Close Menu
    What's Hot

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026

    Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Inovasi DANESTA

    06/03/2026

    Dinas Sosial Sumut Hadirkan DANESTA, Berdayakan Disabilitas Lewat Batik

    06/03/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Jumat, Juni 12
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Politik Uang: Musuh utama Demokrasi Pancasila!
    Opini

    Politik Uang: Musuh utama Demokrasi Pancasila!

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/12/2026Updated:06/12/2026Tidak ada komentar23 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Risky, Mahasiswi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Universitas Syiah Kuala
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Politik uang merupakan salah satu masalah serius yang masih sering terjadi dalam pelaksanaan pemilu dan pemilihan kepala daerah di Indonesia. Politik uang adalah tindakan memberikan uang, barang, atau imbalan tertentu kepada masyarakat dengan tujuan memengaruhi pilihan politik mereka. Banda Aceh (12/06/2026

    Selain itu, politik uang juga dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti terpilihnya pemimpin yang kurang kompeten dan meningkatnya risiko korupsi. Calon yang mengeluarkan banyak biaya untuk mendapatkan dukungan masyarakat cenderung berusaha mengembalikan modal yang telah dikeluarkan ketika telah menjabat. Akibatnya, kepentingan rakyat sering kali terabaikan.

    Praktik ini tidak hanya melanggar aturan hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi yang menjunjung tinggi kebebasan dan kejujuran dalam memilih pemimpin.

    Menurut saya, politik uang sangat merugikan masyarakat dan negara. Ketika seseorang memilih karena iming-iming uang, pilihan tersebut tidak lagi didasarkan pada kualitas, kemampuan, dan program kerja calon pemimpin.

    Akibatnya, pemimpin yang terpilih belum tentu memiliki kompetensi yang baik untuk memajukan daerah atau negara. Kondisi ini dapat menghambat pembangunan dan menurunkan kualitas pemerintahan.

    Selain itu, politik uang juga dapat menumbuhkan budaya korupsi. Calon yang telah mengeluarkan banyak uang untuk mendapatkan jabatan berpotensi mencari cara untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. Hal ini dapat mendorong terjadinya penyalahgunaan kekuasaan dan tindakan korupsi yang pada akhirnya merugikan masyarakat luas.

    Masyarakat perlu menyadari bahwa suara mereka memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sejumlah uang yang diberikan sesaat. Pendidikan politik dan kesadaran demokrasi harus terus ditingkatkan agar masyarakat mampu memilih pemimpin berdasarkan visi, misi, integritas, dan kemampuan yang dimiliki.

    Maka politik uang harus ditolak oleh seluruh elemen masyarakat. Demokrasi yang sehat hanya dapat terwujud apabila pemilihan umum berlangsung secara jujur, adil, dan bebas dari praktik politik uang. Melalui partisipasi masyarakat yang cerdas dan bertanggung jawab, Indonesia dapat memiliki pemimpin yang benar-benar bekerja untuk kepentingan rakyat.

    banda aceh politik Politik Uang Universitas Syiah Kuala
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Survival Mode: Kita Tidak pernah Diberi Izin untuk Pulih

    06/12/2026

    Suara Rakyat atau Suara Elite?,

    06/12/2026

    Golput Dikalangan Anak Muda: Bentuk Kebebasan atau Kurangnya Kepedulian?

    06/12/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,192

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,744

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,060

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,228
    Don't Miss
    Opini

    Survival Mode: Kita Tidak pernah Diberi Izin untuk Pulih

    By admin@kopelmanews.com06/12/20263

    Kita lelah. Dan kelelahan itu nyata. Dan kita berhak untuk berhenti sebentar, tanpa harus menunggu semuanya baik-baik saja dulu

    Suara Rakyat atau Suara Elite?,

    06/12/2026

    Politik Uang: Musuh utama Demokrasi Pancasila!

    06/12/2026

    Golput Dikalangan Anak Muda: Bentuk Kebebasan atau Kurangnya Kepedulian?

    06/12/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Survival Mode: Kita Tidak pernah Diberi Izin untuk Pulih

    06/12/2026

    Suara Rakyat atau Suara Elite?,

    06/12/2026

    Politik Uang: Musuh utama Demokrasi Pancasila!

    06/12/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,192

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,744

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,060
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.