Close Menu
    What's Hot

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    LKKS Aceh Bentuk Panitia Pelantikan Pengurus Wilayah, Gubernur Dijadwalkan Melantik

    09/29/2026

    Rektor Lantik Pimpinan Prodi di Lingkungan FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

    09/25/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Senin, Oktober 12
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home ยป Warga Gampong Laksana Keluhkan ke Dewan Soal Mahalnya Harga Gas Melon 3 Kilogram
    Top News

    Warga Gampong Laksana Keluhkan ke Dewan Soal Mahalnya Harga Gas Melon 3 Kilogram

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com02/26/2025Tidak ada komentar17 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Warga Gampong Laksana mengeluhkan mahalnya gas tabung 3 kilogram (Kg) mencapai 35 ribu
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Warga Gampong Laksana mengeluhkan mahalnya gas tabung 3 kilogram (Kg) mencapai 35 ribu. Hal itu disampaikan seorang pedagang kue gampong setempat, Nonong saat menghadiri Reses I Masa Persidangan II Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar, di Aula Serba Guna Masjid Al-Huda Gampong Laksana, Kecamatan Kuta Alam, Minggu (23/2/2025).

    Imbas mahalnya gas tabung 3 Kg membuat pendapatan Nonong menurun. Nonong seorang pedagang kue gorengan yang menjajakan atau menitip dagangannya ke lapak-lapak kue yang ada di gampongnya..

    “Pendapatan kami semakin berkurang, mau naikkan harga tidak enak dengan pembeli. Tapi dengan harga gas yang mahal seperti saat ini yang mencapai 35 ribu, untuk membeli bahan usaha saja sudah berat, apalagi kalau untuk menabung,” keluhnya.

    Nonong mengatakan, mahalnya gas tabung 3 Kg sudah dirasakan sejak 2019 sampai saat ini. Ramadan kali ini Nonong berhenti sejenak mengeluarkan keringatnya membuat kue karena kondisi mahalnya gas bersubsidi itu.

    “Saya berharap agar gas 3 Kg yang diperuntukkan untuk rakyat kecil seperti saya ini yang disubsidi pemerintah, dapat diturunkan atau disesuaikan harganya. Karena di lapangan kenyataannya harga gas melambung tinggi dan sangat memberatkan kami pedagang kecil. Untuk sementara saya berhenti dulu jualan kue,” ujar Nonong.

    Sementara itu Keuchik Gampong Laksana, Zaiyan Muttaqin mengatakan, masalah kelangkaan dan mahalnya gas subsidi 3 Kg sudah sering terjadi gampong-gampong yang ada di Banda Aceh dan juga sering dikeluhkan oleh warganya. Menurut Zayyan, masalah itu juga tidak mendapat penyelesaian dari pihak Pertamina sebagai penyedia gas.

    “Makanya dalam forum reses Pak Farid ini, kebetulan juga wadah penampung aspirasi warga. Kita menyampaikan kepada wakil warga melalui Pak Farid untuk diteruskan ke pemangku kebijakan secara berjenjang. Karena di tengah ekonomi warga yang susah, hadirnya gas 3 Kg yang disubsidi seharusnya membantu masyarakat itu sendiri, tapi ini malah diberatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” ungkap Zaiyan Muttaqin.

    Dalam kasus tersebut lanjut Zayyan, pendistribusian Gas 3 Kg yang dilakukan oleh agen-agen ke kios-kios yang kemudian dibeli oleh masyarakat harus mendapat pengawasan dari pihak Pertamina.

    “Seperti saat ini, sudah gas melon harganya melonjak tajam, stoknya terbatas pula. Seharusnya jika ada pengawasan, maka ketika terjadinya permainan, pihak Pertamina bisa memberikan peringatan ke pangkalan yang nakal. Jika juga bandel cabut saja izinnya,” kata Keuchik Zaiyan.

    Ketua Komisi IV DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar menyampaikan bahwa pihak legislatif sudah sering menyampaikan kepada pihak terkait agar meningkatkan pengawasan dalam penjualan gas melon tersebut. Serta memastikan distribusi gas elpiji bersubsidi sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh pemerintah.

    “Banyak keluhan yang disampaikan oleh warga kepada kami di DPRK terkait mahalnya harga gas melon 3 Kg yang jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah dan aparat penegak hukum harus bertindak jika ditemukan adanya pelanggaran, karena ini sudah terjadi berulangkali,” tegas Farid di sela-sela kegiatan Reses Anggota DPRK.

    Ia juga meminta pemerintah memperhatikan keluhan warga yang kesehariannya mereka bergelut dalam usaha kecil-kecilan dan merasakan kasus kelangkaan gas melon. Apalagi ke depan bulan puasa segera tiba, tentunya salah satu denyut ekonomi warga hidup dari UMKM seperti berjualan kue-kue takjil sore hari jelang berbuka.

    “Kami mendesak pihak terkait untuk segera bertindak. Pengawasan yang lemah akan menjadi pemicu kelangkaan dan meroketnya harga gas. Dampaknya masyarakat semakin terbebani, di tengah kondisi ekonomi warga yang semakin sulit. Apalagi menjelang masuknya bulan suci Ramadan,” pungkas Farid Nyak Umar yang juga Ketua DPD PKS Kota Banda Aceh ini.

    banda aceh DPRK Gampong Laksana Gas Melon
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    10/11/2026

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    FSLDKD ke-15 sukses diselenggarakan, FSLDK Aceh siap menjadi wadah pergerakan mahasiswa Dakwah kampus yang unggul

    10/06/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Anda harus masuk untuk berkomentar.

    Top Posts

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,036

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,820

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,806
    Don't Miss
    Top News

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    By admin@kopelmanews.com10/11/20267

    KOPELMANEWS.com – Muhammad Alfajri Marpaung, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (DEMA FTK)…

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026

    FSLDKD ke-15 sukses diselenggarakan, FSLDK Aceh siap menjadi wadah pergerakan mahasiswa Dakwah kampus yang unggul

    10/06/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Ketua Dema FTK UIN Ar-Raniry Kecam Ketidakjelasan Pertanggungjawaban Rakernas XIII Imakipsi di Jakarta

    10/11/2026

    ISNU Aceh Dorong Banda Aceh Academy Hadirkan Peluang Nyata bagi Generasi Muda

    10/08/2026

    Lewat Program “Bantu Hikma Melangkah” ITF Ar-Raniry Dukung Mobilitas Mahasiswi Penghafal Al-Qur’an

    10/08/2026
    Most Popular

    Otak yang Merenung: Ketika Neurosains Membuktikan Kebenaran Tafakkur dalam Al-Qur’an

    06/16/202621,036

    Ilusi Self-Care Dewasa Muda: Ketika Bed Rotting Menjadi Tameng Pelarian Psikologis

    06/21/20264,820

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,221
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.