Close Menu
    What's Hot

    GMNI Medan Apresiasi Langkah Wali Kota Medan Percepat Pembangunan Jembatan Gang Damai, Tekankan Realisasi dan Keselamatan Warga

    04/22/2026

    Program Beasiswa Khusus Mahasiswa Internasional Universitas Malikussaleh

    03/31/2026

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rabu, Mei 13
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Pendekatan Psikologi Islam dalam Mengelola Emosi: Integrasi Nilai Sabar, Syukur, dan Tawakal
    Opini

    Pendekatan Psikologi Islam dalam Mengelola Emosi: Integrasi Nilai Sabar, Syukur, dan Tawakal

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com06/23/2025Updated:06/23/2025Tidak ada komentar25 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Penulis | Alowi Rezeki, Mahasiswa Psikologi, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh.
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Di tengah tekanan hidup modern yang terus meningkat tugas menumpuk, persaingan karier, krisis identitas, hingga eksistensi di media social banyak orang berjuang dalam diam. Emosi meledak, hati mudah tersinggung, dan kepala terasa penuh. Di tengah semua itu, muncul pertanyaan: bagaimana caranya tetap tenang? Apakah cukup dengan meditasi dan berpikir positif? Atau adakah pendekatan lain yang lebih bermakna?

    Dalam perspektif Islam, jawabannya bisa jadi terletak pada tiga kata sederhana namun kuat: sabar, syukur, dan tawakal.

    Apa hubungan sabar, syukur, dan tawakal dengan psikologi?

    Psikologi Islam memandang manusia sebagai makhluk yang tidak hanya punya akal dan tubuh, tetapi juga ruh. Artinya, emosi bukan cuma soal hormon atau trauma masa kecil, tapi juga soal hubungan dengan Tuhan. Konsep ini disebut sebagai keseimbangan antara nafs (jiwa), ruh (spiritualitas), dan akal.

    Sabar, misalnya, bukan hanya tentang “menahan marah,” tapi juga kemampuan untuk mengendalikan diri saat kecewa, gagal, atau kehilangan. Dalam bahasa psikologi, ini disebut self-regulation. Orang yang sabar cenderung tidak impulsif, lebih tenang dalam membuat keputusan, dan mampu menunda kepuasan demi hasil yang lebih baik.

    Syukur? Ini bukan cuma ucapan “alhamdulillah”. Rasa syukur yang dalam bisa menurunkan kecemasan, mengurangi perasaan iri, dan meningkatkan emosi positif. Psikologi Barat bahkan sudah mengadopsi praktik ini lewat gratitude journaling. Ternyata, bersyukur setiap hari bisa menurunkan stres dan meningkatkan kepuasan hidup.

    Sedangkan tawakal mengajarkan kita untuk berusaha semaksimal mungkin, lalu pasrahkan hasilnya kepada Allah. Di tengah dunia yang serba cepat dan tak pasti, tawakal memberi ketenangan karena kita tahu: kita sudah berusaha, sisanya bukan kuasa kita. Ini sejalan dengan konsep coping spiritual dalam psikologi: mekanisme bertahan yang bersumber dari keimanan.

    Emosi bisa dilatih, hati bisa dikuatkan

    Tiga nilai ini sabar, syukur, dan tawakal adalah bentuk latihan mental dan spiritual. Bukan instan, tapi bisa dibiasakan. Misalnya, dengan memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan menjaga pergaulan yang sehat. Aktivitas-aktivitas ini secara ilmiah terbukti menenangkan sistem saraf dan meningkatkan kesejahteraan mental.

    Menariknya, banyak pendekatan psikologi modern seperti mindfulness dan cognitive behavioral therapy (CBT) yang sejalan dengan prinsip-prinsip Islam. Bedanya, Islam memberi landasan spiritual yang lebih dalam bukan sekadar “tenang”, tapi juga “bermakna”.

    Kesimpulan: tenang itu bisa dilatih, asal tahu caranya

    Di zaman yang serba cepat dan penuh tekanan ini, menjaga emosi tetap stabil bukan hal mudah. Tapi bukan berarti tidak mungkin. Islam telah menyediakan tiga kunci utama: sabar untuk menahan dan mengendalikan, syukur untuk melihat sisi terang, dan tawakal untuk melepaskan hal yang di luar kendali.

    Kita memang tak bisa menghindari stres, tapi kita bisa memilih bagaimana cara meresponsnya. Dan dalam memilih itu, mungkin sudah saatnya kita kembali kepada nilai-nilai yang sejak awal telah diajarkan: nilai yang bukan hanya menenangkan hati, tapi juga mendewasakan jiwa.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    05/12/2026

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Menolak Keras: Tolak Penutupan Prodi Keguruan, Desak Reformasi Kesejahteraan Guru

    05/05/2026

    Pendidikan Tanpa Jiwa: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Nilai

    04/30/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,054

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,217
    Don't Miss
    Opini

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    By admin@kopelmanews.com05/12/202646

    Persoalan integritas penjurian sering menjadi keluhan yang berulang. Ada peserta yang merasa dirugikan, guru pendamping yang kecewa, hingga penonton yang mempertanyakan logika penilaian

    SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Rapat Kerja, Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas

    05/11/2026

    Dosen Unimal Gelar Workshop Kolaboratif Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru MGMP Matematika Aceh Tengah

    05/09/2026

    Abdul Halim Nasution Resmi Pimpin IMARSU Lewat Kabinet Marsada Tondi

    05/08/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    05/12/2026

    SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Rapat Kerja, Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas

    05/11/2026

    Dosen Unimal Gelar Workshop Kolaboratif Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru MGMP Matematika Aceh Tengah

    05/09/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,054
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.