Close Menu
    What's Hot

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026

    Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Inovasi DANESTA

    06/03/2026

    Dinas Sosial Sumut Hadirkan DANESTA, Berdayakan Disabilitas Lewat Batik

    06/03/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sabtu, Juni 27
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Anak SLB Banda Aceh: Makna Kesabaran dan Syukur melalui Keunikan Belajar
    Opini

    Anak SLB Banda Aceh: Makna Kesabaran dan Syukur melalui Keunikan Belajar

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com12/26/2025Tidak ada komentar21 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Difa Oktavia Azhari, Mahasiswa Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com– Anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB) di Banda Aceh menunjukkan keberagaman karakter, kemampuan, serta potensi yang unik meskipun memiliki keterbatasan fisik maupun perilaku. Hal tersebut terungkap dari hasil kegiatan observasi lapangan yang saya lakukan di salah satu SLB di Kota Banda Aceh dalam rangka melihat secara langsung proses pembelajaran dan interaksi siswa di lingkungan sekolah. Banda Aceh (26/12/2025)

    Dalam pengamatan tersebut, saya melihat bahwa setiap anak memiliki sifat yang berbeda-beda. Ada yang aktif, sangat aktif, mudah diajak berkomunikasi, hingga ada pula yang cenderung sulit berinteraksi dan menunjukkan perilaku agresif seperti memukul atau melempar barang. Namun secara umum, anak-anak SLB tersebut mampu merespons lingkungan sekitar dan memahami instruksi sederhana yang diberikan oleh guru maupun orang lain.

    Beberapa siswa tampak memiliki kemampuan khusus, seperti bernyanyi mengikuti alunan musik meskipun dengan lirik yang tidak jelas. Ada pula anak yang menunjukkan respons emosional berlebihan ketika mendapat sanjungan, seperti tertawa tanpa henti. Di sisi lain, terdapat siswa yang lancar berkomunikasi secara verbal, namun ada juga yang kesulitan berbicara dan lebih mengekspresikan diri melalui gerakan atau musik.

    Saat pelaksanaan ujian, hampir seluruh siswa memerlukan bimbingan dari wali kelas. Mulai dari memegang pensil, memahami soal, hingga diarahkan untuk menjawab. Konsentrasi siswa juga relatif mudah terdistraksi sehingga guru perlu bersikap tegas agar mereka mau menyimak dan mengerjakan soal. Meski demikian, sebagian besar siswa memahami bahwa lembar yang dibagikan adalah lembar ujian, meskipun respons mereka berbeda-beda. Ada yang memperhatikan dengan baik, namun ada pula yang langsung meremas lembar jawaban tersebut.

    Tingkah laku unik juga kerap muncul selama kegiatan berlangsung. Beberapa siswa secara spontan menyambung lagu ketika mendengar suara beralun, ada yang menunjukkan rasa cemburu saat wali kelas memuji temannya, bahkan ada yang tiba-tiba melantunkan zikir atau azan. Ketika kegiatan ice breaking diputar melalui laptop, sebagian besar siswa tampak menyimak, bahkan menirukan gerakan yang ditampilkan.

    Dalam keseharian, anak-anak SLB ini menunjukkan tingkat kemandirian yang cukup baik. Mereka mampu membuka bekal sendiri, mengupas buah, membuka tumbler, serta mengambil peralatan makan sesuai instruksi. Saat diminta mengambil sendok di lemari, beberapa siswa langsung mengetahui letaknya tanpa keliru mengambil garpu. Mereka juga terbiasa membuang sampah pada tempatnya.

    Menariknya, ketika waktu makan, anak-anak cenderung tidak berbicara dan tidak mengganggu teman. Namun, ekspresi kegembiraan terlihat jelas ketika mereka menikmati makanan favorit, ditunjukkan dengan suara antusias dan gestur menunjukkan makanan tersebut. Ada pula siswa yang memilih makan menggunakan tangan kiri dan enggan menggunakan tangan kanan.

    Dalam hal sosial, sebagian siswa menunjukkan sikap berbagi, meskipun selektif. Seorang siswa dengan spontan memberikan jeruk kepada wali kelas ketika diminta, namun enggan membagikannya kepada teman karena merupakan makanan favoritnya. Sebaliknya, untuk jenis bekal lain, siswa tersebut tidak pelit. Bekal yang dibawa pun beragam, mulai dari buah, roti, hingga makanan ringan.

    Observasi juga menunjukkan kemampuan kognitif yang menarik. Saat musik berhitung diperdengarkan, salah satu siswa langsung menunjuk angka yang tertera di dinding kelas. Cara siswa menghafal musik pun beragam, ada yang mengikuti alunan secara spontan, ada yang memejamkan mata, menatap ke atas, hingga menggerakkan kaki mengikuti irama. Kegiatan lapangan ini memperlihatkan bahwa anak-anak SLB di Banda Aceh bukan hanya memiliki keterbatasan, tetapi juga potensi, kemandirian, serta keunikan yang patut diapresiasi. Dengan pendampingan yang tepat, kesabaran guru, dan lingkungan yang suportif, mereka mampu berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Perjuangan Masyarakat Menyiapkan Hidangan Kenduri Jeurat di Nagan Raya

    06/27/2026

    Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual

    06/27/2026

    Hubungan Tanpa Status: Antara Harapan, Kenyamanan dan Ketidakpastian

    06/26/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,261

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,546

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,212

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,795
    Don't Miss
    Opini

    Perjuangan Masyarakat Menyiapkan Hidangan Kenduri Jeurat di Nagan Raya

    By admin@kopelmanews.com06/27/202624

    Aceh, Kopelmanews.com – Kenduri jeurat merupakan tradisi yang masih dipertahankan oleh masyarakat hingga sekarang. Tradisi…

    Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual

    06/27/2026

    Hubungan Tanpa Status: Antara Harapan, Kenyamanan dan Ketidakpastian

    06/26/2026

    Phubbing dan Krisis Koneksi Nyata, Saat Gawai Mengalahkan Kehadiran Manusia

    06/26/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Perjuangan Masyarakat Menyiapkan Hidangan Kenduri Jeurat di Nagan Raya

    06/27/2026

    Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual

    06/27/2026

    Hubungan Tanpa Status: Antara Harapan, Kenyamanan dan Ketidakpastian

    06/26/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,261

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,546

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,212
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.