Aceh, Kopelmnews.com – Di era digital saat ini, media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan anak muda. Melalui platform seperti Instagram, TikTok, dan X, seseorang dapat dengan mudah membagikan aktivitas, pencapaian, maupun momen penting dalam hidupnya. Tidak sedikit orang merasa senang ketika unggahannya mendapatkan banyak likes, komentar, atau dibagikan oleh pengguna lain. Namun, tanpa disadari media sosial kini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga tempat mencari pengakuan dari orang lain. Banda Aceh (19/06/2026)
Fenomena ini semakin sering terlihat di kalangan remaja dan dewasa muda. Banyak orang merasa lebih percaya diri ketika mendapatkan respons positif dari media sosial. Sebaliknya, ketika unggahannya tidak mendapat perhatian sesuai harapan, mereka mulai merasa kecewa, minder, bahkan mempertanyakan nilai dirinya sendiri.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena kesehatan mental generasi muda juga menjadi isu yang semakin banyak dibicarakan. Berdasarkan Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022, sekitar 34,9% remaja Indonesia mengalami masalah kesehatan mental dalam 12 bulan terakhir. Meskipun penyebabnya beragam, penggunaan media sosial yang semakin intens sering dikaitkan dengan meningkatnya tekanan psikologis pada remaja dan dewasa muda.
Selain itu, media sosial juga mendorong seseorang untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Setiap hari kita melihat teman yang berhasil lulus tepat waktu, memperoleh pekerjaan impian, mendapatkan beasiswa, atau menjalani kehidupan yang tampak sempurna. Padahal, yang terlihat di media sosial sering kali hanyalah sisi terbaik dari kehidupan seseorang.
Kita melihat keberhasilannya, tetapi tidak melihat perjuangan dan kegagalan yang mereka alami. akibatnya, banyak anak muda merasa tertinggal meskipun sebenarnya sedang menjalani proses hidup yang berbeda. Mereka menjadi sulit merasa cukup karena terus membandingkan diri dengan standar yang dibentuk oleh media sosial.
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menggunakan media sosial secara lebih bijak. Jumlah likes, komentar, maupun followers bukanlah ukuran nilai diri seseorang. Pada akhirnya, setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Belajar menerima diri sendiri dan menghargai setiap proses yang dijalani merupakan langkah penting untuk menjaga kesehatan mental di tengah era digital yang penuh tuntutan sosial.

