Close Menu
    What's Hot

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    09/12/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026

    Perkuat Silaturahmi Lintas Negara, 27 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar KPM dan PKM Internasional di Yala Thailand

    08/20/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Senin, September 14
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Antara Religi dan Budaya: Fenomena Kambing yang Dirias dalam Tradisi Aqiqah di Bener Meriah
    Opini

    Antara Religi dan Budaya: Fenomena Kambing yang Dirias dalam Tradisi Aqiqah di Bener Meriah

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/15/2026Tidak ada komentar35 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Handika Haqii, Mahasiswa Prodi Sejarah dan Kebudayaan Islam, Fakultas Adap dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Ar Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Tradisi masyarakat di Bener Meriah dalam pelaksanaan aqiqah dan sunat rasul memiliki keunikan tersendiri yang masih bertahan hingga saat ini. Salah satu tradisi yang cukup menarik perhatian adalah kebiasaan merias kambing sebelum disembelih. Banda Aceh (15/06/2026)

    Kambing tersebut tidak hanya dihias biasa, tetapi juga diberi bedak, lipstik, diperlihatkan ke cermin, bahkan diberi makan kue basah layaknya manusia yang sedang diperlakukan secara istimewa. Bagi sebagian masyarakat, hal ini dianggap sebagai bagian dari adat dan bentuk penghormatan terhadap hewan yang akan dijadikan aqiqah. Namun di sisi lain, tradisi ini juga menimbulkan berbagai pandangan di tengah masyarakat karena dianggap mulai menjauh dari nilai kesederhanaan dalam agama.

    Dalam Islam, aqiqah merupakan ibadah yang bertujuan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak. Inti dari aqiqah terletak pada penyembelihan hewan dan pembagian daging kepada sesama, terutama keluarga dan masyarakat yang membutuhkan. Islam juga mengajarkan kesederhanaan dalam pelaksanaan ibadah. Oleh sebab itu, ketika kambing mulai diperlakukan dengan cara-cara tertentu seperti diberi bedak, lipstik, diperlihatkan ke cermin, hingga diberi makanan khusus, muncul pertanyaan di kalangan masyarakat apakah tradisi tersebut masih sekadar bentuk budaya atau sudah mulai melampaui esensi utama aqiqah itu sendiri.

    Fenomena ini menunjukkan bagaimana adat dan budaya memiliki pengaruh yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Sebagian orang menganggap tradisi tersebut hanyalah simbol penghormatan terakhir terhadap hewan aqiqah sekaligus bentuk kemeriahan acara keluarga. Akan tetapi, sebagian lainnya berpendapat bahwa praktik tersebut sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan karena tidak memiliki dasar khusus dalam syariat Islam. Bahkan, ada kekhawatiran bahwa masyarakat akan lebih fokus pada kemeriahan tradisi dibandingkan makna ibadah dan rasa syukur yang menjadi tujuan utama aqiqah.

    Tradisi seperti ini juga dapat memunculkan budaya ikut-ikutan di tengah masyarakat. Ada keluarga yang merasa perlu melakukan hal serupa agar acara terlihat meriah dan tidak berbeda dari yang lain. Jika hal ini terus berkembang, aqiqah yang seharusnya sederhana bisa berubah menjadi ajang menunjukkan kemewahan atau sekadar mempertahankan gengsi sosial. Padahal dalam ajaran Islam, nilai utama aqiqah terletak pada keikhlasan ibadah, doa untuk anak, dan kepedulian terhadap sesama melalui pembagian daging kepada masyarakat.

    Tradisi lokal tetap merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang patut dihargai dan dilestarikan. Adat tidak harus dihilangkan, tetapi perlu ditempatkan secara seimbang dengan nilai-nilai agama. Tradisi merias kambing dapat tetap dipandang sebagai bagian dari budaya selama tidak menimbulkan pemborosan, memberatkan keluarga, atau menggeser tujuan utama aqiqah dalam Islam.

    Masyarakat Bener Meriah perlu lebih bijak dalam menjaga keseimbangan antara adat dan syariat. Budaya boleh terus hidup sebagai warisan leluhur, tetapi nilai kesederhanaan dan makna ibadah dalam aqiqah juga harus tetap menjadi hal yang utama. Sebab pada akhirnya, kemuliaan aqiqah bukan terletak pada bagaimana kambing dirias, melainkan pada ketulusan rasa syukur dan manfaat yang diberikan kepada sesama manusia.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,023

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,817

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,803
    Don't Miss
    Headline

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    By admin@kopelmanews.com09/12/202640

    Banda Aceh – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman, melantik dan…

    Problematika Moderasi Beragama (komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal) di Kampus dan Masyarakat

    09/10/2026

    Action Project SDGs Dosen FKIP UNIMAL

    09/05/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    09/12/2026

    Problematika Moderasi Beragama (komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal) di Kampus dan Masyarakat

    09/10/2026

    Action Project SDGs Dosen FKIP UNIMAL

    09/05/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,023

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,817

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.