Close Menu
    What's Hot

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    09/12/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026

    Perkuat Silaturahmi Lintas Negara, 27 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Gelar KPM dan PKM Internasional di Yala Thailand

    08/20/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Minggu, September 13
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Aktif Berkomentar, Pasif Bertindak: Cermin Demokrasi Generasi Saat Ini
    Opini

    Aktif Berkomentar, Pasif Bertindak: Cermin Demokrasi Generasi Saat Ini

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/14/2026Tidak ada komentar159 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Mildatul Husna, Mahasiswi Progran Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Demokrasi memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pendapat, kritik, maupun aspirasi terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Perkembangan teknologi informasi membuat kebebasan tersebut semakin mudah dilakukan melalui berbagai platform media sosial. Banda Aceh (14/06/2026)

    Saat ini, siapa pun dapat mengomentari isu politik, pendidikan, ekonomi, maupun sosial hanya dengan menggunakan telepon genggam. Namun, di balik kemudahan tersebut muncul fenomena yang cukup menarik untuk dikaji, yaitu banyaknya individu yang aktif berkomentar mengenai berbagai persoalan publik, tetapi kurang menunjukkan keterlibatan nyata dalam upaya penyelesaiannya.

    Fenomena ini dapat ditemukan hampir setiap hari dalam kehidupan masyarakat. Ketika terjadi permasalahan di lingkungan sekitar, kebijakan pemerintah yang kontroversial, atau isu yang sedang viral, media sosial segera dipenuhi oleh berbagai tanggapan. Banyak orang berlomba-lomba memberikan kritik dan penilaian terhadap suatu masalah. Sayangnya, sebagian besar komentar tersebut berhenti sebagai opini di dunia maya tanpa diikuti tindakan yang dapat membantu memperbaiki keadaan. Akibatnya, kritik yang seharusnya menjadi sarana perbaikan sering kali hanya menjadi bahan perdebatan yang tidak menghasilkan perubahan yang berarti.

    Pada dasarnya, keberanian menyampaikan pendapat merupakan salah satu ciri masyarakat demokratis. Dalam sistem demokrasi, warga negara memiliki hak untuk mengawasi jalannya pemerintahan dan memberikan masukan terhadap kebijakan yang dianggap kurang tepat. Menurut Miriam Budiardjo (2021), partisipasi masyarakat merupakan unsur penting dalam demokrasi karena rakyat tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga memiliki peran dalam proses pengambilan keputusan. Oleh karena itu, kritik dan komentar yang disampaikan secara santun dan berdasarkan fakta merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan demokrasi.

    Meskipun demikian, demokrasi tidak hanya berbicara tentang hak untuk berpendapat. Demokrasi juga menuntut adanya tanggung jawab serta keterlibatan aktif dalam kehidupan bermasyarakat. Sayangnya, sebagian generasi saat ini lebih nyaman menjadi pengamat daripada pelaku perubahan. Banyak yang dengan mudah menunjukkan kesalahan orang lain, tetapi enggan terlibat dalam kegiatan sosial, organisasi kemasyarakatan, musyawarah warga, atau berbagai aktivitas yang dapat memberikan solusi nyata terhadap masalah yang mereka kritik.

    Perkembangan media sosial menjadi salah satu faktor yang memperkuat fenomena tersebut. Kehadiran berbagai platform digital memungkinkan seseorang merasa telah berpartisipasi hanya dengan memberikan komentar, membagikan unggahan, atau mengikuti perdebatan daring. Padahal, partisipasi yang sesungguhnya memerlukan keterlibatan yang lebih nyata dan berkelanjutan. Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (2024), jumlah pengguna internet di Indonesia terus mengalami peningkatan, sehingga media sosial menjadi ruang publik baru yang sangat berpengaruh dalam pembentukan opini masyarakat.

    Akibat dari kondisi ini adalah munculnya budaya yang lebih mengutamakan komentar daripada tindakan. Banyak persoalan sosial yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui kerja sama dan gotong royong justru hanya menjadi bahan diskusi di dunia maya. Masyarakat sering kali lebih sibuk mencari siapa yang salah dibandingkan mencari solusi yang dapat dilakukan bersama. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka semangat kebersamaan yang menjadi salah satu kekuatan bangsa Indonesia dapat semakin berkurang.

    Padahal, sejarah bangsa Indonesia menunjukkan bahwa berbagai perubahan besar tidak pernah lahir hanya dari komentar dan kritik semata. Perubahan selalu terjadi karena adanya tindakan nyata dari masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya. Mulai dari perjuangan kemerdekaan hingga berbagai gerakan sosial yang terjadi saat ini, semuanya membutuhkan keberanian untuk bertindak, bukan sekadar berbicara. Oleh karena itu, budaya aktif berpartisipasi perlu terus ditanamkan, terutama kepada generasi muda sebagai penerus bangsa.

    Menurut Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2023), warga negara yang baik tidak hanya memahami hak-haknya, tetapi juga menjalankan kewajiban serta berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. Generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan karena mereka memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi, serta akses informasi yang luas. Potensi tersebut akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila diwujudkan dalam tindakan nyata yang dapat membantu menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.

    Oleh karena itu, fenomena aktif berkomentar dan pasif bertindak harus menjadi bahan refleksi bagi seluruh masyarakat, khususnya generasi muda. Demokrasi yang sehat tidak hanya membutuhkan warga yang berani menyampaikan pendapat, tetapi juga warga yang memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk ikut berkontribusi dalam menyelesaikan masalah. Dengan menyeimbangkan antara kebebasan berbicara dan tindakan nyata, demokrasi dapat berjalan lebih baik serta mampu menghasilkan perubahan positif bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

    Demokrasi Generasi muda indonesia Universitas Syiah Kuala
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Comments are closed.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,023

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,817

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,803
    Don't Miss
    Headline

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    By admin@kopelmanews.com09/12/202637

    Banda Aceh – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Mujiburrahman, melantik dan…

    Problematika Moderasi Beragama (komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal) di Kampus dan Masyarakat

    09/10/2026

    Action Project SDGs Dosen FKIP UNIMAL

    09/05/2026

    Mahasiswa PKM-KPM Internasional UIN Ar-Raniry Kunjungi KRI Songkhla, Dapat Arahan Keamanan di Thailand Selatan

    08/21/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Rektor Mujiburrahman Lantik 67 Pejabat UIN Ar-Raniry Banda Aceh Periode 2026–2030

    09/12/2026

    Problematika Moderasi Beragama (komitmen kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal) di Kampus dan Masyarakat

    09/10/2026

    Action Project SDGs Dosen FKIP UNIMAL

    09/05/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,023

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,817

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,219
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.