Close Menu
    What's Hot

    Mirza Gunawan Kembali Terpilih Pimpin PII Aceh Utara Periode 2026-2029

    07/10/2026

    Kunjungan Silaturahmi Staf Ahli Menteri Agama RI ke Sekretariat PW ISNU Aceh

    07/01/2026

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Selasa, Juli 14
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Survival Mode: Kita Tidak pernah Diberi Izin untuk Pulih
    Opini

    Survival Mode: Kita Tidak pernah Diberi Izin untuk Pulih

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/12/2026Tidak ada komentar26 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Zahara Salsabilla, Mahasiswi Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Banda Aceh gelap. Bukan karena malam tapi karena bencana merenggut aliran listrik, dan kehidupan yang seharusnya berjalan tiba-tiba tersandung diam. Banda Aceh (12/06/2026)

    Aceh sedang berduka. Tapi dunia tidak berhenti.

    Di sudut-sudut kota yang tiba-tiba kehilangan daya, makanan membusuk di dalam lemari pendingin yang tidak lagi dingin. Pedagang kecil menghitung kerugian dengan jari yang gemetar. Masyarakat yang panik bayi membuat Antrian BBM mengular, ibu-ibu berdiri dibawah matahari dengan mata yang sudah lebih dulu kering dari air mata karena menjadi keluarga korban penyintas bencana senyar. Di kota masyarakat berbondong-bondong mandi di masjid, bukan karena terbiasa ke masjid, tapi karena tidak ada pilihan lain.

    Lalu Sumatera mati listrik serentak. Satu pulau. Gelap bersama.

    Dan kita, yang menyaksikan semua itu dari layar kecil di genggaman tangan, tetap membuka laptop. Tetap mengerjakan tugas, Tetap masuk kerja. Karena tenggat tidak kenal bencana. Karena sistem tidak berhenti hanya karna kita sedang sesak. Inilah yang jarang kita bicarakan dengan jujur:

    Tubuh kita tidak pernah benar-benar berhenti terjaga.

    Belum selesai mencerna bencana senyar & mati listrik, datang berita ketegangan Selat Hormuz yang mengancam harga BBM. Belum selesai itu, harga pangan naik yang dimana bagi anak kos itu bukan sekedar angka, itu berarti memilih antara makan atau tidak. Belum selesai itu, Lalu berita program JKA yang cukup membuat masyarakat Aceh marah.

    Dalam Psikologi, kondisi ini punya nama: survival mode. Sebuah kondisi di mana tubuh dan pikiran terus- menerus bersiaga menghadapi ancaman, tanpa pernah diberi ruang untuk pulih. Seperti mesin yang dipaksa menyala dua puluh empat jam, bukan karena ia kuat, tapi karena tidak ada yang menekan tombol off. Dan kita sudah lama hidup di dalam mesin itu. Angka-angka hanya mempertegas apa yang tubuh kita sudah tahu lebih dulu.

    Lebih dari 31 juta penduduk Indonesia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental, 19 juta diantaranya gangguan emosional, 12 juta depresi. Satu dari tiga remaja Indonesia membawa setidaknya satu masalah kesehatan jiwa. Dan dari jutaan yang butuh bantuan itu, hanya 12,7 persen yang pergi berobat. Sisanya? Menelan sendiri. Melanjutkan. Pura-pura baik-baik saja.

    Sementara negara menyediakan satu psikiater untuk 200.000 warga, tujuh kali lebh sedikit dari standar yang disarankan dunia.

    Kita sakit, Tapi tidak ada cukup tangan yang menjemput. Yang paling menyedihkan bukan bencana itu sendiri. Yang paling menyedihkan adalah betapa cepatnya kita move on. bukan karena sudah sembuh, tapi karena tidak ada waktu untuk berduka. Karena besok ada tugas. Karena minggu depan ada tagihan. Karena berita baru sudah datang menggantikan yang lama.

    Kita menjadi ahli dalam satu hal: bertahan. Bukan hidup. Dan lama-kelamaan kita lupa apa bedanya. Pulih bukan kemewahan. Ia adalah kebutuhan dasar yang selama ini kita korbankan diam-diam. Di atas altar produktivitas, di atas nama ketangguhan, di atas narasi bahwa mengeluh adalah tanda lemah.

    Tapi ada yang perluu kita akui dengan jujur, meski suaranya kecil dan gemetar “Kita lelah. Dan kelelahan itu nyata. Dan kita berhak untuk berhenti sebentar, tanpa harus menunggu semuanya baik-baik saja dulu”. Karena mungkin itulah bentuk perlawanan paling manusiawi yang tersisa, Berani mengakui bahwa kita tidak baik-baik saja.

    banda aceh BPS Survival Mode UIN Ar- Raniry Banda Aceh
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026

    Antara Adat dan Syariah : Wacana Filsafat Kebudayaan

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,498

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,762

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,213

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,798
    Don't Miss
    Pendidikan

    ITF Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3 dan Penyerahan Simbolis Bantuan Biaya Pendidikan kepada 86 Mahasiswa

    By admin@kopelmanews.com07/10/202613

    Aceh, Kopelmanews.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh melalui Islamic Trust Fund (ITF)…

    Mirza Gunawan Kembali Terpilih Pimpin PII Aceh Utara Periode 2026-2029

    07/10/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    ITF Ar-Raniry Gelar Capacity Building Season 3 dan Penyerahan Simbolis Bantuan Biaya Pendidikan kepada 86 Mahasiswa

    07/10/2026

    Mirza Gunawan Kembali Terpilih Pimpin PII Aceh Utara Periode 2026-2029

    07/10/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,498

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,762

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,213
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.