Close Menu
    What's Hot

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026

    Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Inovasi DANESTA

    06/03/2026

    Dinas Sosial Sumut Hadirkan DANESTA, Berdayakan Disabilitas Lewat Batik

    06/03/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kamis, Juni 25
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Alue Naga: Ketika Lampu Tak Cukup Menghalau Stigma
    Opini

    Alue Naga: Ketika Lampu Tak Cukup Menghalau Stigma

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com05/18/2025Tidak ada komentar82 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Penulis : Fitria Salsabila, Mahasiswi Psikologi UIN Ar-Raniry
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Setiap malam, kawasan Alue Naga Banda Aceh, terutama di depan Universitas Bina Bangsa Getsempena (UBBG), kerap dipenuhi muda-mudi yang duduk santai. Para pihak terkait sebenarnya sudah menyediakan fasilitas umum yang memadai, mulai dari mobil yang menjual minuman, menyediakan tempat duduk lengkap dengan meja dan penerangan yang cukup baik. Namun, menariknya, sebagian orang justru memilih duduk di area gelap yang nyaris tak terlihat dari pandangan orang yang lewat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, mengapa ketika tempat terang dan terbuka sudah tersedia, tetap ada yang memilih lokasi gelap?

    Pilihan duduk di tempat gelap ini membuat orang-orang yang lewat mulai memberikan penilaian negatif. Meskipun belum tentu benar, pola yang berulang ini membuat asumsi sulit dihindari. Duduk di ruang publik bukanlah pelanggaran, tetapi memilih tempat yang gelap dan jauh dari pengawasan memunculkan tanda tanya soal motif dan niat. Hal ini bisa menjadi cerminan lemahnya kontrol sosial dari keluarga, masyarakat, dan lingkungan pendidikan. Ruang publik yang seharusnya jadi tempat bersosialisasi sehat, perlahan berubah menjadi ruang semi-pribadi yang justru menyimpan banyak potensi masalah.

    Dalam konteks ini, Qanun Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 14 Tahun 2003 tentang Khalwat (Mesum) secara tegas melarang segala bentuk perbuatan yang mengarah kepada zina, termasuk khalwat, yaitu berduaan di tempat tersembunyi antara dua orang bukan mahram. Pilihan duduk di area gelap, meskipun di ruang publik, membuka celah terjadinya perbuatan yang bertentangan dengan syariat dan nilai lokal. Pasal 2 dan 3 dari qanun tersebut menegaskan pentingnya perlindungan terhadap kehormatan dan pencegahan sedini mungkin dari perilaku menyimpang, yang sejalan dengan urgensi pengawasan dan penerangan di ruang publik seperti Alue Naga.

    Menjaga ruang publik adalah tanggung jawab bersama. Bersikap wajar di tempat umum, khususnya pada malam hari, bukan sekadar soal etika, tetapi juga upaya menjaga kenyamanan dan citra lingkungan. Alue Naga, yang strategis dan dekat dengan kampus, punya potensi besar sebagai ruang rekreasi positif. Namun, jika dibiarkan gelap dan memunculkan stigma negatif, potensi itu bisa hilang.

    Dengan penerangan yang cukup, pengawasan yang aktif, serta fasilitas yang nyaman dan menarik, Alue Naga dapat menjadi tempat aman dan menyenangkan bagi semua kalangan. Ketika ruang publik dikelola dengan baik, bukan hanya suasana yang jadi lebih aman, tetapi juga tumbuh rasa saling menghormati dan kepercayaan antarwarga.

    Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat, kampus, dan masyarakat sangat penting. Penambahan lampu di titik gelap, edukasi etika, serta penyediaan ruang sosialisasi yang sehat harus terus digalakkan agar Alue Naga benar-benar menjadi simbol kota yang aman, maju, dan beradab.

    Alue Naga Mahasiswi Psikologi UIN Ar- Raniry Banda Aceh
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Penuhi Toplesmu Tanpa Memecahkan Toples Milik Orang Lain

    06/25/2026

    Hubungan Serius Terasa Menyesakkan: Mengenal Fear of Commitment

    06/25/2026

    Pasca-Banjir Aceh, Siapa yang Peduli Luka Batin Korban?

    06/25/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202617,682

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,383

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,212

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,794
    Don't Miss
    Opini

    Penuhi Toplesmu Tanpa Memecahkan Toples Milik Orang Lain

    By admin@kopelmanews.com06/25/20264

    Aceh, Kopelmanews.com – Kita mungkin sudah sering mendengar berbagai stereotip tentang anak tengah. Ada yang…

    Hubungan Serius Terasa Menyesakkan: Mengenal Fear of Commitment

    06/25/2026

    Pasca-Banjir Aceh, Siapa yang Peduli Luka Batin Korban?

    06/25/2026

    Hampir Sempurna: Mengapa Juara Dua Sulit Merasa Puas?

    06/25/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Penuhi Toplesmu Tanpa Memecahkan Toples Milik Orang Lain

    06/25/2026

    Hubungan Serius Terasa Menyesakkan: Mengenal Fear of Commitment

    06/25/2026

    Pasca-Banjir Aceh, Siapa yang Peduli Luka Batin Korban?

    06/25/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202617,682

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,383

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,212
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.