Kopelmanews.com – Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara meluncurkan inovasi daerah bertajuk DANESTA (Daksa Netra Istimewa), sebuah program pemberdayaan ekonomi kreatif yang dirancang khusus bagi penyandang disabilitas tuna netra dan tuna daksa. Program ini dijalankan melalui UPTD Pelayanan Sosial Tuna Netra dan Tuna Daksa Sei Buluh-Tebing Tinggi, dan menjadi yang pertama di Sumatera Utara yang mengintegrasikan dua kelompok disabilitas berbeda dalam satu ekosistem produksi batik. Tebing Tinggi (03/06/2026)
“Selama ini penyandang disabilitas terlalu sering dipandang sebagai kelompok yang perlu dibantu, bukan kelompok yang mampu berkarya. DANESTA hadir untuk mengubah sudut pandang itu. Kami ingin mereka berdiri di atas kaki sendiri, menghasilkan karya yang diakui pasar, dan mendapat penghidupan yang layak dan bermartabat,”
ujar Sarson T. Martinus Malau, AKS selaku Ketua Inovasi Danesta.
DANESTA hadir menjawab tantangan nyata yang selama ini dihadapi penyandang disabilitas. Data BPS tahun 2023 mencatat hanya sekitar 4,49 persen dari 17 juta penyandang disabilitas di Indonesia yang memiliki pekerjaan.

Di Sumatera Utara, kondisi ini diperparah oleh minimnya program pelatihan vokasional yang adaptif dan masih kuatnya stigma sosial di dunia kerja. Melalui metode pelatihan adaptif peserta dibimbing hingga mampu berproduksi secara mandiri, dengan hasil karya yang dikemas dan dipasarkan melalui pameran daerah hingga marketplace digital.
DANESTA saat ini diikutsertakan dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026 sebagai representasi inovasi daerah Provinsi Sumatera Utara, melibatkan kolaborasi lintas OPD dan terbuka untuk direplikasi oleh daerah lain yang memiliki tradisi batik lokal.

Program ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam menjalankan program prioritas Gubernur, yakni pemberdayaan perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas yang bermartabat dan berkelanjutan.

