Close Menu
    What's Hot

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    LKKS Aceh Bentuk Panitia Pelantikan Pengurus Wilayah, Gubernur Dijadwalkan Melantik

    09/29/2026

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Senin, Oktober 12
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Media Sosial: Tempat Berekspresi atau Ajang Perbandingan Diri?
    Opini

    Media Sosial: Tempat Berekspresi atau Ajang Perbandingan Diri?

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/15/2026Tidak ada komentar60 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Himmatul Alia, Mahasiswi Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Siapa sih yang sekarang nggak punya media sosial? Rasanya hampir semua orang punya akun Instagram, TikTok, atau platform lainnya. Bangun tidur buka media sosial, sebelum tidur buka media sosial lagi. Bahkan kadang niatnya cuma lima menit, eh tahu-tahu sudah satu jam scrolling tanpa sadar. Banda Aceh (15/06/2026)

    Sebenarnya media sosial itu menyenangkan. Kita bisa berbagi cerita, melihat kehidupan teman, mencari hiburan, sampai menemukan informasi baru. Banyak juga yang menjadikan media sosial sebagai tempat untuk menunjukkan karya, bakat, dan pencapaian mereka. Nggak sedikit orang yang mendapatkan kesempatan besar karena aktif di media sosial.

    Tapi pernah nggak sih, saat lagi scrolling tiba-tiba muncul perasaan nggak enak? Misalnya melihat teman yang sudah wisuda duluan, ada yang IPK-nya tinggi, ada yang sering jalan-jalan, ada yang punya banyak prestasi, atau bahkan terlihat selalu bahagia. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan diri sendiri dengan orang lain.

    Kok dia hidupnya enak banget ya?, Kenapa aku nggak sepintar mereka ya?

    Terkadang kita hanya melihat sisi sempurna orang lain. Padahal, yang kita lihat di media sosial sering kali hanyalah bagian terbaik yang mereka tampilkan. Orang cenderung mengunggah momen bahagia, pencapaian, dan hal-hal yang membuat mereka bangga. Jarang ada yang mengunggah kegagalan, rasa sedih, atau perjuangan yang sedang mereka hadapi. Akibatnya, kita sering membandingkan kehidupan kita yang nyata dengan kehidupan orang lain yang sudah dipilih dan disaring sebelum diposting.

    Jujur, aku juga pernah mengalami posisi seperti ini. Merasa kalah, merasa tertinggal, bahkan merasa hilang arah. Terlalu sering melihat pencapaian orang lain membuatku lupa untuk menghargai diriku sendiri. Sampai suatu hari, aku menemukan sebuah konten di platform TikTok yang menjelaskan Surah At-Tin ayat 4 yang berbunyi:

    “Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”

    Di situ dijelaskan bahwa Allah sendiri sudah mengatakan bahwa manusia diciptakan dengan sebaik-baiknya. Namun, kadang kita terlalu sibuk mencari sesuatu untuk dibanggakan sampai lupa bahwa diri kita sendiri adalah ciptaan yang sudah Allah muliakan sejak awal.

    Setelah membaca dan mendengar penjelasan tersebut, aku langsung berpikir bahwa selama ini mungkin aku terlalu sering melihat apa yang dimiliki orang lain sampai lupa melihat apa yang sudah ada dalam diriku sendiri. Kenapa kita sering merasa kurang? Karena kita terlalu focus melihat kelebihan yang dimiliki orang lain. Padahal, setiap manusia diciptakan dengan kelebihan, kemampuan, dan jalan hidupnya masing-masing.

    Menurutku, media sosial sebenarnya bukan musuh. Yang sering menjadi masalah adalah cara kita memandang apa yang ada di dalamnya. Ketika kita terlalu fokus melihat pencapaian orang lain, kita jadi lupa menghargai proses yang sedang kita jalani sendiri. Padahal, setiap orang memiliki waktu dan jalan hidup yang berbeda-beda.

    Dalam psikologi, kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain dikenal sebagai social comparison. Fenomena ini sering terjadi ketika seseorang menilai dirinya berdasarkan pencapaian, penampilan, atau kehidupan orang lain yang dilihatnya. Jika dilakukan secara berlebihan, hal ini dapat membuat seseorang merasa tidak puas terhadap dirinya sendiri.

    Nggak semua orang harus lulus di usia yang sama. Nggak semua orang harus memiliki pencapaian yang sama. Dan nggak semua orang harus menjalani hidup sesuai standar yang kita lihat di media sosial. Justru media sosial bisa menjadi tempat yang positif jika digunakan dengan bijak. Kita bisa menjadikannya sebagai sumber inspirasi, tempat belajar, dan sarana untuk berkembang. Yang penting, jangan sampai media sosial membuat kita merasa kurang hanya karena hidup kita tidak sama dengan orang lain.

    Jadi, media sosial itu tempat berekspresi atau ajang perbandingan diri? Jawabannya tergantung bagaimana kita menggunakannya. Jika digunakan dengan bijak, media sosial bisa menjadi ruang untuk bertumbuh dan menunjukkan diri kita yang sebenarnya. Namun, jika terus digunakan untuk membandingkan diri dengan orang lain, media sosial justru bisa membuat kita kehilangan rasa syukur terhadap kehidupan yang kita miliki.

    Mungkin media sosial tidak akan pernah berhenti menampilkan kehidupan orang lain yang terlihat sempurna. Namun, kita bisa memilih untuk tidak menjadikannya sebagai ukuran kebahagiaan diri sendiri. Karena pada akhirnya, “Comparison is the thief of joy” yang berarti “membandingkan diri adalah pencuri kebahagiaan.” Semakin sering kita membandingkan diri dengan orang lain, semakin sulit kita menikmati hidup yang sedang kita jalani.

    Setiap orang memiliki waktunya masing-masing. Tidak semua orang harus sampai pada tujuan di waktu yang sama. Yang terpenting bukanlah seberapa cepat kita sampai, melainkan bagaimana kita tetap bertumbuh, bersyukur, dan menghargai setiap proses yang sedang kita jalani.

    Media Sosial Psikologi UIN Ar- Raniry Banda Aceh
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    GenBI UIN Ar-Raniry Dalami Kebanksentralan hingga Perlindungan Konsumen Jelang Raker

    10/02/2026

    SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar RDP, Himpun Aspirasi Mahasiswa untuk Penguatan Fasilitas dan Pelayanan Fakultas

    10/01/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,036

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,820

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Top News

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    By admin@kopelmanews.com10/11/20267

    KOPELMANEWS.com – Muhammad Alfajri Marpaung, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK)…

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    FSLDKD ke-15 sukses diselenggarakan, FSLDK Aceh siap menjadi wadah pergerakan mahasiswa Dakwah kampus yang unggul

    10/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    10/11/2026

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,036

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,820

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.