Close Menu
    What's Hot

    GMNI Medan Apresiasi Langkah Wali Kota Medan Percepat Pembangunan Jembatan Gang Damai, Tekankan Realisasi dan Keselamatan Warga

    04/22/2026

    Program Beasiswa Khusus Mahasiswa Internasional Universitas Malikussaleh

    03/31/2026

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Rabu, Mei 13
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Bencana Beruntun di Sumatera Memasuki Fase Kritis, Revo Saragih Desak Pemerintah Tetapkan Status Nasional
    Opini

    Bencana Beruntun di Sumatera Memasuki Fase Kritis, Revo Saragih Desak Pemerintah Tetapkan Status Nasional

    admin@kopelmanews.comBy admin@kopelmanews.com11/30/2025Tidak ada komentar13 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Foto : Revo Bayu Erlangga Saragih, Ketua Umum HIMA-AP
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Rangkaian banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat sejak November 2025 telah memasuki fase yang benar-benar kritis. Dampaknya tidak lagi bersifat lokal, tetapi telah menjelma menjadi krisis kemanusiaan besar yang mengguncang tiga provinsi sekaligus. Lhokseumawe, (30/11/2025)

    Laporan BNPB daerah dan pemberitaan nasional menunjukkan peningkatan signifikan pada jumlah korban meninggal, warga hilang, serta gelombang pengungsian yang terus membesar.

    Namun hingga kini, pemerintah pusat belum menetapkan bencana ini sebagai bencana skala nasional, padahal seluruh indikator yang disyaratkan sudah terlampaui.

    “Ribuan rumah rusak, lahan pertanian terendam, jaringan listrik terputus, dan akses transportasi di banyak titik lumpuh total. Di sejumlah lokasi pengungsian, pasokan makanan dan air bersih mulai menipis, meningkatkan risiko kesehatan dan memperdalam penderitaan masyarakat.

    Korban jiwa terus bertambah, puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal, dan pemerintah daerah kelelahan menghadapi situasi ini. Jika bukan ini, lalu apa yang layak disebut bencana nasional?” ujar Revo Bayu Erlangga Saragih, mahasiswa Administrasi Publik FISIP Universitas Malikussaleh dan Ketua Umum HIMA-AP.

    Menurut Revo, penetapan status bencana nasional bukan sekadar urusan administratif. Status tersebut akan membuka akses penggunaan sumber daya negara secara menyeluruh: pengerahan penuh TNI, koordinasi lintas kementerian, mobilisasi logistik nasional, hingga dukungan relawan dari berbagai wilayah.

    Kerusakan rumah, gagal panen, dan minimnya layanan kesehatan di lokasi pengungsian menjadi potensi ancaman baru yang dapat memicu:

    • Krisis kesehatan di tenda-tenda pengungsian
    • Lonjakan stunting akibat kurangnya pemenuhan gizi darurat
    • Kelangkaan air bersih
    • Terhentinya aktivitas pendidikan
    • Melambatnya roda ekonomi daerah
    • Potensi gelombang pengungsian lanjutan jika situasi tidak membaik

    Semua ini menunjukkan bahwa krisis tidak berhenti pada hari ini. Ada bayang-bayang masalah jangka panjang yang harus diantisipasi negara.

    Revo menegaskan bahwa bencana ini bukan hanya milik Sumatera Utara, Aceh, atau Sumatera Barat. Krisis ini mencerminkan betapa rapuhnya banyak wilayah di Indonesia ketika bencana terjadi secara simultan.

    “Dengan kondisi kritis seperti sekarang, saya berharap pemerintah pusat melihat ini bukan sebagai isu politik wilayah, tetapi sebagai krisis kemanusiaan. Semua warga negara berhak atas perlindungan yang sama. Indonesia tidak boleh menunggu lebih lama,” tambah Revo

    Revo mendesak pemerintah pusat untuk:

    • Menyusun rencana pemulihan jangka panjang yang komprehensif, mencakup infrastruktur, ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.
    • Segera menetapkan rangkaian bencana di Sumatera sebagai bencana nasional.
    • Mengambil alih dan memimpin penuh penanganan bencana—mulai dari evakuasi, pencarian korban, hingga pemulihan.
    • Mempercepat distribusi makanan, air bersih, obat-obatan, serta kebutuhan dasar lainnya karena logistik di lapangan sudah semakin menipis.
    • Memberikan perlindungan khusus kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan kelompok rentan.
    • Menjamin keterbukaan data agar bantuan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    admin@kopelmanews.com
    • Website

    Related Posts

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    05/12/2026

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Menolak Keras: Tolak Penutupan Prodi Keguruan, Desak Reformasi Kesejahteraan Guru

    05/05/2026

    Pendidikan Tanpa Jiwa: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Nilai

    04/30/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,054

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,217
    Don't Miss
    Opini

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    By admin@kopelmanews.com05/12/202646

    Persoalan integritas penjurian sering menjadi keluhan yang berulang. Ada peserta yang merasa dirugikan, guru pendamping yang kecewa, hingga penonton yang mempertanyakan logika penilaian

    SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Rapat Kerja, Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas

    05/11/2026

    Dosen Unimal Gelar Workshop Kolaboratif Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru MGMP Matematika Aceh Tengah

    05/09/2026

    Abdul Halim Nasution Resmi Pimpin IMARSU Lewat Kabinet Marsada Tondi

    05/08/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    05/12/2026

    SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Rapat Kerja, Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas

    05/11/2026

    Dosen Unimal Gelar Workshop Kolaboratif Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru MGMP Matematika Aceh Tengah

    05/09/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,054
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.