Close Menu
    What's Hot

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    09/12/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026

    Perkuat Silaturahmi Lintas Negara, 27 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar KPM dan PKM Internasional di Yala Thailand

    08/20/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Senin, September 14
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Perihal Tertinggal: Ketika Usia 20-An Terasa Seperti Perlombaan
    Opini

    Perihal Tertinggal: Ketika Usia 20-An Terasa Seperti Perlombaan

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/15/2026Updated:06/15/2026Tidak ada komentar130 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto: Dini Lestari, Mahasiswi Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi-Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Di era media sosial saat ini, kehidupan orang lain terasa semakin mudah untuk dilihat. Setiap hari, kita disuguhi berbagai pencapaian, mulai dari kelulusan, pekerjaan impian, bisnis yang berkembang, hingga kehidupan yang tampak sempurna. Tanpa disadari, kebiasaan melihat kehidupan orang lain sering membuat banyak anak muda merasa tertinggal dari teman-teman seusianya. Banda Aceh (15/06/2026)

    Perasaan tertinggal bukan lagi hal yang asing, terutama bagi mereka yang sedang berada di usia 20-an. Pada fase ini, banyak orang mulai dihadapkan pada berbagai tuntutan hidup. Ada yang sedang berjuang menyelesaikan pendidikan, mencari pekerjaan, membantu perekonomian keluarga, atau bahkan masih berusaha menemukan arah hidupnya sendiri. Akibatnya, muncul tekanan untuk selalu bergerak lebih cepat agar tidak dianggap gagal.

    Kadang hidup membuat kita merasa kecil. Seolah semua orang di luar sana lebih hebat, lebih bersinar, dan lebih tahu ke mana harus melangkah. Namun, apakah memang benar demikian? Atau sebenarnya kita hanya terlalu keras menilai diri sendiri?

    Yang sering kali paling melelahkan bukanlah masalah yang dihadapi, melainkan pikiran yang terus berbisik, “kamu ketinggalan, kamu harus menyusul, kamu harus lebih cepat.”

    Seolah hidup menuntut kita untuk selalu berada di garis paling depan. Padahal hidup tidak selalu tentang kecepatan. Hidup hanya meminta kita untuk tetap bertahan, tetap waras, tetap bernapas, dan terus belajar.

    Coba bayangkan kembali semua hari yang sudah berhasil kita lewati. Semua momen ketika kita tetap berdiri meski rasanya ingin menyerah. Semua luka yang perlahan kita sembuhkan sendirian. Itu bukanlah hal kecil. Kita sering lupa bahwa bertahan saja sudah merupakan bentuk perjuangan. Kita terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain sampai tidak sadar bahwa kita juga sedang berjalan, meski pelan dan tertatih.

    Dalam psikologi, kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain dijelaskan melalui Social Comparison Theory yang dikemukakan oleh Leon Festinger (1954). Teori ini menjelaskan bahwa manusia secara alami cenderung menilai kemampuan dan pencapaian dirinya dengan membandingkannya dengan orang lain. Namun, ketika perbandingan tersebut dilakukan secara berlebihan, individu dapat merasa kurang berharga, tidak cukup baik, dan menganggap dirinya tertinggal, meskipun setiap orang memiliki kondisi serta perjalanan hidup yang berbeda.

    Dan di tengah semua itu, kita mulai sadar bahwa hidup memang tidak pernah benar-benar menuntut kita untuk berlari paling depan. Seperti yang pernah disampaikan dalam sebuah lirik lagu, “hidup bukan untuk saling mendahului, bermimpilah sendiri-sendiri.” Kalimat sederhana tersebut mengingatkan bahwa setiap orang memiliki ritme dan jalannya masing-masing. Tidak semua orang harus sampai pada tujuan yang sama dalam waktu yang sama.

    Namun, ekspektasi di usia 20-an sering membuat kita berpikir bahwa semuanya harus sudah rapi, sukses, memiliki arah yang jelas, dan mampu berdiri sendiri. “I thought I’d have it all figured out by now.” Kenyataannya, hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana.

    Masih banyak hal yang belum tercapai, masih ada rasa bingung, dan kadang muncul perasaan tertinggal dari orang lain. Di usia ini, semuanya terasa begitu berat. Di satu sisi harus memikirkan keadaan keluarga, di sisi lain memikirkan masa depan yang belum jelas arahnya.

    Kadang, di tengah semua itu, muncul pertanyaan dalam diri, “Aku harus ngapain lagi supaya hidupku tidak begini-begini saja?”

    Sayangnya, pertanyaan tersebut sering tidak langsung menemukan jawaban. Sebab, kita memang sedang berada di fase mencari, bukan sampai. Pada titik ini, kita mulai sadar bahwa rasa takut itu bukan hanya karena takut tidak berhasil, tetapi juga karena takut mengecewakan orang-orang yang paling ingin kita bahagiakan.

    Barangkali, yang perlu kita pelajari bukan bagaimana menjadi lebih cepat dari orang lain, melainkan bagaimana menjadi lebih baik dalam menghargai diri sendiri. Tidak terus membandingkan hidup kita dengan kehidupan orang lain, serta tidak merasa kecil hanya karena perjalanan kita berbeda.

    Pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang lebih dulu sampai. Hidup adalah tentang bagaimana kita tetap melangkah, meski perlahan. Sebab setiap orang memiliki waktu dan prosesnya masing-masing untuk bertumbuh. Dan jika suatu saat semua usaha terasa sia-sia, semoga kita tidak terlalu keras pada diri sendiri. Karena pada akhirnya, kita sudah berusaha. Dan terkadang, itu sudah lebih dari cukup.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,023

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,817

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,803
    Don't Miss
    Headline

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    By admin@kopelmanews.com09/12/202640

    Banda Aceh – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman, melantik dan…

    Problematika Moderasi Beragama (komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal) di Kampus dan Masyarakat

    09/10/2026

    Action Project SDGs Dosen FKIP UNIMAL

    09/05/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    09/12/2026

    Problematika Moderasi Beragama (komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal) di Kampus dan Masyarakat

    09/10/2026

    Action Project SDGs Dosen FKIP UNIMAL

    09/05/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,023

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,817

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.