Close Menu
    What's Hot

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026

    Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Inovasi DANESTA

    06/03/2026

    Dinas Sosial Sumut Hadirkan DANESTA, Berdayakan Disabilitas Lewat Batik

    06/03/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Senin, Juni 8
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » DEMA FTK UIN Ar-Raniry Lakukan Observasi Lapangan, Soroti Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah
    Pendidikan

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Lakukan Observasi Lapangan, Soroti Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/08/2026Tidak ada komentar6 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Ketua DEMA FTK UIN Ar-Raniry, Muhammad Alfajri Marpaung, menegaskan bahwa kondisi yang ditemukan di lapangan menunjukkan masih lemahnya realisasi pemulihan pendidikan pascabencana di Aceh Tengah. Banda Aceh (08/06/2026)

    “Kami mengapresiasi pemerintah dan berbagai pihak yang telah turun langsung ke lokasi bencana untuk melihat kondisi masyarakat serta sektor pendidikan yang terdampak. Kami juga mencatat penjelasan dari Dinas Pendidikan bahwa pembangunan sekolah masih berada dalam tahap rehabilitasi, peninjauan, dan pencarian lahan untuk pembangunan sekolah permanen. Guru maupun masyarakat sekitar juga membenarkan bahwa rencana tersebut memang pernah disampaikan,” ujarnya.

    Namun menurutnya, masyarakat saat ini tidak lagi membutuhkan penjelasan mengenai rencana, melainkan kepastian mengenai pelaksanaan.

    “Masalahnya, delapan bulan setelah bencana berlalu, masyarakat masih berada pada titik yang sama: menunggu. Menunggu realisasi, menunggu pembangunan, dan menunggu janji yang hingga hari ini belum terlihat bentuk nyatanya. Sementara itu, anak-anak tetap datang ke sekolah setiap hari dalam kondisi yang jauh dari layak. Waktu terus berjalan, tetapi penyelesaiannya seolah berjalan di tempat,” tegasnya.

    Menurut DEMA FTK, apa yang terjadi di SD Negeri 10 Ketol merupakan gambaran bahwa pemulihan pendidikan belum berjalan secepat yang dibutuhkan masyarakat. Siswa masih belajar berdesakan dalam satu ruangan, dengan fasilitas yang terbatas, tanpa akses listrik yang memadai, dan dalam kondisi yang seharusnya sudah tidak lagi terjadi delapan bulan pascabencana.

    “Jangan sampai penderitaan masyarakat hanya menjadi bahan laporan, bahan rapat, dan bahan publikasi di media sosial. Masyarakat tidak membutuhkan pencitraan. Masyarakat membutuhkan tindakan nyata. Anak-anak tidak membutuhkan kunjungan yang berulang-ulang, mereka membutuhkan ruang kelas yang layak untuk belajar. Mereka tidak membutuhkan janji yang terus disampaikan, mereka membutuhkan bukti bahwa negara benar-benar hadir untuk mereka,” ujarnya

    DEMA FTK menilai bahwa terlalu sering masyarakat disuguhi narasi tentang proses, kajian, dan perencanaan, sementara kebutuhan paling mendasar di lapangan masih belum terpenuhi.

    “Jangankan berbicara tentang pembangunan sekolah baru, kebutuhan dasar pendidikan saja hingga hari ini masih belum terselesaikan. Listrik belum tersedia, fasilitas belajar masih terbatas, perlengkapan pendidikan belum sepenuhnya terpenuhi, dan siswa masih harus bertahan dalam kondisi yang serba kekurangan. Jika delapan bulan belum cukup untuk menyelesaikan kebutuhan yang paling mendasar, maka masyarakat berhak mempertanyakan sejauh mana pendidikan benar-benar menjadi prioritas pemerintah,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa bencana memang tidak dapat dicegah, tetapi lambannya respons dan tindak lanjut merupakan sesuatu yang seharusnya dapat dihindari.

    “Bencana telah berlalu delapan bulan yang lalu, tetapi anak-anak masih menanggung akibatnya hingga hari ini. Yang lebih menyedihkan, mereka bukan lagi hanya berhadapan dengan dampak bencana, tetapi juga dengan lambannya proses pemulihan. Jangan sampai bangunan sekolah yang roboh lebih cepat mendapat perhatian dibanding masa depan anak-anak yang sedang dipertaruhkan setiap harinya,” tegas Muhammad Alfajri Marpaung.

    DEMA FTK mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk segera menghentikan pola kerja yang berhenti pada tahap peninjauan dan perencanaan semata. Masyarakat membutuhkan kepastian, target yang jelas, dan tindakan yang dapat diukur.

    “Yang sedang dipertaruhkan hari ini bukan sekadar gedung sekolah, melainkan masa depan generasi Aceh Tengah. Pendidikan tidak boleh menjadi korban kedua setelah bencana. Delapan bulan adalah waktu yang terlalu lama bagi anak-anak untuk terus menunggu. Negara tidak boleh hanya hadir saat meninjau lokasi dan mengambil dokumentasi. Negara harus hadir dalam bentuk solusi yang nyata, cepat, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    HMPS MPI UIN Ar-Raniry Sukses Gelar Empat Agenda Strategis dalam Satu Hari

    06/06/2026

    Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry Hadiri Pelantikan HMPS MPI, Apresiasi Identitas dan Semangat Kabinet Rencong Muda

    06/06/2026

    HMP PAI UIN Ar-Raniry Gelar RAKER 2026–2027, Tetapkan Arah Gerak Organisasi Satu Periode ke Depan

    06/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,191

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,742

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,057

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,224
    Don't Miss
    Pendidikan

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Lakukan Observasi Lapangan, Soroti Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah

    By admin@kopelmanews.com06/08/20266

    Aceh, Kopelmanews.com – Ketua DEMA FTK UIN Ar-Raniry, Muhammad Alfajri Marpaung, menegaskan bahwa kondisi yang…

    HMPS MPI UIN Ar-Raniry Sukses Gelar Empat Agenda Strategis dalam Satu Hari

    06/06/2026

    Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry Hadiri Pelantikan HMPS MPI, Apresiasi Identitas dan Semangat Kabinet Rencong Muda

    06/06/2026

    HMP PAI UIN Ar-Raniry Gelar RAKER 2026–2027, Tetapkan Arah Gerak Organisasi Satu Periode ke Depan

    06/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Lakukan Observasi Lapangan, Soroti Pemulihan Pendidikan Pascabencana di Aceh Tengah

    06/08/2026

    HMPS MPI UIN Ar-Raniry Sukses Gelar Empat Agenda Strategis dalam Satu Hari

    06/06/2026

    Presiden Mahasiswa UIN Ar-Raniry Hadiri Pelantikan HMPS MPI, Apresiasi Identitas dan Semangat Kabinet Rencong Muda

    06/06/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,191

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,742

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,057
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.