Close Menu
    What's Hot

    Program Beasiswa Khusus Mahasiswa Internasional Universitas Malikussaleh

    03/31/2026

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026

    DMI Serahkan Beasiswa S2 Manajemen Masjid kepada Kader Terbaik PRIMA DMI

    02/05/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rabu, April 22
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Pemerintah Pilih Kasih? Pemerintah Pusat tidak Boleh Diam!
    Opini

    Pemerintah Pilih Kasih? Pemerintah Pusat tidak Boleh Diam!

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com03/05/2026Tidak ada komentar22 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Muhammad Alfajri Marpaung, Ketua Ikatan Mahasiswa Ar-Raniry Sumatera Utara
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Bencana selalu meninggalkan luka yang sama: rumah hancur, usaha hilang, keluarga terpisah, bahkan nyawa melayang. Dalam situasi seperti itu, masyarakat hanya berharap satu hal: negara hadir secara adil.

    Namun harapan itu kini mulai dipertanyakan setelah beredarnya data yang memperlihatkan perbedaan mencolok dalam besaran bantuan bencana di beberapa daerah di Pulau Sumatra.

    Informasi yang beredar menunjukkan bantuan untuk Aceh mencapai Rp45,83 triliun, Sumatera Barat Rp8,38 triliun, sementara Sumatera Utara hanya Rp2,11 triliun.

    Perbedaan angka yang sangat jauh ini tidak bisa dianggap sebagai hal biasa. Ini bukan sekadar persoalan administrasi anggaran. Ini menyangkut rasa keadilan masyarakat.

    Fakta di lapangan menunjukkan bahwa Sumatera Utara juga mengalami dampak bencana yang serius. Banyak warga kehilangan rumah, kehilangan usaha yang menjadi sumber penghidupan, bahkan kehilangan anggota keluarga. Ribuan masyarakat harus berjuang memulai hidup dari nol setelah bencana menghancurkan hampir seluruh yang mereka miliki.

    Karena itu, ketika angka bantuan yang muncul jauh lebih kecil, publik tentu bertanya dengan sangat wajar:

    Apa dasar kebijakan ini? Apa indikator yang digunakan pemerintah pusat? Mengapa perbedaannya bisa sejauh itu?

    Pertanyaan ini bukan provokasi. Ini adalah hak publik dalam negara demokrasi.

    Yang menjadi persoalan serius adalah ketika pertanyaan masyarakat tidak dijawab secara terbuka oleh pemerintah pusat. Diamnya pemerintah hanya akan memperkuat kesan bahwa kebijakan ini tidak transparan dan berpotensi menimbulkan ketidakadilan antar daerah.

    Dalam negara demokrasi, pemerintah tidak boleh diam ketika rakyat mempertanyakan kebijakannya. Pemerintah justru memiliki kewajiban moral dan politik untuk menjelaskan secara terbuka dasar setiap kebijakan yang diambil.

    Jika memang ada indikator tertentu—baik dari jumlah korban, tingkat kerusakan, maupun kebutuhan pemulihan—jelaskan secara terbuka kepada publik. Jangan biarkan masyarakat berspekulasi dan mempertanyakan keadilan negara.

    Negara tidak boleh terlihat pilih kasih ketika rakyatnya sedang berada dalam penderitaan. Bantuan bencana seharusnya menjadi simbol kehadiran negara bagi semua korban, bukan justru menimbulkan kesan bahwa ada daerah yang lebih diperhatikan dan ada yang diabaikan.

    Karena itu, pemerintah pusat harus segera memberikan penjelasan resmi dan transparan kepada publik. Penjelasan ini penting bukan hanya untuk menjawab kegelisahan masyarakat, tetapi juga untuk menjaga kepercayaan rakyat terhadap negara.

    Di sisi lain, persoalan ini tidak boleh berhenti hanya sebagai diskusi angka. Saya mengajak seluruh mahasiswa, organisasi kepemudaan, serta masyarakat sipil di Sumatera Utara dan berbagai daerah lainnya untuk bersama-sama mengawal persoalan ini secara kritis dan bertanggung jawab.

    Mahasiswa tidak boleh diam. Masyarakat sipil tidak boleh apatis. Ketika kebijakan publik menimbulkan pertanyaan besar, maka pengawasan publik harus hadir lebih kuat.

    Yang sedang diperjuangkan bukan sekadar angka bantuan dalam laporan anggaran.
    Yang sedang diperjuangkan adalah keadilan bagi para korban bencana dan kepercayaan rakyat terhadap negara.

    Dan satu hal yang harus diingat:
    ketika rakyat mulai mempertanyakan keadilan negara, pemerintah tidak boleh memilih untuk diam.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Menanti Fajar bagi Gajah Sumatera: Antara Ancaman Kepunahan dan Janji Regulasi

    03/25/2026

    Melihat Anak Berkebutuhan Khusus dari Perspektif Kemanusiaan

    01/16/2026

    Ketika Langit Tak Memilih Siapa yang Berhak Terbang

    01/14/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,186

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,053

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,216
    Don't Miss
    Top News

    Abdul Halim Nasution Terpilih sebagai Ketua IMARSU Periode 2026–2027

    By admin@kopelmanews.com04/19/202630

    Aceh, Kopelmanews.com – Abdul Halim Nasution resmi terpilih sebagai Ketua IMARSU periode 2026–2027 dalam Musyawarah…

    IKA IMARSU Resmi Berdiri, Mubes 2026 Tegaskan Peran Strategis Alumni

    04/19/2026

    HMP BSA UIN Ar-Raniry Tutup Kepengurusan 2025 dengan Malam Penganugerahan

    04/09/2026

    Transisi Kepemimpinan IMARSU: Wakil Ketua Umum Tekankan Keberlanjutan dan Soliditas Organisasi

    04/08/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Abdul Halim Nasution Terpilih sebagai Ketua IMARSU Periode 2026–2027

    04/19/2026

    IKA IMARSU Resmi Berdiri, Mubes 2026 Tegaskan Peran Strategis Alumni

    04/19/2026

    HMP BSA UIN Ar-Raniry Tutup Kepengurusan 2025 dengan Malam Penganugerahan

    04/09/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,186

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,053
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.