Close Menu
    What's Hot

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026

    Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Inovasi DANESTA

    06/03/2026

    Dinas Sosial Sumut Hadirkan DANESTA, Berdayakan Disabilitas Lewat Batik

    06/03/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Selasa, Juni 23
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Meuseuraya, Tradisi Lama yang Mulai Memudar di Zaman Sekarang
    Opini

    Meuseuraya, Tradisi Lama yang Mulai Memudar di Zaman Sekarang

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/23/2026Updated:06/23/2026Tidak ada komentar9 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Rizka Magnalia Putri, Mahasiswi Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Seperti yang banyak diketahui, masyarakat Aceh dikenal memiliki budaya tolong-menolong dan gotong royong yang sangat kuat. Hal ini dapat dilihat dari berbagai tradisi kenduri yang sering diadakan dalam kehidupan masyarakat. Banda Aceh (23/06/2026)

    Melalui kenduri, masyarakat tidak hanya berkumpul untuk menikmati hidangan bersama, tetapi juga turut serta dalam proses terlaksananya acara hal ini menunjukkan eratnya hubungan silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

    Kenduri di adakan tidak di hari yang bahagia saja tetapi masyarakat Aceh tetap mengadakan kenduri dalam keadaan duka seperti kenduri orang meninggal, yang bertujuan untuk mengirim doa secara bersama sama dan menemani orang yang sedang berduka agar tidak terlalu merasa terpuruk. Yang menarik, tradisi ini mengajarkan bahwa pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan jika dilakukan bersama-sama.

    Namun menurut saya, salah satu adat Aceh yang penting ini kini mulai memudar. Di tengah perkembangan teknologi dan gaya hidup yang semakin modern, banyak orang yang lebih fokus pada urusan pribadi sehingga interaksi dengan tetangga dan masyarakat sekitar mulai berkurang, yang dulunya setiap desa selalu mengadakan gotong royong bersama membersihkan desa itu sendiri untuk kenyamanan bersama, tetapi yang terjadi sekarang kegiatan itu kini sudah mulai tidak terlihat lagi.  Hal ini sangat disayangkan karena kegiatan menurut saya sangat penting bagi masyarakat.

    Menurut saya, kemajuan zaman tidak seharusnya membuat tradisi meuseuraya ditinggalkan. Sebaliknya, tradisi ini perlu terus dijaga karena menjadi salah satu identitas masyarakat Aceh yang menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan dan kebersamaan. Jika generasi muda masih mau terlibat dalam kegiatan gotong royong, maka nilai-nilai positif yang diwariskan oleh para leluhur Aceh akan tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Ketika Meunasah Tak lagi menjadi Rumah: Menjaga Nilai di Tengah Perubahan Budaya Aceh

    06/23/2026

    Topeng Narsisme: Ketika Kepribadian Menjadi Respons Bertahan Hidup

    06/23/2026

    Menelusuri Jejak Sosial dan Spiritual Manusia Prasejarah Indonesia

    06/23/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/20264,303

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,207

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,787

    Griefbot, Ilusi Keabadian Digital, dan Krisis Duka dalam Psikologi Klinis Abad ke-21

    06/16/20262,336
    Don't Miss
    Opini

    Ketika Meunasah Tak lagi menjadi Rumah: Menjaga Nilai di Tengah Perubahan Budaya Aceh

    By admin@kopelmanews.com06/23/20262

    Aceh, Kopelmanews.com – Perubahan sering kali dianggap sebagai ancaman bagi tradisi. Padahal, dalam banyak kasus,…

    Moderasi Beragama di Era Digital: Benteng Harmoni di Tengah Banjir Informasi

    06/23/2026

    Topeng Narsisme: Ketika Kepribadian Menjadi Respons Bertahan Hidup

    06/23/2026

    Meuseuraya, Tradisi Lama yang Mulai Memudar di Zaman Sekarang

    06/23/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Ketika Meunasah Tak lagi menjadi Rumah: Menjaga Nilai di Tengah Perubahan Budaya Aceh

    06/23/2026

    Moderasi Beragama di Era Digital: Benteng Harmoni di Tengah Banjir Informasi

    06/23/2026

    Topeng Narsisme: Ketika Kepribadian Menjadi Respons Bertahan Hidup

    06/23/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/20264,303

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,207

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,787
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.