Close Menu
    What's Hot

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    09/12/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kamis, September 24
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Efek Dunning-Kruger dalam Politik: Mengapa yang Paling Keras Bersuara Justru yang Paling Kurang Tahu
    Opini

    Efek Dunning-Kruger dalam Politik: Mengapa yang Paling Keras Bersuara Justru yang Paling Kurang Tahu

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/25/2026Tidak ada komentar20 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Miranda Chintya Bella, Mahasiswi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Pernahkah terpikirkan mengapa di sebuah debat politik, kandidat yang paling lantang justru yang paling susah menjawab pertanyaan teknis? Atau mengapa komentar-komentar paling yakin tentang kebijakan ekonomi sering datang dari mereka yang belum pernah membuka buku teks dasar? Ini bukan kebetulan. Psikologi punya nama untuk fenomena ini, yaitu efek Dunning-Kruger. Banda Aceh (25/06/2026)

    Pada 1999, psikolog David Dunning dan Justin Kruger dari Cornell University menemukan sesuatu yang cukup menggelisahkan, dimana individu dengan kompetensi rendah pada suatu bidang cenderung secara konsisten melebih-lebihkan kemampuan mereka sendiri.

    Bukan karena mereka tidak jujur, tetapi karena mereka tidak memiliki cukup pengetahuan untuk menyadari seberapa banyak yang belum mereka ketahui. Dunning menyebutnya meta-ignorance (tidak tahu bahwa diri tidak tahu). Kondisi inilah yang membuatnya berbahaya, sebab kondisi ini tidak bisa dikoreksi dari dalam.

    Politik adalah arena yang sangat mendukung bagi berkembangnya efek ini

    Sistem insentif politik menghargai kepercayaan diri, bukan kehati-hatian. Pemilih sering kali lebih tertarik pada kandidat yang berbicara yang berbicara tegas daripada mereka yang mengakui kompleksitas masalah. “Saya akan selesaikan masalah ini dalam sembilan belas hari” jauh lebih mudah dijual ketimbang “ini persoalan multi-dimensi yang membutuhkan kajian mendalam”. Yang pertama menang pemilu. Yang kedua mungkin benar.

    Di sinilah ketegangan muncul, sistem demokrasi mendorong komunikasi yang jelas, ringkas, dan meyakinkan. Sementara itu, masalah-masalah publik yang sesungguhnya hampir selalu kompleks, penuh ketidakpastian, dan membutuhkan kehati-hatian. Dua tuntutan ini tidak selalu berjalan seiring.

    Ini menciptakan ekosistem berbahaya, dimana pemilih yang overconfident memilih politikus yang overconfident dan lingkaran ini terus berputar, menghasilkan kebijakan yang dirancang oleh orang yang kurang paham, didukung oleh massa yang juga kurang paham. Ini bukan salah mereka sepenuhnya, ini sebagian dari produk dari sistem pendidikan yang menanam pemikiran bahwa diam berarti tidak tahu dan tidak tahu adalah memalukan. Padahal justru sebaliknya yang akurat.

    Jalan keluarnya bukan mempersulit orang untuk berpendapat, sebab demokrasi butuh partisipasi. Jalan keluarnya adalah membudayakan epistemic humility, keberanian untuk berkata “saya tidak cukup tahu tentang ini.” Ironisnya, pengakuan itu justru adalah tanda kecerdasan.

    Pemimpin terbaik bukan yang tidak pernah ragu, melainkan yang tahu kapan harus berhenti bicara dan mulai mendengarkan. Dalam iklim politik kita hari, kerendahan hati intelektual bukan kelemahan. Ia adalah prasyarat demokrasi yang sehat.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,034

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,818

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Pendidikan

    Kemenag Batasi Penggunaan Gawai bagi Murid dan Guru di Satuan Pendidikan

    By admin@kopelmanews.com09/20/20269

    KOPELMANEWS.com – Kementerian Agama (Kemenag) menerapkan aturan pembatasan penggunaan gawai dan internet di lingkungan satuan…

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Resmi Dilantik, Asosiasi Prodi PPG Perguruan Tinggi Keagamaan Siap Berkontribusi Perkuat Mutu dan Tata Kelola PPG Keagamaan

    09/17/2026

    Sosdapil MPR RI di Banda Aceh, Ghufran Ajak Warga Perkokoh Persatuan

    09/17/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Kemenag Batasi Penggunaan Gawai bagi Murid dan Guru di Satuan Pendidikan

    09/20/2026

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Resmi Dilantik, Asosiasi Prodi PPG Perguruan Tinggi Keagamaan Siap Berkontribusi Perkuat Mutu dan Tata Kelola PPG Keagamaan

    09/17/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,034

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,818

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.