Close Menu
    What's Hot

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    LKKS Aceh Bentuk Panitia Pelantikan Pengurus Wilayah, Gubernur Dijadwalkan Melantik

    09/29/2026

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sabtu, Oktober 17
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Pendekatan Psikologi Islam dalam Mengelola Emosi: Integrasi Nilai Sabar, Syukur, dan Tawakal
    Opini

    Pendekatan Psikologi Islam dalam Mengelola Emosi: Integrasi Nilai Sabar, Syukur, dan Tawakal

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/23/2025Updated:06/23/2025Tidak ada komentar26 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Penulis | Alowi Rezeki, Mahasiswa Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Di tengah tekanan hidup modern yang terus meningkat tugas menumpuk, persaingan karier, krisis identitas, hingga eksistensi di media social banyak orang berjuang dalam diam. Emosi meledak, hati mudah tersinggung, dan kepala terasa penuh. Di tengah semua itu, muncul pertanyaan: bagaimana caranya tetap tenang? Apakah cukup dengan meditasi dan berpikir positif? Atau adakah pendekatan lain yang lebih bermakna?

    Dalam perspektif Islam, jawabannya bisa jadi terletak pada tiga kata sederhana namun kuat: sabar, syukur, dan tawakal.

    Apa hubungan sabar, syukur, dan tawakal dengan psikologi?

    Psikologi Islam memandang manusia sebagai makhluk yang tidak hanya punya akal dan tubuh, tetapi juga ruh. Artinya, emosi bukan cuma soal hormon atau trauma masa kecil, tapi juga soal hubungan dengan Tuhan. Konsep ini disebut sebagai keseimbangan antara nafs (jiwa), ruh (spiritualitas), dan akal.

    Sabar, misalnya, bukan hanya tentang “menahan marah,” tapi juga kemampuan untuk mengendalikan diri saat kecewa, gagal, atau kehilangan. Dalam bahasa psikologi, ini disebut self-regulation. Orang yang sabar cenderung tidak impulsif, lebih tenang dalam membuat keputusan, dan mampu menunda kepuasan demi hasil yang lebih baik.

    Syukur? Ini bukan cuma ucapan “alhamdulillah”. Rasa syukur yang dalam bisa menurunkan kecemasan, mengurangi perasaan iri, dan meningkatkan emosi positif. Psikologi Barat bahkan sudah mengadopsi praktik ini lewat gratitude journaling. Ternyata, bersyukur setiap hari bisa menurunkan stres dan meningkatkan kepuasan hidup.

    Sedangkan tawakal mengajarkan kita untuk berusaha semaksimal mungkin, lalu pasrahkan hasilnya kepada Allah. Di tengah dunia yang serba cepat dan tak pasti, tawakal memberi ketenangan karena kita tahu: kita sudah berusaha, sisanya bukan kuasa kita. Ini sejalan dengan konsep coping spiritual dalam psikologi: mekanisme bertahan yang bersumber dari keimanan.

    Emosi bisa dilatih, hati bisa dikuatkan

    Tiga nilai ini sabar, syukur, dan tawakal adalah bentuk latihan mental dan spiritual. Bukan instan, tapi bisa dibiasakan. Misalnya, dengan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menjaga pergaulan yang sehat. Aktivitas-aktivitas ini secara ilmiah terbukti menenangkan sistem saraf dan meningkatkan kesejahteraan mental.

    Menariknya, banyak pendekatan psikologi modern seperti mindfulness dan cognitive behavioral therapy (CBT) yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Bedanya, Islam memberi landasan spiritual yang lebih dalam bukan sekadar “tenang”, tapi juga “bermakna”.

    Kesimpulan: tenang itu bisa dilatih, asal tahu caranya

    Di zaman yang serba cepat dan penuh tekanan ini, menjaga emosi tetap stabil bukan hal mudah. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Islam telah menyediakan tiga kunci utama: sabar untuk menahan dan mengendalikan, syukur untuk melihat sisi terang, dan tawakal untuk melepaskan hal yang di luar kendali.

    Kita memang tak bisa menghindari stres, tapi kita bisa memilih bagaimana cara meresponsnya. Dan dalam memilih itu, mungkin sudah saatnya kita kembali kepada nilai-nilai yang sejak awal telah diajarkan: nilai yang bukan hanya menenangkan hati, tapi juga mendewasakan jiwa.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,041

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,822

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Top News

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    By admin@kopelmanews.com10/11/20267

    KOPELMANEWS.com – Muhammad Alfajri Marpaung, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK)…

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    FSLDKD ke-15 sukses diselenggarakan, FSLDK Aceh siap menjadi wadah pergerakan mahasiswa Dakwah kampus yang unggul

    10/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    10/11/2026

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,041

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,822

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.