Close Menu
    What's Hot

    GMNI Medan Apresiasi Langkah Wali Kota Medan Percepat Pembangunan Jembatan Gang Damai, Tekankan Realisasi dan Keselamatan Warga

    04/22/2026

    Program Beasiswa Khusus Mahasiswa Internasional Universitas Malikussaleh

    03/31/2026

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kamis, Mei 14
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Banjir Bandang Ganggu Dunia Kampus, Mahasiswa di Aceh dan Sumut Hadapi Dampak Psikologis dan Finansial
    Opini

    Banjir Bandang Ganggu Dunia Kampus, Mahasiswa di Aceh dan Sumut Hadapi Dampak Psikologis dan Finansial

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com12/27/2025Updated:12/27/2025Tidak ada komentar23 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto :Hotnida Sitorus, Mahasiswi Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Aceh dan sebagian Sumatera Utara sepanjang Desember 2025 memberikan dampak signifikan terhadap berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan tinggi. Curah hujan ekstrem yang terjadi secara berkelanjutan menyebabkan banjir bandang, longsor, serta gangguan infrastruktur dasar seperti listrik dan jaringan komunikasi di sejumlah wilayah. Banda Aceh (27/12/2025)

    Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemberitaan berbagai media, bencana ini menyebabkan kerusakan fasilitas publik serta gangguan aktivitas masyarakat dalam jangka waktu yang cukup panjang. Di sektor pendidikan tinggi, kondisi tersebut berdampak langsung pada keberlangsungan aktivitas perkuliahan di sejumlah perguruan tinggi di Aceh, termasuk Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan universitas di sekitarnya.

    Pemadaman listrik yang berlangsung hampir satu bulan menyebabkan aktivitas akademik tidak dapat berjalan secara normal. Sebagian wilayah hanya mendapatkan aliran listrik secara bergilir, sementara wilayah lainnya masih mengalami pemadaman total. Kondisi ini menghambat pelaksanaan perkuliahan, pengerjaan tugas, serta akses mahasiswa terhadap fasilitas pembelajaran berbasis teknologi yang selama ini menjadi bagian penting dari proses pendidikan tinggi.

    Mahasiswa perantau menjadi kelompok yang paling terdampak. Terputusnya jaringan komunikasi di sejumlah wilayah Sumatera Utara dan Aceh menyebabkan mahasiswa tidak dapat berkomunikasi dengan orang tua dan keluarga di kampung halaman. Akibatnya, pengiriman biaya hidup bulanan mengalami hambatan, sehingga mahasiswa harus menghadapi tekanan finansial yang semakin berat di tengah situasi darurat.

    Selain itu, kondisi mati listrik berkepanjangan memaksa mahasiswa untuk lebih sering keluar dari tempat tinggal atau kos. Banyak mahasiswa harus mencari warung kopi yang memiliki generator set (genset) untuk mengisi daya telepon genggam, laptop, dan lampu darurat, sekaligus mengerjakan tugas perkuliahan yang tidak dapat diselesaikan di lingkungan kampus. Aktivitas ini secara tidak langsung meningkatkan pengeluaran harian mahasiswa, baik untuk konsumsi maupun transportasi, sehingga memperparah kondisi ekonomi mereka.

    Dari perspektif psikologi pendidikan, situasi tersebut berdampak pada kondisi psikologis mahasiswa. Tekanan akademik yang tetap berjalan di tengah keterbatasan fasilitas, ketidakpastian kondisi keluarga di daerah terdampak bencana, serta kesulitan ekonomi memicu stres situasional dan kecemasan. Stres ini muncul sebagai respons terhadap perubahan lingkungan yang mendadak dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

    Berdasarkan teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow, kondisi pasca bencana menunjukkan bahwa kebutuhan dasar mahasiswa, seperti rasa aman, kenyamanan fisik, dan kestabilan ekonomi, belum terpenuhi secara optimal. Ketika kebutuhan dasar tersebut terganggu, mahasiswa akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan tingkat lebih tinggi, termasuk kebutuhan akademik dan aktualisasi diri melalui prestasi belajar.

    Selain itu, menurut teori stres dan koping Lazarus dan Folkman, mahasiswa berada dalam situasi stresor lingkungan yang menuntut kemampuan adaptasi tinggi. Namun, keterbatasan sumber daya, baik finansial, sosial, maupun fasilitas belajar, membuat strategi koping mahasiswa menjadi kurang efektif. Hal ini berpotensi menurunkan konsentrasi, motivasi belajar, serta daya tahan mental mahasiswa selama masa perkuliahan berlangsung.

    Di tengah kondisi tersebut, sejumlah perguruan tinggi di Aceh menunjukkan respons nyata terhadap dampak bencana. Sebagian besar mahasiswa UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang terdampak banjir bandang mendapatkan bantuan tanggap darurat dari pihak universitas. Bantuan ini diberikan untuk meringankan beban ekonomi mahasiswa selama masa krisis.

    Selain bantuan finansial, beberapa Universitas di Banda Aceh, khususnya UIN Ar-Raniry juga menginisiasi program makan gratis bagi mahasiswa terdampak. Program ini dinilai sangat membantu mahasiswa dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, sekaligus mengurangi tekanan finansial akibat meningkatnya pengeluaran selama masa bencana.

    Dari sisi psikologis, bantuan dan dukungan sosial tersebut memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat stres dan kecemasan mahasiswa. Dalam psikologi pendidikan, dukungan sosial dipandang sebagai faktor protektif yang dapat meningkatkan ketahanan psikologis (resilience) individu dalam menghadapi situasi krisis.

    Secara keseluruhan, banjir bandang yang melanda Aceh dan sebagian wilayah Sumatera Utara pada akhir 2025 tidak hanya melumpuhkan aktivitas perkuliahan, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan finansial mahasiswa. Oleh karena itu, pemulihan pendidikan pasca bencana perlu dilakukan secara holistik, dengan memperhatikan aspek akademik, pemenuhan kebutuhan dasar, serta dukungan psikososial yang berkelanjutan.

    Keterlibatan aktif institusi pendidikan, dosen, dan mahasiswa menunjukkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis tidak hanya sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai ruang aman dan sumber dukungan bagi mahasiswa dalam menghadapi dampak bencana. Dengan sinergi antara kebijakan kampus, pendekatan psikologi pendidikan, dan kepedulian kemanusiaan, proses perkuliahan pasca bencana diharapkan dapat kembali berjalan secara lebih stabil dan manusiawi.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    05/12/2026

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Menolak Keras: Tolak Penutupan Prodi Keguruan, Desak Reformasi Kesejahteraan Guru

    05/05/2026

    Pendidikan Tanpa Jiwa: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Nilai

    04/30/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,054

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,217
    Don't Miss
    Opini

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    By admin@kopelmanews.com05/12/202646

    Persoalan integritas penjurian sering menjadi keluhan yang berulang. Ada peserta yang merasa dirugikan, guru pendamping yang kecewa, hingga penonton yang mempertanyakan logika penilaian

    SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Rapat Kerja, Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas

    05/11/2026

    Dosen Unimal Gelar Workshop Kolaboratif Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru MGMP Matematika Aceh Tengah

    05/09/2026

    Abdul Halim Nasution Resmi Pimpin IMARSU Lewat Kabinet Marsada Tondi

    05/08/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    05/12/2026

    SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Rapat Kerja, Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas

    05/11/2026

    Dosen Unimal Gelar Workshop Kolaboratif Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru MGMP Matematika Aceh Tengah

    05/09/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,054
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.