Close Menu
    What's Hot

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Resmi Dilantik, Asosiasi Prodi PPG Perguruan Tinggi Keagamaan Siap Berkontribusi Perkuat Mutu dan Tata Kelola PPG Keagamaan

    09/17/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Minggu, September 27
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Stres Akademik di Era Digital: Bisakah Mahasiswa Bertahan Tanpa Psikologi Positif?
    Opini

    Stres Akademik di Era Digital: Bisakah Mahasiswa Bertahan Tanpa Psikologi Positif?

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/10/2025Tidak ada komentar42 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Penulis | Alowi Rezeki, Mahasiswa Program studi Psikologi, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Di tengah gempuran tugas kuliah, notifikasi WhatsApp group, dan tekanan sosial media, banyak mahasiswa saat ini diam-diam berperang dalam sunyi. Lawannya? Stres akademik.

    Fenomena ini makin terasa di era digital. Informasi memang mudah diakses, kelas bisa diikuti dari mana saja, dan tugas bisa dikumpulkan lewat klik tombol. Tapi di balik kemudahan itu, tersimpan tekanan yang tak kalah berat: tugas yang numpuk, tenggat waktu bertabrakan, rasa cemas saat melihat teman “lebih sukses” di Instagram, hingga kelelahan karena terlalu lama menatap layar.

    Apa itu stres akademik?

    Menurut Barseli dkk. (2017), stres akademik adalah tekanan akibat persepsi negatif seseorang terhadap situasi akademiknya. Bukan hanya pusing mikirin skripsi atau UAS, tapi juga bisa berdampak ke tubuh sakit kepala, gangguan tidur, bahkan emosional seperti mudah marah atau cemas berlebihan.

    Sementara Sun et al. (2011) menyebutkan bahwa stres ini terutama datang dari aktivitas belajar itu sendiri, bukan dari kejadian hidup lainnya. Artinya, bagi sebagian mahasiswa, justru kuliah bisa jadi salah satu sumber stres terbesar dalam hidup mereka.

    Media sosial, gadget, dan tugas—tiga serangkai penyebab stres

    Sadar atau tidak, mahasiswa saat ini menghadapi beban mental yang unik. Dulu, mahasiswa hanya bersaing di kelas. Sekarang, mereka bersaing juga di dunia maya.

    Instagram dan LinkedIn bisa jadi pemicu “kompetisi diam-diam.” Melihat teman yang internship di luar negeri atau jadi pembicara di konferensi internasional bisa menimbulkan rasa tertinggal—padahal belum tentu semua itu sebanding dengan kenyataan. Inilah yang disebut sebagai social comparison trap—perangkap membandingkan diri dengan orang lain yang bisa menguras mental.

    Belum lagi dengan penggunaan teknologi yang berlebihan. Main game atau scroll TikTok berjam-jam mungkin terasa menyenangkan, tapi jika tidak dikendalikan bisa membuat mahasiswa kehilangan fokus, menunda pekerjaan, bahkan berdampak ke nilai akademik.

    Psikologi positif: bukan sekadar berpikir positif

    Lalu, bagaimana menghadapinya? Salah satu pendekatan yang bisa membantu adalah psikologi positif.

    Menurut Hermanto (2016), emosi positif seperti rasa syukur dan kebahagiaan bisa membantu seseorang merasa lebih kuat secara mental. Mahasiswa bisa mencoba gratitude journaling, yaitu menulis tiga hal yang disyukuri setiap hari. Meski sederhana, kebiasaan ini terbukti bisa menurunkan stres dan meningkatkan kebahagiaan.

    Selain itu, konsep resiliensi atau daya lenting sangat penting. Saat dihadapkan pada tekanan akademik, mahasiswa sebaiknya tidak hanya berusaha bertahan, tapi juga tumbuh. Inilah yang disebut dengan post-traumatic growth—kemampuan untuk berkembang setelah menghadapi masa sulit.

    Dengan memahami bahwa stres bukan akhir dari segalanya, mahasiswa bisa belajar melihat tantangan sebagai bagian dari proses tumbuh, bukan ancaman yang harus dihindari.

    Kesimpulan: tekanan ada, tapi pilihan untuk bertumbuh juga ada

    Stres akademik di era digital adalah hal nyata yang dialami banyak mahasiswa. Tapi jangan buru-buru menyerah. Dengan pendekatan psikologi positif, mahasiswa bisa belajar mengelola tekanan, membangun resiliensi, dan bahkan menemukan makna dari setiap kesulitan.

    Teknologi memang tak bisa dihindari. Tapi bagaimana kita meresponsnya—itulah yang menentukan. Karena pada akhirnya, bukan dunia digital yang membentuk kita, tapi bagaimana kita memilih untuk bertumbuh di dalamnya.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,034

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,818

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Otomotif

    Ramadhipa Bikin Bangga Indonesia, Raih Runner-up di Moto3 Junior Aragon

    By admin@kopelmanews.com09/27/20262

    KOPELMANEWS.com – Kabar membanggakan datang dari dunia balap motor. Pembalap muda Indonesia, Kiandra Ramadhipa, berhasil…

    Rektor Tetapkan Musradinur dan Azmil Hasan Lubis Pimpin Program PPG UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/26/2026

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026

    Perkuat Tata Kelola Kampus Zakat, ITF Ar-Raniry Sambut Tim Visitasi Kemenag

    09/24/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Ramadhipa Bikin Bangga Indonesia, Raih Runner-up di Moto3 Junior Aragon

    09/27/2026

    Rektor Tetapkan Musradinur dan Azmil Hasan Lubis Pimpin Program PPG UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/26/2026

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,034

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,818

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.