Aceh, Kopelmanews.com – Meski dipisahkan oleh bentangan Selat Malaka, ikatan sejarah, budaya Melayu, dan ukhuwah Islamiyah antara Perlis dan Aceh terus terjalin dan diperkuat melalui penyelenggaraan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional. Malaysia (17/08/2026)
Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) dengan penuh kehangatan dan tata krama menyambut kedatangan delegasi dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia.
Acara penyambutan resmi ini dihadiri dan dipimpin secara langsung oleh Timbalan Canselor/Wakil Rektor (Hal Ehwal Pelajar dan Alumni) UniMAP, Prof. Dr. Mohd. Mustafa Al Bakri Abdullah, Ph.D. Beliau menyampaikan harapan besar agar kolaborasi ini terus berlanjut dan mahasiswa UniMAP dapat melakukan kunjungan balasan ke UIN Ar-Raniry Banda Aceh di masa mendatang.
Program bertajuk “Jejak Ilmu dan Budaya Perlis-Aceh” ini diikuti oleh 27 mahasiswa dan mahasiswi pilihan yang mewakili tiga fakultas di UIN Ar-Raniry, yaitu Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) selaku penyelenggara utama, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF), serta Fakultas Syariah dan Hukum (FSH).

Para peserta berasal dari lima program studi Bahasa dan Sastra Arab, Sejarah dan Kebudayaan Islam, Ilmu Perpustakaan, Aqidah dan Filsafat Islam, serta Perbandingan Mazhab dan Hukum.
Dalam sambutannya, Pensyarah Kanan (Senior Lecturer) UniMAP, Dr. Ahmad Ashraf bin Abdul Hakim, mewakili jajaran pimpinan UniMAP menyampaikan ucapan terima kasih mendalam atas kehadiran para mahasiswa dari Aceh.
Sebagai bentuk komitmen kerja sama akademik dan pengabdian yang konkret, acara penyambutan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan Letter of Intent (LoI) antara kedua belah pihak.
Mewakili pimpinan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry yang berhalangan hadir dikarenakan bertepatan dengan rangkaian agenda Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027, serta beberapa agenda kelembagaan lainnya.

Zuniar, M.M., mengungkapkan rasa haru dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sambutan hangat keluarga besar UniMAP.
“UIN Ar-Raniry yang namanya dinisbatkan kepada ulama besar Nusantara, Syeikh Nuruddin Ar-Raniry, terus berkembang dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kerja sama internasional. Melalui kolaborasi ‘Jejak Ilmu dan Budaya’ ini, kami berharap para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman internasional dan wawasan lintas budaya, tetapi juga membangun jejaring akademik serta persahabatan yang berkelanjutan,” ujar Zuniar, M.M.
Ia juga menambahkan bahwa jarak geografis bukanlah penghalang bagi dua daerah yang memiliki akar tradisi yang sama:
“Aceh dan Perlis mungkin dipisahkan oleh Selat Malaka, tetapi kita memiliki kedekatan dalam agama, sejarah, budaya, dan persaudaraan Melayu. Semoga silaturahmi yang kita bangun hari ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua lembaga.”
Atas nama pimpinan dan civitas akademika UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Zuniar turut menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas keramahan yang diberikan seluruh keluarga besar UniMAP, Sambutannya di tutup dengan dua bait pantun :
Dari Aceh berlayar ke Perlis,
Berlayar membawa budaya bersama ilmu.
Walau Selat Malaka menjadi garis,
Persaudaraan Aceh-Perlis tetap menyatu.
Rapa’i berbunyi rentak berseri,
Geleng seirama menyambut saudara saudari.
Dari Aceh kami datang ke negeri Perlis,
Membawa ilmu, budaya, dan persaudaraan harmonis.
Program PKM dan KPM Internasional ini akan diisi dengan berbagai kegiatan pengabdian masyarakat, pertukaran kebudayaan, serta lokakarya akademik berbasis komunitas selama berlangsung di Perlis, Malaysia.

