Close Menu
    What's Hot

    Kunjungan Silaturahmi Staf Ahli Menteri Agama RI ke Sekretariat PW ISNU Aceh

    07/01/2026

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026

    Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Inovasi DANESTA

    06/03/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Minggu, Juli 5
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Jauhar Desak Pemerintah Usulkan Aman Nyerang dan Tengku Tapa sebagai Pahlawan Nasional
    Opini

    Jauhar Desak Pemerintah Usulkan Aman Nyerang dan Tengku Tapa sebagai Pahlawan Nasional

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com05/21/2026Updated:05/21/2026Tidak ada komentar34 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Jauhar Rafi, Pengurus IPPEMATA Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Pengakuan terhadap tokoh-tokoh perjuangan daerah dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga sejarah dan menghargai jasa para pejuang bangsa. Namun, hingga saat ini masih banyak tokoh pejuang dari daerah yang belum mendapatkan perhatian dan pengakuan secara nasional, termasuk tokoh-tokoh perjuangan dari Tanoh Gayo di Aceh. Banda Aceh (21/5/2026)

    Aman Nyerang (Said Abdullah) dan Tengku Tapa (Abdullah Pakeh), Tokoh pejuang Tanoh Gayo di usul sebagai Pahlawan Nasional. Jauhar selaku mahasiswa dan pengurus IPPEMATA (Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Aceh Tengah) Banda Aceh, yang menilai perjuangan kedua tokoh tersebut layak memperoleh pengakuan resmi dari negara.

    Menurut Jauhar, Aman Nyerang dan Tengku Tapa merupakan bagian penting dari sejarah perjuangan rakyat Aceh, khususnya masyarakat Gayo, dalam melawan kolonialisme Belanda di wilayah pedalaman Aceh. Ia menegaskan, kontribusi kedua tokoh tersebut tidak boleh hanya dikenang dalam cerita lisan masyarakat, tetapi harus diperkuat melalui pengakuan sejarah secara nasional.

    “Sudah saatnya pemerintah daerah dan Pemerintah Aceh serius memperjuangkan tokoh-tokoh pejuang dari Tanoh Gayo agar mendapatkan pengakuan negara. Aman Nyerang dan Tengku Tapa bukan hanya milik masyarakat Gayo, tetapi bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia,” ujarnya.

    Ia menilai, selama ini tokoh-tokoh perjuangan dari wilayah pedalaman Aceh masih minim mendapatkan perhatian dalam historiografi nasional. Padahal, perjuangan rakyat Gayo dalam mempertahankan wilayah dari tekanan kolonial memiliki nilai sejarah besar dan menjadi bagian penting dari perjalanan panjang bangsa Indonesia.

    Jauhar mengatakan, pengusulan gelar Pahlawan Nasional tidak cukup hanya menjadi wacana simbolik atau seremonial semata. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengambil langkah konkret melalui penyusunan naskah akademik, pengumpulan arsip sejarah, seminar ilmiah, serta pembentukan tim kajian khusus yang melibatkan akademisi, peneliti sejarah, tokoh adat, dan elemen masyarakat sipil.

    “Jika pemerintah serius, maka proses pengusulan ini harus dikawal bersama. Jangan sampai sejarah besar masyarakat Gayo hilang karena lemahnya dokumentasi dan minimnya perhatian,”

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Mengapa Confess Seharusnya Bukan tentang Menunggu Balasan

    07/04/2026

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa di Tengah Tekanan Akademik

    07/03/2026

    Kata-Kata Kasar di Kalangan Generasi Z: Ketika Bahasa Kasar Menjadi Hal yang Biasa

    06/30/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,491

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,626

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,213

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,795
    Don't Miss
    Opini

    Mengapa Confess Seharusnya Bukan tentang Menunggu Balasan

    By admin@kopelmanews.com07/04/20266

    Aceh, Kopelmanews.com – Mengungkapkan perasaan, atau yang lazim disebut “Confess”, masih menjadi salah satu hal…

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa di Tengah Tekanan Akademik

    07/03/2026

    Kunjungan Silaturahmi Staf Ahli Menteri Agama RI ke Sekretariat PW ISNU Aceh

    07/01/2026

    Kata-Kata Kasar di Kalangan Generasi Z: Ketika Bahasa Kasar Menjadi Hal yang Biasa

    06/30/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Mengapa Confess Seharusnya Bukan tentang Menunggu Balasan

    07/04/2026

    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental Mahasiswa di Tengah Tekanan Akademik

    07/03/2026

    Kunjungan Silaturahmi Staf Ahli Menteri Agama RI ke Sekretariat PW ISNU Aceh

    07/01/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,491

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,626

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,213
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.