Close Menu
    What's Hot

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Gubernur BI Perry Warjiyo Mengundurkan Diri, Pasar Soroti Dampaknya

    07/27/2026

    3 Brigjen Pol Dapat Penugasan Baru ke Itwasum Polri pada Mutasi Juni 2026

    07/24/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Selasa, Agustus 11
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual
    Opini

    Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/27/2026Tidak ada komentar92 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Aisyah Suha Nabilah, Mahasiswi Sejarah Kebudayaan Islam Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Dalam jendela sejarah, Aceh merupakan daerah yang kaya akan budaya dan adat istiadat yang masih melekat serta turun-temurun hingga saat ini. Sejatinya, kita hidup berdampingan dengan adat istiadat yang memiliki ciri khas di setiap daerahnya. Namun, budaya bersifat dinamis, artinya dapat berubah kapan saja tergantung faktor yang memengaruhinya. Banda Aceh (27/06/2026)

    Kita sebagai generasi yang menjalankan dan menerima budaya tersebut tidak bisa menolak perubahan, sebab seiring perkembangan zaman, pola pikir masyarakat pun akan semakin maju. Salah satu budaya Aceh yang masih eksis adalah peusijuk, salah satu tradisi yang digunakan masyarakat dalam berbagai konteks kehidupan dan sering kali dikaitkan dengan nilai keagamaan.

    Menurut saya, tradisi peusijuk ini bisa saja bertransformasi. Pada dasarnya, penggunaan beberapa benda dalam peusijuk mengadaptasi simbol-simbol dari tradisi masa lampau seperti era Hindu yang kemudian dipadukan dengan doa-doa Islami.

    Saya rasa, esensi dari tradisi ini tetap bisa dijalankan tanpa harus mempertahankan unsur-unsur benda tersebut. Prosesi peusijuk dapat disederhanakan dalam bentuk doa bersama yang dipimpin oleh seorang ustadz atau tokoh agama, tanpa mengurangi nilai keberkahan yang dicari.

    Saya melihat penggunaan benda-benda dalam peusijuk sering kali membuat sebagian masyarakat salah kaprah dalam memaknai fungsinya. Peusijuk yang seharusnya menjadi sarana mencari berkah lewat doa, kini maknanya mulai bias karena tiap daerah punya cara yang berbeda-beda. Variasi inilah yang membuat nilai keagamaan dan fungsi asli peusijuk menjadi tidak pasti lagi.

    Maka dari itu, menurut saya tradisi ini boleh saja diubah dan diadaptasi agar lebih sederhana. Prosesinya cukup dilakukan dengan berkumpul dan berdoa bersama, tanpa perlu mempertahankan unsur-unsur lama yang justru berpotensi memicu penyalahgunaan budaya di masyarakat.

    Pada akhirnya, menjaga budaya tidak selalu berarti mempertahankan seluruh atribut masa lalu secara kaku, melainkan menjaga esensi kebaikan di dalamnya agar tidak menyimpang. Mengadaptasi peusijuk menjadi sekadar prosesi doa bersama yang dipimpin seorang ustadz atau tokoh agama adalah jalan tengah yang bisa diterapkan demi menyelamatkan nilai spiritual tradisi ini dari salah kaprah di masyarakat.

    Dengan menyederhanakan ritual dan berfokus pada esensi doa, kita tidak hanya melestarikan warisan indahnya, tetapi juga membuktikan bahwa adat Aceh mampu bergerak dinamis seiring berkembangnya zaman tanpa kehilangan nilai keberkahannya.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Filsafat Kebudayaan: Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal di Tengah Arus Modernisasi

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,004

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,801
    Don't Miss
    Nasional

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    By admin@kopelmanews.com08/06/202675

    Aceh, Kopelmanews.com – Prof Dr Mujiburrahman MAg kembali dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh…

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026

    Silaturahmi Remaja Masjid se-Kecamatan Gunung Malela Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Generasi Muda

    08/02/2026

    Perkuat Relevansi Pendidikan Vokasional, FKIP UNIMAL, FT UNIMED, dan PNL Gelar FGD Penyelarasan Kurikulum Serumpun

    07/31/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Mujiburrahman Kembali Dilantik sebagai Rektor UIN Ar-Raniry Periode Kedua 2026–2030

    08/06/2026

    Permainan Mencari Mata Hewan, Melatih Atensi Visual

    08/03/2026

    Silaturahmi Remaja Masjid se-Kecamatan Gunung Malela Perkuat Ukhuwah dan Sinergi Generasi Muda

    08/02/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,004

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,767

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,214
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.