Close Menu
    What's Hot

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    LKKS Aceh Bentuk Panitia Pelantikan Pengurus Wilayah, Gubernur Dijadwalkan Melantik

    09/29/2026

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Sabtu, Oktober 17
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Sekolah Pasca Bencana: Mengapa Pemulihan Psikososial Harus Menjadi Prioritas Pendidikan
    Opini

    Sekolah Pasca Bencana: Mengapa Pemulihan Psikososial Harus Menjadi Prioritas Pendidikan

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com12/24/2025Tidak ada komentar35 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Silvia Angraeni Fadilah Hasibuan, Mahasiswi Prodi Hukum Tata Negara, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Bencana alam yang terus berulang di berbagai wilayah Indonesia tidak hanya merusak infrastruktur fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikologis mendalam bagi anak-anak usia sekolah. Namun, hingga kini, upaya pemulihan pendidikan pasca bencana masih terlalu berfokus pada pemulihan gedung dan ketertinggalan akademik, sementara aspek pemulihan psikososial siswa kerap terabaikan. Padangsidempuan (24/12/2025)

    Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sepanjang tahun 2023 terjadi lebih dari 4.500 kejadian bencana alam di Indonesia, dengan jutaan penduduk terdampak, termasuk anak-anak usia sekolah. Sementara itu, laporan UNICEF Indonesia (2022) menunjukkan bahwa anak-anak korban bencana berisiko tinggi mengalami stres pascatrauma (PTSD), kecemasan, penurunan motivasi belajar, dan gangguan konsentrasi.

    Menurut UNICEF (2019) dalam laporan Education in Emergencies, sekolah pasca bencana seharusnya berfungsi sebagai ruang aman (safe space) yang mendukung pemulihan sosial dan emosional anak, bukan semata-mata tempat mengejar ketertinggalan kurikulum. Tanpa dukungan psikososial yang memadai, proses belajar justru berpotensi memperparah trauma yang dialami siswa.

    Hal senada ditegaskan dalam Guidelines on Mental Health and Psychosocial Support in Emergency Settings yang diterbitkan oleh Inter-Agency Standing Committee (IASC, 2007). Dokumen tersebut menyebutkan bahwa intervensi pendidikan pasca bencana yang mengabaikan kondisi psikologis anak dapat berdampak negatif pada perkembangan jangka panjang, termasuk menurunnya prestasi belajar dan meningkatnya risiko putus sekolah.

    Di Indonesia, kerangka hukum sebenarnya telah memberikan dasar yang jelas. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana menegaskan bahwa penanganan bencana mencakup aspek rehabilitasi psikososial, termasuk bagi anak-anak. Selain itu, Satuan Pendidikan sangat perlu menempatkan sekolah sebagai aktor penting dalam pemulihan trauma dan keberlanjutan pembelajaran.

    Namun, tantangan di lapangan masih besar. Banyak guru belum dibekali pelatihan dasar tentang dukungan psikososial (psychosocial support), sementara layanan konselor sekolah di daerah terdampak bencana masih sangat terbatas.

    Oleh karena itu, pemulihan pendidikan pasca bencana perlu diarahkan pada pendekatan yang lebih holistik. Sekolah tidak hanya membutuhkan ruang kelas yang layak, tetapi juga guru yang mampu menciptakan suasana aman, rutinitas belajar yang menenangkan, serta aktivitas pembelajaran yang membantu anak mengekspresikan emosi dan membangun kembali rasa percaya diri. Tanpa menjadikan pemulihan psikososial sebagai prioritas, pendidikan pasca bencana berisiko kehilangan esensinya sebagai sarana perlindungan dan pemulihan anak. Sekolah seharusnya menjadi titik awal bagi anak-anak untuk bangkit, bukan sekadar kembali duduk di bangku kelas dengan trauma yang belum terselesaikan.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Guru di Ujung Jeruji, Hukum di Ujung Nurani : Siapa yang Sebenarnya Dilindungi

    08/14/2026

    Takut Ketinggalan Membuat Kita Kehilangan Diri Sendiri

    07/17/2026

    Ketika Sumang Mulai Ditinggalkan: Krisis Moral di Tanah Gayo

    07/06/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,041

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,822

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Top News

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    By admin@kopelmanews.com10/11/20267

    KOPELMANEWS.com – Muhammad Alfajri Marpaung, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK)…

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    FSLDKD ke-15 sukses diselenggarakan, FSLDK Aceh siap menjadi wadah pergerakan mahasiswa Dakwah kampus yang unggul

    10/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    10/11/2026

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,041

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,822

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.