Aceh, Kopelmanews.com – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Internasional kolaborasi Universiti Malaysia Perlis (UniMAP) dan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh berhasil mengharumkan nama Aceh dan Indonesia di panggung internasional. Mengusung kebudayaan khas Serambi Mekkah, kontingen ini berhasil menyabet Juara 1 sekaligus Anugerah Khas UniMAP pada ajang Simposium Agenda Pemerkasaan Mahasiswa Kebangsaan (SIGMA) Unplugged 2026. Arau, Malaysia (18/08/2026)
Kegiatan berskala internasional yang berlangsung di Arau, Perlis, ini mengusung tema “Jitu Berinovasi, Kepemimpinan Berimpak” dan diikuti oleh 20 universitas ternama dari Malaysia serta delegasi mahasiswa internasional dari berbagai negara.

Dalam ajang kesenian yang menjadi bagian dari rangkaian acara SIGMA 2026, delegasi UIN Ar-Raniry menampilkan Tari Rapa’i Geleng, sebuah mahakarya seni pertunjukan dari pesisir barat Aceh (Aceh Barat Daya). Tarian ini memadukan ritme tabuhan instrumen perkusif (rapa’i) dengan artikulasi gerak tubuh yang dinamis dan sarat makna spiritual.
Pertunjukan diawali dengan Saleuem (salam) sebagai bentuk penghormatan dan penyampaian salam pembuka kepada para penonton. Selanjutnya memasuki bagian Kisah, yang menjadi inti pertunjukan melalui lantunan syair oleh syahi atau penyanyi utama. Syair tersebut mengandung pesan keagamaan, kisah para nabi, nilai moral, serta pesan tentang kebersamaan dan solidaritas.

Pertunjukan kemudian ditutup dengan bagian Lani, yang ditandai dengan peningkatan tempo gerakan dan tabuhan rapa’i. Puncak pertunjukan diakhiri dengan gerakan berhenti secara tiba-tiba sebagai simbol ketegasan dan kekuatan.
Pesan Nilai dan Respon Positif
Dosen pendamping KPM Internasional menjelaskan makna mendalam di balik koreografi Rapa’i Geleng:
Secara koreografis, Rapa’i Geleng mengandalkan keselarasan antara tarian kepala (geleng), gerakan dada (rebah), serta ketepatan memukul instrumen rapa’i. Kekompakan tanpa cacat dalam tempo lambat hingga sangat cepat melambangkan kebersamaan, kedisiplinan, dan keteguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi tantangan zaman.
Zuniar, M.M.,
Meski dilantunkan dalam syair bahasa Aceh, pesona dan energi Rapa’i Geleng melintasi batas bahasa. Persembahan ini mendapat sambutan amat meriah dan standing ovation dari ratusan tamu undangan serta warga Perlis.
Antusiasme penonton semakin terasa ketika delegasi UIN Ar-Raniry dinyatakan sebagai Juara 1. Prestasi tersebut semakin lengkap setelah delegasi juga menerima Anugerah Khas UniMAP, penghargaan khusus yang menjadi bentuk apresiasi terhadap penampilan mereka.

