Close Menu
    What's Hot

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    LKKS Aceh Bentuk Panitia Pelantikan Pengurus Wilayah, Gubernur Dijadwalkan Melantik

    09/29/2026

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Senin, Oktober 12
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Demokrasi Pancasila: Suara Rakyat atau Dominasi Elit?
    Opini

    Demokrasi Pancasila: Suara Rakyat atau Dominasi Elit?

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/13/2026Tidak ada komentar51 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Roisa Fatlia, Mahasiswi Prodi Pendidikan Pancasilan dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Demokrasi Pancasila berlandaskan prinsip kedaulatan rakyat yang tercermin dalam semboyan “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”. Sistem ini dirancang agar setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan aspirasi, berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, dan merasakan manfaat pembangunan. Namun, dalam praktiknya, muncul pertanyaan: apakah Demokrasi Pancasila benar-benar menjadi wadah suara rakyat atau justru lebih banyak dipengaruhi kepentingan elit politik? Banda Aceh, (13/06/2026)

    Secara Ideal, Demokrasi Pancasila memiliki fondasi yang kuat untuk menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Nilai-nilai seperti persatuan, keadilan sosial, dan musyawarah untuk mufakat mengandung makna bahwa keputusan diambil setelah mempertimbangkan kepentingan bersama, bukan hanya kelompok tertentu. Di lapangan, kita dapat melihat bukti nyata: pemilihan umum yang diadakan secara berkala, kebebasan menyampaikan pendapat, serta adanya lembaga perwakilan yang seharusnya menjadi jembatan aspirasi.

    Namun di sisi lain, tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat tantangan yang membuat demokrasi ini sering terasa lebih berpihak pada elit politik. Fenomena politik uang, biaya politik yang semakin mahal, serta akses yang tidak setara terhadap media dan sumber daya membuat hanya segelintir orang yang mampu bersaing dan mempengaruhi kebijakan.

    Banyak keputusan penting yang diambil di tingkat legislatif maupun eksekutif seringkali lebih mencerminkan kesepakatan antar kelompok kekuasaan daripada kebutuhan masyarakat luas. Ketika aspirasi rakyat tereduksi hanya menjadi simbol kampanye, dan tidak diwujudkan dalam tindakan nyata, maka demokrasi yang seharusnya milik rakyat berubah menjadi alat kekuasaan segelintir orang.

    Kesenjangan ekonomi dan pendidikan juga menjadi faktor yang memperlebar jarak antara rakyat dan elit. Masyarakat yang berada di daerah terpencil atau memiliki keterbatasan akses informasi seringkali sulit memahami isu-isu politik secara mendalam, sehingga mudah dipengaruhi oleh janji-janji manis tanpa bukti. Di sisi lain, kelompok elit memiliki jaringan, dana, dan kekuasaan untuk mengatur arah wacana politik sesuai keinginan mereka. Akibatnya, mekanisme musyawarah yang menjadi jiwa Demokrasi Pancasila seringkali tergantikan oleh transaksi kekuasaan dan tawar-menawar kepentingan sesaat.

    Meskipun begitu, kita tidak boleh menyimpulkan bahwa Demokrasi Pancasila telah gagal sepenuhnya. Masih banyak ruang perbaikan yang dapat ditempuh. Pemerintah dan lembaga terkait perlu memperketat pengawasan terhadap praktik politik uang, meningkatkan transparansi keuangan partai politik, serta membuka akses informasi yang luas dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

    Pendidikan politik sejak dini juga menjadi kunci agar rakyat tidak hanya menjadi objek politik, tetapi menjadi subjek yang cerdas dan kritis dalam menentukan arah bangsa. Demokrasi Pancasila pada dasarnya adalah sistem yang baik, namun keberhasilannya sangat bergantung pada pelaksanaannya.

    Jika prinsip kedaulatan rakyat benar-benar dijunjung tinggi, maka sistem ini akan tetap menjadi rumah bagi seluruh aspirasi rakyat. Namun jika ia terus dikuasai oleh kepentingan segelintir orang, maka ia hanya akan menjadi topeng yang menutupi dominasi kekuasaan elit. Tantangan ini menjadi tugas bersama: bagi rakyat untuk terus mengawasi, dan bagi penyelenggara negara untuk kembali memegang amanah “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”.

    banda aceh Demokrasi politik Universitas Syiah Kuala
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Rektor Tetapkan Musradinur dan Azmil Hasan Lubis Pimpin Program PPG UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/26/2026

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,036

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,820

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Top News

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    By admin@kopelmanews.com10/11/20267

    KOPELMANEWS.com – Muhammad Alfajri Marpaung, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK)…

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    FSLDKD ke-15 sukses diselenggarakan, FSLDK Aceh siap menjadi wadah pergerakan mahasiswa Dakwah kampus yang unggul

    10/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    10/11/2026

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,036

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,820

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.