Close Menu
    What's Hot

    GMNI Medan Apresiasi Langkah Wali Kota Medan Percepat Pembangunan Jembatan Gang Damai, Tekankan Realisasi dan Keselamatan Warga

    04/22/2026

    Program Beasiswa Khusus Mahasiswa Internasional Universitas Malikussaleh

    03/31/2026

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Jumat, Mei 15
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Hijab di Ujung Mahkota: Budaya dan Gaya Saling Bertabrakan
    Opini

    Hijab di Ujung Mahkota: Budaya dan Gaya Saling Bertabrakan

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com05/18/2025Tidak ada komentar67 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Penulis : Rizqina Putri, Mahasiswa Psikologi UIN Ar-Raniry
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Aceh dikenal sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang secara resmi menerapkan syariat Islam. Salah satu bentuk nyata penerapan ini adalah kewajiban menutup aurat bagi perempuan Muslim. Namun, beberapa tahun terakhir, terjadi pergeseran dalam cara berhijab sebagian gadis Aceh. Sebuah pemandangan yang kian hari makin akrab terlihat di jalan-jalan, dan media sosial: perempuan berjilbab tanpa peniti yang memperlihatkan bagian rambut, poni yang sengaja dibiarkan tampak, hingga penggunaan turban yang menampakkan sebagian leher.

    Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apakah ini bentuk kebebasan berekspresi atau bentuk ketidaktundukan terhadap aturan yang telah ditetapkan? Pada dasarnya, menutup aurat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga bagian dari identitas dan budaya masyarakat Aceh. Maka, ketika makna hijab direduksi hanya menjadi gaya berpakaian, ada kekhawatiran bahwa nilai-nilai yang terkandung di dalamnya akan semakin luntur.

    Tren berhijab ala selebriti dan influencer media sosial menjadi salah satu penyebab utama pergeseran ini. Dalam budaya digital yang serba cepat dan penuh tuntutan visual, banyak perempuan muda merasa perlu tampil “modis” agar dianggap relevan. Sayangnya, konsep “modis” ini seringkali berbenturan dengan prinsip dasar berpakaian dalam Islam yang mengedepankan kesopanan dan kesederhanaan.

    Menurut Yūsuf al-Qaraḍāwī (1985) jilbab digunakan sebagai pakaian penutup seluruh tubuh muslimah kecuali muka dan telapak tangan, apapun bentuk dan modelnya. Sementara itu, sebagai wujud nyata pelaksanaannya, lahirlah beberapa qanun pidana yang salah satunya adalah Qanun No. 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam bidang Ibadah, Aqidah dan Syiar Islam yang salah satu ketentuannya adalah kewajiban berbusana Islami bagi penduduk muslim di seluruh wilayah Provinsi Aceh. Maka jelas bahwa praktik berhijab yang masih memperlihatkan rambut atau leher tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik secara agama maupun hukum lokal.

    Meski demikian, penting untuk tidak serta-merta menghakimi pelakunya. Pergeseran ini juga menandakan perlunya pendekatan edukatif yang lebih kuat dari pihak keluarga, institusi pendidikan, serta pemerintah. Edukasi agama perlu disampaikan dengan cara yang kontekstual dan menyentuh pemahaman batin, bukan hanya bersifat normatif dan instruktif.

    Sebagai masyarakat Aceh, kita memikul tanggung jawab bersama untuk menjaga nilai-nilai yang menjadi fondasi identitas kita. Hijab seharusnya tidak menjadi arena pertarungan antara budaya dan gaya, melainkan menjadi simbol keharmonisan antara keduanya.

    Aceh Budaya Hijab Psikologi UIN Ar- Raniry Banda Aceh
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    05/12/2026

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Menolak Keras: Tolak Penutupan Prodi Keguruan, Desak Reformasi Kesejahteraan Guru

    05/05/2026

    Pendidikan Tanpa Jiwa: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Nilai

    04/30/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,054

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,217
    Don't Miss
    Opini

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    By admin@kopelmanews.com05/12/202646

    Persoalan integritas penjurian sering menjadi keluhan yang berulang. Ada peserta yang merasa dirugikan, guru pendamping yang kecewa, hingga penonton yang mempertanyakan logika penilaian

    SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Rapat Kerja, Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas

    05/11/2026

    Dosen Unimal Gelar Workshop Kolaboratif Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru MGMP Matematika Aceh Tengah

    05/09/2026

    Abdul Halim Nasution Resmi Pimpin IMARSU Lewat Kabinet Marsada Tondi

    05/08/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    05/12/2026

    SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Rapat Kerja, Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas

    05/11/2026

    Dosen Unimal Gelar Workshop Kolaboratif Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru MGMP Matematika Aceh Tengah

    05/09/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,054
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.