/2026)

    Lalu Islam datang pada abad ke-7 hingga ke-8 melalui para pedagang Arab, Persia, dan India Muslim. Tradisi Hindu-Buddha sangat identik pada ritual kepada roh leluhur dan juga ritual pemohonan kepada dewa di tempat-tempat tertentu.

    Seperti yang sering kita lihat, tradisi Aceh sekarang ini masih ada unsur ritual yang sebenarnya bukanlah budaya Islam, melainkan tradisi lokal yang sudah dilakukan sejak masa Hindu-Buddha. Namun, setelah datangnya Islam, budaya itu mengalami akulturasi, tidak hilang, hanya saja diubah menjadi islamisasi.

    Islam adalah agama yang mudah berbaur dan sangat mudah dipengaruhi. Kemungkinan besar para ulama atau tokoh-tokoh penyebar Islam saat itu memadukan adat lokal dengan ajaran Islam agar lebih mudah diterima oleh masyarakat.

    Proses ini kemudian melahirkan falsafah Aceh yang sangat terkenal, yaitu “Adat bak Po Teumeureuhom, Hukom bak Syiah Kuala” yang berarti adat dijalankan menurut ketentuan penguasa, hukum agama mengikuti ajaran ulama. Lalu ada juga ungkapan “Hukom ngon adat lagee zat ngon sifeut”, artinya hukum (Islam) dan adat seperti zat dan sifat yang tidak dapat dipisahkan.

    Apa saja budaya Aceh yang sekarang masih dilaksanakan yang dulunya adalah hasil warisan masa Hindu-Buddha?

    Salah satu tradisi yang paling sering dilaksanakan adalah Peusijuek. Peusijuek merupakan salah satu tradisi yang sering disebut memiliki kemiripan dengan ritual pemberkatan dalam budaya Hindu. Setelah islamisasi, unsur-unsur pemujaan dewa dihilangkan dan digantikan dengan doa kepada Allah, shalawat, dan harapan memperoleh berkah serta keselamatan. Peusijuek biasanya dilakukan saat pernikahan, naik haji, membeli rumah, kendaraan baru, dan acara penting lainnya.

    Lalu ada tradisi Kanuri/Kenduri. Sebelum ada Islam, masyarakat Nusantara mengenal upacara persembahan kepada roh leluhur atau kekuatan gaib. Setelah Islam masuk, tradisi tersebut berubah menjadi kenduri yang diisi dengan doa bersama, pembacaan ayat Al-Qur’an, zikir, dan sedekah makanan.

    Ada banyak jenis kenduri di Aceh, seperti Kenduri Blang yang dilaksanakan pada musim tanam padi. Dulunya, sebelum islamisasi, masyarakat agraris sering mengadakan ritual untuk kesuburan tanah. Setelah islamisasi, digantikan dengan doa bersama, pembacaan ayat Al-Qur’an, dan permohonan hasil panen yang baik kepada Allah.

    Setelah kenduri blang, ada Kenduri Laut yang sering dilakukan oleh masyarakat nelayan. Jika dahulu terdapat unsur penghormatan kepada penguasa laut atau roh penjaga laut, kini lebih menekankan syukur kepada Allah, doa keselamatan bagi nelayan, sedekah, dan makan bersama.

    Selain kenduri mata pencaharian, ada juga tradisi kenduri kematian yang sering disebut Reuhab yang terdapat di Nagan Raya, Desa Alue Tho. Pada dasarnya, ritual penghormatan kepada roh seseorang yang sudah meninggal dilakukan di dalam kamar almarhum tersebut. Kamar itu dinamakan Reuhab.

    Reuhab dilaksanakan pada malam hari setelah menguburkan jenazah. Di dalam kamar itu disediakan pakaian, barang-barang milik almarhum, dan juga harta benda yang ditinggalkan almarhum yang diletakkan di atas tikar.

    Setelah islamisasi, tradisi ini masih dilakukan seperti itu, namun ditambahkan dengan membaca ayat Al-Qur’an, mendoakan almarhum, dan makan bersama dengan kerabat yang ikut mendoakan almarhum di rumahnya. Bacaan lebih lanjut, pembaca bisa membaca buku yang berjudul Tradisi Reuhab dalam Adat Kematian Desa Alue Tho Kecamatan Seunangan Kabupaten Nagan Raya, karya Syukriah.

    Beberapa tradisi yang masih dilaksanakan masyarakat Aceh saat ini merupakan hasil akulturasi antara budaya lokal yang telah ada sejak masa Hindu-Buddha dengan ajaran Islam yang datang kemudian. Tradisi seperti Peusijuek, kenduri blang, kenduri laut, dan Reuhab tidak dihilangkan setelah Islam masuk, melainkan mengalami proses islamisasi dengan mengganti unsur-unsur pemujaan kepada dewa atau roh menjadi doa, zikir, pembacaan ayat Al-Qur’an, serta ungkapan syukur kepada Allah.

    Proses akulturasi tersebut menunjukkan bahwa Islam di Aceh berkembang dengan cara berbaur dengan adat setempat sehingga melahirkan tradisi yang tetap bertahan hingga sekarang. Masih ada banyak tradisi yang di islamisasikan di Aceh tidak hanya yang di bahas dalam opini ini saja. Aceh memiliki budaya yang sangat beragam dan mungkin orang orang belum pernah tau budaya dan tradisi itu ada di Aceh.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026

    Antara Adat dan Syariah : Wacana Filsafat Kebudayaan

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,498

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,762

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,213

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,798
    Don't Miss
    Pendidikan

    ITF Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3 dan Penyerahan Simbolis Bantuan Biaya Pendidikan kepada 86 Mahasiswa

    By admin@kopelmanews.com07/10/202613

    Aceh, Kopelmanews.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melalui Islamic Trust Fund (ITF)…

    Mirza Gunawan Kembali Terpilih Pimpin PII Aceh Utara Periode 2026-2029

    07/10/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    ITF Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3 dan Penyerahan Simbolis Bantuan Biaya Pendidikan kepada 86 Mahasiswa

    07/10/2026

    Mirza Gunawan Kembali Terpilih Pimpin PII Aceh Utara Periode 2026-2029

    07/10/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,498

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,762

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,213
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.