Aceh, Kopelmanews.com – Pengakuan terhadap tokoh-tokoh perjuangan daerah dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga sejarah dan menghargai jasa para pejuang bangsa. Namun, hingga saat ini masih banyak tokoh pejuang dari daerah yang belum mendapatkan perhatian dan pengakuan secara nasional, termasuk tokoh-tokoh perjuangan dari Tanoh Gayo di Aceh. Banda Aceh (21/5/2026)
Aman Nyerang (Said Abdullah) dan Tengku Tapa (Abdullah Pakeh), Tokoh pejuang Tanoh Gayo di usul sebagai Pahlawan Nasional. Jauhar selaku mahasiswa dan pengurus IPPEMATA (Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Aceh Tengah) Banda Aceh, yang menilai perjuangan kedua tokoh tersebut layak memperoleh pengakuan resmi dari negara.
Menurut Jauhar, Aman Nyerang dan Tengku Tapa merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan rakyat Aceh, khususnya masyarakat Gayo, dalam melawan kolonialisme Belanda di wilayah pedalaman Aceh. Ia menegaskan, kontribusi kedua tokoh tersebut tidak boleh hanya dikenang dalam cerita lisan masyarakat, tetapi harus diperkuat melalui pengakuan sejarah secara nasional.
“Sudah saatnya pemerintah daerah dan Pemerintah Aceh serius memperjuangkan tokoh-tokoh pejuang dari Tanoh Gayo agar mendapatkan pengakuan negara. Aman Nyerang dan Tengku Tapa bukan hanya milik masyarakat Gayo, tetapi bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Ia menilai, selama ini tokoh-tokoh perjuangan dari wilayah pedalaman Aceh masih minim mendapatkan perhatian dalam historiografi nasional. Padahal, perjuangan rakyat Gayo dalam mempertahankan wilayah dari tekanan kolonial memiliki nilai sejarah besar dan menjadi bagian penting dari perjalanan panjang bangsa Indonesia.
Jauhar mengatakan, pengusulan gelar Pahlawan Nasional tidak cukup hanya menjadi wacana simbolik atau seremonial semata. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret melalui penyusunan naskah akademik, pengumpulan arsip sejarah, seminar ilmiah, serta pembentukan tim kajian khusus yang melibatkan akademisi, peneliti sejarah, tokoh adat, dan elemen masyarakat sipil.
“Jika pemerintah serius, maka proses pengusulan ini harus dikawal bersama. Jangan sampai sejarah besar masyarakat Gayo hilang karena lemahnya dokumentasi dan minimnya perhatian,”

