Close Menu
    What's Hot

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026

    Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Inovasi DANESTA

    06/03/2026

    Dinas Sosial Sumut Hadirkan DANESTA, Berdayakan Disabilitas Lewat Batik

    06/03/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Selasa, Juni 23
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Depresi Bukan Lebay : Luka Tak Terlihat yang Menggerogoti Jutaan Jiwa
    Opini

    Depresi Bukan Lebay : Luka Tak Terlihat yang Menggerogoti Jutaan Jiwa

    Rahmat Sapaat SiregarBy Rahmat Sapaat Siregar06/23/2026Tidak ada komentar6 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Wardina, Mahasiswi Psikologi, Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Bayangkan dua orang duduk di kamar yang sama. Yang pertama menatap layar ponsel sambil tertawa membaca media sosial. Yang kedua duduk bersila, memandangi langit-langit, merenungkan beban yang dirasa tidak pernah usai. Banda Aceh (23/06/2026)

    Tubuhnya terasa berat, pikirannya kosong, namun tidak ada satu pun orang di sekitarnya yang menyadari bahwa ia sedang bertarung dengan dirinya sendiri. Pemandangan semacam ini bukan sekadar khayalan. Ia adalah potret nyata dari jutaan orang yang hidup dengan depresi, namun memilih diam karena takut dianggap berlebihan.

    Di tengah masyarakat kita, kata “depresi” sering dipakai secara sembarangan. Gagal ujian sedikit, bilang depresi. Putus cinta semalam, bilang depresi. Akibatnya, ketika seseorang benar-benar mengalami depresi klinis dan mencoba bercerita, respons yang sering ia dapatkan justru: “Ah, kamu lebay. Semua orang juga capek.” Padahal antara lelah biasa dan depresi klinis, jaraknya sangat jauh, baik secara gejala maupun secara mekanisme di dalam otak.

    Menurut WHO, sekitar 332 juta orang di dunia hidup dengan depresi, dan kondisi ini sekitar 1,5 kali lebih umum dialami perempuan dibanding laki-laki. Pada tahun 2021, diperkirakan 727.000 orang kehilangan nyawa akibat bunuh diri, menjadikannya penyebab kematian ketiga terbesar pada kelompok usia 15–29 tahun. Yang lebih memprihatinkan, bahkan di negara berpenghasilan tinggi, hanya sekitar sepertiga penderita depresi yang benar-benar mendapatkan penanganan kesehatan mental.

    Di Indonesia sendiri, data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 oleh Kementerian Kesehatan RI menunjukkan prevalensi depresi pada penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 6,1%. Provinsi dengan prevalensi tertinggi tercatat di Sulawesi Tengah sebesar 12,3%, sementara provinsi dengan prevalensi terendah berada di Jambi dengan 1,8. Khusus pada anak muda, Riskesdas 2018 mencatat bahwa 6,2% penduduk berusia 15–24 tahun mengalami depresi sebuah kelompok usia yang sebenarnya sedang berada pada masa-masa penting pembentukan diri dan pencapaian akademik.

    Pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa depresi tidak bisa hanya disembuhkan dengan “berpikir positif” atau “bersyukur saja”? Jawabannya terletak pada apa yang sebenarnya terjadi di dalam otak seseorang yang mengalami depresi. Penelitian dalam bidang neuropsikologi menunjukkan adanya penurunan aktivitas pada korteks prefrontal, bagian otak yang bertanggung jawab atas pengambilan keputusan dan regulasi emosi. Di sisi lain, terjadi pula gangguan keseimbangan neurotransmiter seperti serotonin dan dopamin, dua zat kimia otak yang berperan besar dalam mengatur suasana hati. Dengan kata lain, depresi bukan sekadar “pikiran negatif yang dipelihara”, melainkan kondisi biologis yang nyata, sama nyatanya dengan diabetes atau hipertensi.

    Inilah sebabnya nasihat seperti “yang penting jangan banyak pikiran” justru bisa terasa menyakitkan bagi penderita depresi. Bukan karena mereka tidak ingin berpikir positif, tetapi karena otak mereka secara harfiah kesulitan memproduksi perasaan positif itu sendiri.

    Gejala depresi pun sering kali tidak terlihat dari luar. Seseorang bisa tetap tersenyum, masuk kelas, mengerjakan tugas, bahkan menghibur orang lain, sementara di dalam dirinya ia merasa hampa dan lelah secara emosional setiap hari. Kondisi ini dikenal dengan istilah smiling depression, di mana penderitanya menyembunyikan gejala di balik topeng baik-baik saja, sering kali karena takut menjadi beban atau dianggap lemah.

    Lantas, apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh penderita depresi? Pertama, pengakuan. Bukan diragukan, apalagi diremehkan. Kedua, akses terhadap bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater, karena depresi klinis pada banyak kasus membutuhkan terapi psikologis dan dalam beberapa kondisi juga memerlukan penanganan medis. Ketiga, dan tidak kalah penting, lingkungan yang mau mendengarkan tanpa buru-buru menghakimi atau memberi nasihat instan.

    Kita tidak pernah menyuruh orang yang patah tulang untuk “kuat-kuatin saja jalan.” Maka sudah seharusnya kita berhenti menyuruh orang yang depresi untuk “kuat-kuatin saja pikiran.” Depresi adalah luka yang nyata, hanya saja ia tidak meninggalkan memar di kulit, melainkan di dalam jiwa.

    Sudah waktunya kita berhenti menertawakan kata “depresi” sebagai bahan candaan ringan, dan mulai memperlakukannya sebagai apa yang sebenarnya: sebuah kondisi serius yang menyerang siapa saja, kapan saja, tanpa peduli seberapa kuat seseorang terlihat dari luar.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    Rahmat Sapaat Siregar
    • Instagram

    Related Posts

    Ketika Meunasah Tak lagi menjadi Rumah: Menjaga Nilai di Tengah Perubahan Budaya Aceh

    06/23/2026

    Topeng Narsisme: Ketika Kepribadian Menjadi Respons Bertahan Hidup

    06/23/2026

    Meuseuraya, Tradisi Lama yang Mulai Memudar di Zaman Sekarang

    06/23/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/20264,303

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,207

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,787

    Griefbot, Ilusi Keabadian Digital, dan Krisis Duka dalam Psikologi Klinis Abad ke-21

    06/16/20262,336
    Don't Miss
    Opini

    Ketika Meunasah Tak lagi menjadi Rumah: Menjaga Nilai di Tengah Perubahan Budaya Aceh

    By admin@kopelmanews.com06/23/20262

    Aceh, Kopelmanews.com – Perubahan sering kali dianggap sebagai ancaman bagi tradisi. Padahal, dalam banyak kasus,…

    Moderasi Beragama di Era Digital: Benteng Harmoni di Tengah Banjir Informasi

    06/23/2026

    Topeng Narsisme: Ketika Kepribadian Menjadi Respons Bertahan Hidup

    06/23/2026

    Meuseuraya, Tradisi Lama yang Mulai Memudar di Zaman Sekarang

    06/23/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Ketika Meunasah Tak lagi menjadi Rumah: Menjaga Nilai di Tengah Perubahan Budaya Aceh

    06/23/2026

    Moderasi Beragama di Era Digital: Benteng Harmoni di Tengah Banjir Informasi

    06/23/2026

    Topeng Narsisme: Ketika Kepribadian Menjadi Respons Bertahan Hidup

    06/23/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/20264,303

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,207

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,787
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.