Close Menu
    What's Hot

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    09/12/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kamis, September 24
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Krisis Kesehatan Mental Generasi Muda
    Opini

    Krisis Kesehatan Mental Generasi Muda

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/24/2026Updated:06/24/2026Tidak ada komentar22 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Taria, Mahasiswi Psikologi Fakultas Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelamanews.com – Aceh adalah tanah yang telah berulang kali diuji. Dari konflik bersenjata, tsunami, hingga banjir bandang yang meluluhlantakkan Aceh Tamiang pada penghujung 2025 sehingga masyarakat Aceh terbiasa bangkit dari reruntuhan fisik. Namun ada satu reruntuhan yang jauh lebih senyap dan berbahaya: reruntuhan kesehatan jiwa. Banda Aceh (24/06/2026)

    Kasus gangguan kesehatan mental di kalangan masyarakat Aceh, khususnya remaja dan generasi muda, dilaporkan terus mengalami peningkatan. Kondisi ini disampaikan oleh psikolog dari UIN Ar-Raniry, Usfur Ridha, yang mencatat tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir pada layanan psikologi di kampus maupun di biro konsultan yang ia pimpin.

    Data ini bukan sekadar angka. Ia adalah cerminan dari tekanan bertubi-tubi yang menghantam generasi muda Aceh secara bersamaan seperti tekanan akademik, isolasi sosial, kemiskinan, hingga trauma kolektif yang belum tuntas diproses.

    Pada April 2025, dua kasus kematian akibat dugaan bunuh diri mengguncang Banda Aceh dan Aceh Besar yaitu seorang mahasiswi berusia 19 tahun dan seorang perempuan muda berusia 26 tahun. Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Aceh, Endang Setyaningsih, menyatakan bahwa kasus seperti ini mencerminkan kompleksitas persoalan yang tengah dihadapi, mulai dari tekanan pribadi, kondisi ekonomi, beban akademik yang berat, hingga tekanan lingkungan sosial.

    Yang lebih mengkhawatirkan adalah bahwa masalah ini tidak berdiri sendiri. Bencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada November – Desember 2025 turut memperparah kondisi psikologis masyarakat. Banyak penyintas mengaku bergulat dengan duka mendalam, kehilangan harta benda seketika, kehilangan orang terdekat, hingga kemarahan yang meluap atas musibah yang tidak terduga. Anak-anak pun tidak luput, mereka memulai tahun ajaran baru 2026 tanpa ruang kelas, belajar di tenda darurat, menanggung beban psikologis yang tak seharusnya ada di pundak mereka.

    Ironinya, di tengah meningkatnya kebutuhan akan layanan kesehatan jiwa, infrastruktur pendukungnya justru masih sangat lemah. Banyak perguruan tinggi di Aceh belum menyediakan layanan konseling yang memadai dan mudah diakses oleh mahasiswa, padahal layanan ini sangat penting sebagai tempat mencari bantuan.

    Di sinilah letak paradoks yang harus kita hadapi dengan jujur: Aceh memiliki sistem nilai keagamaan yang kuat, tetapi stigma terhadap gangguan mental justru membuat banyak orang enggan mencari pertolongan. Depresi dianggap lemah iman. Kecemasan dianggap kurang bersyukur. Padahal, kesehatan jiwa adalah bagian tak terpisahkan dari kesehatan manusia seutuhnya dan tidak ada teks agama mana pun yang mengajarkan kita untuk menutup mata terhadap penderitaan sesama.

    Sudah saatnya pemerintah daerah Aceh menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas kebijakan, bukan sekadar program sampingan. Ini berarti: anggaran yang nyata untuk layanan psikologis di puskesmas, sekolah, dan kampus; pelatihan konselor berbasis komunitas; serta kampanye publik yang menormalisasi pencarian bantuan psikologis tanpa stigma, tanpa penghakiman.

    Generasi muda Aceh tidak membutuhkan ceramah tentang ketangguhan. Mereka membutuhkan ruang yang aman untuk bicara, telinga yang mau mendengar, dan tangan yang mau menolong. Diam, dalam konteks ini, bukan emas tetapi diam yang membunuh.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,034

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,818

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Pendidikan

    Kemenag Batasi Penggunaan Gawai bagi Murid dan Guru di Satuan Pendidikan

    By admin@kopelmanews.com09/20/20269

    KOPELMANEWS.com – Kementerian Agama (Kemenag) menerapkan aturan pembatasan penggunaan gawai dan internet di lingkungan satuan…

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Resmi Dilantik, Asosiasi Prodi PPG Perguruan Tinggi Keagamaan Siap Berkontribusi Perkuat Mutu dan Tata Kelola PPG Keagamaan

    09/17/2026

    Sosdapil MPR RI di Banda Aceh, Ghufran Ajak Warga Perkokoh Persatuan

    09/17/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Kemenag Batasi Penggunaan Gawai bagi Murid dan Guru di Satuan Pendidikan

    09/20/2026

    Diwadahi Asosiasi Prodi PPG PTK, 46 LPTK Kementerian Agama Resmi Jalin Kerja Sama Terpadu

    09/18/2026

    Resmi Dilantik, Asosiasi Prodi PPG Perguruan Tinggi Keagamaan Siap Berkontribusi Perkuat Mutu dan Tata Kelola PPG Keagamaan

    09/17/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,034

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,818

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.