Close Menu
    What's Hot

    PT. Pupuk Iskandar Muda Sambut Mahasiswa Magang Insinyur: Langkah Strategis Cetak Profesional Muda Siap Kerja

    06/04/2026

    Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara Tegaskan Dukungan Penuh terhadap Inovasi DANESTA

    06/03/2026

    Dinas Sosial Sumut Hadirkan DANESTA, Berdayakan Disabilitas Lewat Batik

    06/03/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sabtu, Juni 27
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Mengenal Aksara Arab Melayu
    Pendidikan

    Mengenal Aksara Arab Melayu

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/14/2025Updated:06/14/2025Tidak ada komentar58 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Penulis | Safran Al Afkar, Mahasiswa Prodi Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Suku melayu banyak terdapat di wilayah Sumatra, serta semenanjung Malaya dan beberapa wilayah di Kalimantan. Kebanyakan masyarakat umum mengetahui suku melayu itu kental dengan budaya keislamannya. Sebelum Islam berkembang, bahasa sehari-hari yang di gunakan masyarakat daerah melayu mayoritas menggunakan bahasa Jawa.

    kedatangan Islam di Selat Malaka pada abad ke-7 Masehi menjadi awal masuknya agama Islam ke Nusantara. Islam tiba di Nusantara melalui pedagang Arab dan pelaut muslim yang datang. huruf dan bahasa arab menjadi alat komunikasi. Penggunaan bahasa ini di kalangan masyarakat sangat terbatas maka para ulama berinisiatif untuk menciptakan tulisan Arab Melayu sebagai alat untuk memudahkan dalam menyebarkan ajaran agama Islam kepada masyasrakat.

    Pada masa penyebaran Islam di nusantara pada masa abad ke-14, tulisan tersebut terus berkembang hingga menjadi bahasa melayu dengan aksara arab yang dikenal juga dengan huruf arab jawi yang menjadi pengantar dalam penulisan ilmu pengetahuan.  kaidah penulisan arab dalam bidang ilmu-ilmu itu telah dipinjamkan ke bahasa melayu. Karena itu secara umum kedua bahasa ini punya keterkaitan dalam penulisannya. Islam semakin berkembang bahasa melayu mulai meningkat maju dan dijadikan bahasa resmi di kerajaan-kerajaan pada kalangan masyarakat melayu.

    Hubungan dan perbedaan arab melayu dan arab asli

    Penggunaan huruf arab dalam penulisan bahasa melayu telah digunakan secara luas di kalangan suku melayu seperti wilayah Sumatera yaitu Aceh, Riau, Sumatera barat, semenanjung Malaya yaitu Asia tenggara daratan termasuk semenanjung Malaysia, Thailand selatan, dan ujung paling selatan Myanmar, dan beberapa wilayah kepulauan Kalimantan.

    Keterkaitan antar kedua tulisan bahasa ini sangat erat karena keseluruhan penulisan huruf arab melayu itu berasal dari huruf-huruf arab. Jika kita telah lebih dalam mengenai perumusan kaidah-kaidah yang berlaku pada penulisan melayu dengan huruf arab itu telah banyak dilakukan salah satu contohnya kitab tentang kaidah penulisan arab melayu oleh MOHD. Kalam Daud dan banyak kitab lainnya. Dengan itulah usaha untuk menyempurnakan hubungan antara keduanya. karena bahasa ini di pergunakan untuk menyampaikan ajaran Islam agar mempermudah orang-orang awam dalam memahami ajaran yang disampaikan.

    Aksara arab melayu adalah aksara yang menggunakan huruf hijaiyah yang ditulis dengan bahasa melayu. M Irfan Shofwani dalam bukunya mengenal tulisan Arab melayu menerangkan bahwa penulisan Arab melayu menggunakan semua aksara Arab hijaiyah asli dan ada beberapa penambahan huruf.  Adapun aksara Arab yang digunakan dalam huruf melayu adalah:

    Membedakan huruf arab melayu dengan huruf arab asli itu sangat mudah. M Irfan Shofwani dalam bukunya mengenal tulisan arab melayu menerangkan bahwa penulisan Arab melayu itu menggunakan semua aksara Arab Hijaiyah dilengkapi dengan konsonan abjad Indonesia yang ditulis dengan aksara Arab yang telah dimodifikasi. Huruf-huruf arab melayu ini disebut sebagai huruf jati arab melayu karena terdapat 4 huruf khas yang berbeda dengan huruf arab asli yaitu:

    Modifikasi yang dimaksud adalah pada dasarnya tetap menggunakan huruf-huruf asli namun perbedaan jumlah dan letak titik yang ada pada huruf arab melayu karena sebagian kata dalam bahasa melayu itu tidak ada huruf yang sesuai. Sisi lain bahwa aksara melayu tidak ada tanda baca (baris) seperti bahasa arab, namun dilengkapi dengan tanda baca vokal, seperti bunyi a, i, u, (alif, waw, dan ya). Sistem ini mempermudah cara membacanya dan kemungkinan salah baca menjadi lebih kecil. Vokal dalam penulisan arab melayu juga diibaratkan seperti tanda baca bahasa arab bahwa gunanya untuk memperjelas kata agar mudah dipahami oleh pembaca dan untuk menghindari kerancuan.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Moderasi Beragama di Era Digital: Benteng Harmoni di Tengah Banjir Informasi

    06/23/2026

    Pegadaian Syariah Terima Al Farabi Award Kategori Lembaga Inspiratif

    06/18/2026

    Yakesma Aceh Terima Al Farabi Award Kategori Lembaga Inspiratif

    06/18/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,257

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,546

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,212

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,795
    Don't Miss
    Opini

    Perjuangan Masyarakat Menyiapkan Hidangan Kenduri Jeurat di Nagan Raya

    By admin@kopelmanews.com06/27/202624

    Aceh, Kopelmanews.com – Kenduri jeurat merupakan tradisi yang masih dipertahankan oleh masyarakat hingga sekarang. Tradisi…

    Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual

    06/27/2026

    Hubungan Tanpa Status: Antara Harapan, Kenyamanan dan Ketidakpastian

    06/26/2026

    Phubbing dan Krisis Koneksi Nyata, Saat Gawai Mengalahkan Kehadiran Manusia

    06/26/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Perjuangan Masyarakat Menyiapkan Hidangan Kenduri Jeurat di Nagan Raya

    06/27/2026

    Ketika Adat Bertransformasi: Menyederhanakan Peusijuk demi Menjaga Nilai Spiritual

    06/27/2026

    Hubungan Tanpa Status: Antara Harapan, Kenyamanan dan Ketidakpastian

    06/26/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202619,257

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,546

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,212
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.