Close Menu
    What's Hot

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026

    Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Inovasi DANESTA

    06/03/2026

    Dinas Sosial Sumut Hadirkan DANESTA, Berdayakan Disabilitas Lewat Batik

    06/03/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sabtu, Juni 27
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Pengaruh Dzikir dan Shalat dalam Regulasi Emosi: Perspektif Psikologi Islam
    Opini

    Pengaruh Dzikir dan Shalat dalam Regulasi Emosi: Perspektif Psikologi Islam

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/23/2025Tidak ada komentar9 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Penulis | Ardian Syah Putra, Mahasiswa Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Di tengah hiruk-pikuk kehidupan yang penuh tekanan, mulai dari tugas kuliah yang menumpuk, tekanan pekerjaan, hingga konflik relasi sosial, kita sering kali merasa kewalahan, mudah marah, atau merasa cemas tanpa sebab yang jelas. Semua ini berkaitan erat dengan kemampuan kita dalam mengatur emosi atau emotional regulation.

    Regulasi emosi adalah kemampuan untuk mengenali, mengelola, dan mengekspresikan emosi secara tepat. Dalam psikologi barat, regulasi emosi sering dikaitkan dengan teknik kognitif seperti reframing atau mindfulness. Namun dalam Psikologi Islam, kita mengenal pendekatan yang jauh lebih dalam dan menyentuh sisi spiritual manusia, yaitu dzikir dan shalat.

    Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram” (QS. Ar-Ra’d: 28). Dzikir, sebagai bentuk mengingat Allah, bukan hanya ibadah ritual semata, tetapi juga sebuah metode menenangkan jiwa yang telah terbukti memberikan efek psikologis positif.

    Dalam kondisi stres, menyebut nama Allah dengan kesadaran penuh bisa menurunkan ketegangan, memperlambat detak jantung, dan memunculkan rasa damai. Proses ini dapat dijelaskan melalui teori neuropsikologi, di mana aktivitas spiritual seperti dzikir dapat merangsang bagian otak yang bertanggung jawab atas keseimbangan emosi, seperti sistem limbik. 

    Sementara itu, shalat merupakan bentuk regulasi emosi yang bersifat holistik. Tidak hanya mengandung gerakan fisik yang ritmis dan terstruktur, tetapi juga melibatkan konsentrasi, penghayatan makna bacaan, serta kepasrahan kepada Tuhan. Gerakan sujud dalam shalat, misalnya, secara ilmiah mampu menurunkan tekanan darah dan memberikan efek relaksasi yang mendalam. Dalam sudut pandang psikologi Islam, ini menjadi bentuk terapi spiritual yang memulihkan kestabilan batin manusia.

    Lebih dari sekadar teknik pengendalian emosi, dzikir dan shalat mengajak manusia untuk menyandarkan diri kepada Sang Pencipta. Inilah yang membedakan pendekatan Islam dengan psikologi sekuler. Psikologi Islam memandang manusia bukan hanya sebagai makhluk biologis dan sosial, tetapi juga makhluk spiritual yang memiliki hubungan eksistensial dengan Allah SWT.

    Dengan demikian, dzikir dan shalat bukanlah solusi terakhir saat masalah datang, melainkan bagian dari gaya hidup spiritual yang konsisten. Ketika keduanya dilakukan dengan penuh kesadaran (khusyuk dan ikhlas), maka kedamaian bukan lagi sesuatu yang dicari, melainkan hadir sebagai akibat alami dari hubungan vertikal yang harmonis.

    Jadi, jika emosi Anda sedang tidak stabil, cobalah kembali ke dua hal mendasar ini: dzikir dan shalat. Karena dalam tenangnya hati yang mengingat Allah, tersimpan kekuatan besar untuk menghadapi kerasnya kehidupan.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Perjuangan Masyarakat Menyiapkan Hidangan Kenduri Jeurat di Nagan Raya

    06/27/2026

    Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual

    06/27/2026

    Hubungan Tanpa Status: Antara Harapan, Kenyamanan dan Ketidakpastian

    06/26/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,257

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,546

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,212

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,795
    Don't Miss
    Opini

    Perjuangan Masyarakat Menyiapkan Hidangan Kenduri Jeurat di Nagan Raya

    By admin@kopelmanews.com06/27/202624

    Aceh, Kopelmanews.com – Kenduri jeurat merupakan tradisi yang masih dipertahankan oleh masyarakat hingga sekarang. Tradisi…

    Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual

    06/27/2026

    Hubungan Tanpa Status: Antara Harapan, Kenyamanan dan Ketidakpastian

    06/26/2026

    Phubbing dan Krisis Koneksi Nyata, Saat Gawai Mengalahkan Kehadiran Manusia

    06/26/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Perjuangan Masyarakat Menyiapkan Hidangan Kenduri Jeurat di Nagan Raya

    06/27/2026

    Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual

    06/27/2026

    Hubungan Tanpa Status: Antara Harapan, Kenyamanan dan Ketidakpastian

    06/26/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,257

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,546

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,212
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.