Close Menu
    What's Hot

    GMNI Medan Apresiasi Langkah Wali Kota Medan Percepat Pembangunan Jembatan Gang Damai, Tekankan Realisasi dan Keselamatan Warga

    04/22/2026

    Program Beasiswa Khusus Mahasiswa Internasional Universitas Malikussaleh

    03/31/2026

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Selasa, Mei 5
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » DEMA FTK UIN Ar-Raniry Menolak Keras: Tolak Penutupan Prodi Keguruan, Desak Reformasi Kesejahteraan Guru
    Opini

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Menolak Keras: Tolak Penutupan Prodi Keguruan, Desak Reformasi Kesejahteraan Guru

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com05/05/2026Updated:05/05/2026Tidak ada komentar61 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Muhammad Alfajri, Ketua DEMA FTK UIN Ar-Raniry Periode 2026-2027
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, Kopelmanews.com – Pernyataan Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menyinggung evaluasi hingga penutupan program studi dengan dalih menyesuaikan kebutuhan pasar industri memantik kegelisahan publik. Banda Aceh, (5/5/2026)

    Narasi ini secara tidak langsung menempatkan prodi keguruan sebagai tidak relevan, karena dianggap tidak sejalan dengan logika pasar kerja.

    Namun, pendekatan tersebut justru keliru. Indonesia masih kekurangan ratusan ribu guru dan berpotensi defisit lebih dari 1 juta akibat pensiun massal dalam beberapa tahun ke depan (Kementerian Pendidikan; Antara, 2024).

    Di saat yang sama, kesejahteraan guru—terutama honorer—masih berada di kisaran Rp1–2 juta per bulan (BPS, 2023). Ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan pada relevansi prodi, melainkan pada kegagalan negara dalam mengelola distribusi dan menjamin kesejahteraan guru.

    Ketua DEMA FTK UIN Ar-Raniry, Muhammad Alfajri, menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa direduksi hanya menjadi alat pemenuhan kebutuhan pasar industri.

    “Jika ‘kebutuhan pasar industri’ dijadikan satu-satunya tolok ukur, maka pendidikan kehilangan arah. Prodi keguruan bukan untuk memenuhi industri, tetapi untuk memastikan keberlangsungan pendidikan bangsa,” tegasnya.

    Ia juga mengkritik keras logika tersebut sebagai bentuk penyederhanaan kebijakan.

    “Masalahnya bukan pada prodinya, tetapi pada sistem yang tidak mampu menyerap, mendistribusikan, dan menyejahterakan guru. Menutup prodi adalah jalan pintas yang keliru,” lanjut Alfajri.

    Bagi mahasiswa FTK UIN Ar-Raniry, narasi kebutuhan pasar industri tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan sektor strategis seperti pendidikan. Penutupan prodi keguruan bukan solusi, melainkan langkah mundur yang berpotensi memperparah krisis guru di masa depan.

    Sikap tegas pun disampaikan: hentikan wacana penutupan prodi keguruan dan fokus pada reformasi nyata terhadap kesejahteraan serta distribusi guru. Tanpa itu, pendidikan Indonesia hanya akan terus berjalan tanpa arah yang jelas.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Pendidikan Tanpa Jiwa: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Nilai

    04/30/2026

    DPS dalam Bayang-Bayang Formalitas: Risiko Symbolic Compliance dalam LKS

    04/24/2026

    Menanti Fajar bagi Gajah Sumatera: Antara Ancaman Kepunahan dan Janji Regulasi

    03/25/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,053

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,216
    Don't Miss
    Opini

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Menolak Keras: Tolak Penutupan Prodi Keguruan, Desak Reformasi Kesejahteraan Guru

    By admin@kopelmanews.com05/05/202661

    Aceh, Kopelmanews.com – Pernyataan Sekjen Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang menyinggung evaluasi hingga…

    Pendidikan Tanpa Jiwa: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Nilai

    04/30/2026

    Kader IMARSU, Muhammad Alfajri Marpaung Resmi Pimpin DEMA FTK UIN Ar-Raniry

    04/29/2026

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama Strategis dengan PT Teknomed Nusantara Utama

    04/29/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Menolak Keras: Tolak Penutupan Prodi Keguruan, Desak Reformasi Kesejahteraan Guru

    05/05/2026

    Pendidikan Tanpa Jiwa: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Nilai

    04/30/2026

    Kader IMARSU, Muhammad Alfajri Marpaung Resmi Pimpin DEMA FTK UIN Ar-Raniry

    04/29/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,053
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.