Close Menu
    What's Hot

    GMNI Medan Apresiasi Langkah Wali Kota Medan Percepat Pembangunan Jembatan Gang Damai, Tekankan Realisasi dan Keselamatan Warga

    04/22/2026

    Program Beasiswa Khusus Mahasiswa Internasional Universitas Malikussaleh

    03/31/2026

    Wakil Ketua IMARSU Reyhan Marbun Hadiri Silatnas Nasional 2026 di Jakarta, Terima Beasiswa S2 dari Jusuf Kalla

    02/07/2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Kamis, Mei 14
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    • Home
    • Nasional
    • Internasional
    • Politik
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Hiburan
    • Teknologi
    • Otomotif
    • Redaksi
    kopelmanews.comkopelmanews.com
    Home » Kolaborasi Teknologi dan Teori Kognitif: Solusi Pembelajaran yang Terlupakan?
    Opini

    Kolaborasi Teknologi dan Teori Kognitif: Solusi Pembelajaran yang Terlupakan?

    Rahmat Sapaat SiregarBy Rahmat Sapaat Siregar04/22/2025Tidak ada komentar17 Views
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn WhatsApp Reddit Tumblr Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

    Aceh, kopelmanews.com – Seiring masifnya adopsi tekonologi dalam dunia pendidikan, ada satu pertanyaan fundamental yang kerap luput dari perbincangan: apakah teknologi benar-benar membuat siswa lebih paham, atau hanya sekadar membuat proses belajar tampak kemodernan dan takut di klaim sebagai orang yang ketinggalan?

    Sebelum membahas kolaborasi teknologi dan teori kognitif, perlu di ketahui bahwa Teknologi merupakan wujud pemanfaatan ilmu pengetahuan untuk merancang alat, sistem, maupun metode yang bertujuan mempermudah manusia dalam menyelesaikan berbagai tugas secara lebih cepat dan optimal. Sedangkan kognitif yaitu merujuk pada segala proses yang berkaitan dengan pemikiran, pengetahuan, dan pemahaman manusia. Ini mencakup berbagai aktivitas mental yang melibatkan cara kita memperoleh, mengolah, menyimpan, dan menggunakan informasi.

    Adopsi tekonologi dalam pendidikan menekankan perlu di olah secara kognitif. Sebab di lapangan tidak semua inovasi teknologi membawa dampak signifikan terhadap pemahaman siswa. Beberapa sekolah telah menggunakan aplikasi pembelajaran, hingga platform e-learning, namun hasil belajar tetap stagnan.

    Hal ini perlu di renungi: masalahnya bukan pada kurangnya teknologi, melainkan pada bagaimana teknologi di jalankan dengan fondasi teoritis yang menyertainya.

    Salah satu pendekatan yang terlupakan namun sangat relevan adalah Cognitive Load Theory, Teori ini berbicara tentang bagaimana manusia memproses informasi di dalam working memory, yang kapasitasnya terbatas. Ketika manusia dibanjiri informasi tanpa struktur yang jelas atau kebanyakan elemen visual yang membingungkan, mereka justru gagal melahirkan pemahaman yang bermakna. Di sinilah dasarnya, sebaik apapun tampilannya, bisa menjadi kontraproduktif jika tidak selaras dengan prinsip kognitif.

    Ironisnya, banyak pengembang media pendidikan hanya berfokus pada sisi estetika dan interaktivitas, tapi melupakan struktur logis penyampaian informasi. Sebuah video animasi yang keren belum tentu membantu siswa memahami konsep abstrak seperti Qawa’id (tata bahasa Arab), kecuali dirancang dengan prinsip sederhana, pemecahan konten menjadi bagian penting, dan penyajian visual yang mendukung proses berpikir jernih, bukan sekadar menarik perhatian.

    Dalam konteks ini, kolaborasi antara teknologi dan Cognitive Load Theory bukan sekadar kombinasi, tetapi simbiosis yang strategis.

    Alih-alih, pendekatan seperti ini belum menjadi fonasi utama dalam pengembangan kurikulum atau kebijakan pendidikan. Sebagian besar pengajar belum dibekali pengetahuan tentang desain instruksional berbasis teori kognitif. Jika ini terus dibiarkan begitu saja, maka teknologi hanya akan menjadi “hiasan saja” yang mengilusi kemajuan, tanpa perubahan substansial.

    Karena pada akhirnya, tujuan pendidikan bukan hanya membuat siswa di papari informasi, tapi menjadikan mereka memahami dan mampu menerapkan informasi tersebut. Dan itu hanya bisa dicapai jika teknologi dan teori kognitif berjalan secara beriringan, saling melengkapi, dan di aplikasikan secara tepat.

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Email
    Rahmat Sapaat Siregar
    • Instagram

    Related Posts

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    05/12/2026

    DEMA FTK UIN Ar-Raniry Menolak Keras: Tolak Penutupan Prodi Keguruan, Desak Reformasi Kesejahteraan Guru

    05/05/2026

    Pendidikan Tanpa Jiwa: Ketika Sekolah Menjadi Pabrik Nilai

    04/30/2026
    Leave A Reply Cancel Reply

    Top Posts

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,054

    Kenapa Gen Z Gampang Overthinking?

    06/12/20251,217
    Don't Miss
    Opini

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    By admin@kopelmanews.com05/12/202646

    Persoalan integritas penjurian sering menjadi keluhan yang berulang. Ada peserta yang merasa dirugikan, guru pendamping yang kecewa, hingga penonton yang mempertanyakan logika penilaian

    SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Rapat Kerja, Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas

    05/11/2026

    Dosen Unimal Gelar Workshop Kolaboratif Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru MGMP Matematika Aceh Tengah

    05/09/2026

    Abdul Halim Nasution Resmi Pimpin IMARSU Lewat Kabinet Marsada Tondi

    05/08/2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    • LinkedIn
    • TikTok
    • Threads

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    About Us
    About Us

    KOPELMANEWS
    Jl. Teuku Nek, Lamtheun, Kec. Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Aceh

    We're accepting new partnerships right now.

    Email Us: admin@kopelmanews.com
    Contact: +62 851 1720 2024

    Facebook X (Twitter) YouTube WhatsApp
    Our Picks

    Keputusan Juri Tidak Bisa Diganggu Gugat: Benarkah Selalu Demikian?

    05/12/2026

    SEMA FSH UIN Ar-Raniry Gelar Upgrading dan Rapat Kerja, Perkuat Kepemimpinan Mahasiswa yang Berintegritas

    05/11/2026

    Dosen Unimal Gelar Workshop Kolaboratif Penulisan Artikel Ilmiah bagi Guru MGMP Matematika Aceh Tengah

    05/09/2026
    Most Popular

    Dana Otsus Aceh: Antara Harapan dan Realita Pembangunan

    07/27/20253,188

    Ketenangan Jiwa dalam Zikir dan Doa

    05/09/20252,733

    Belajar Tanpa Suara: Saatnya Bahasa Isyarat Masuk ke Kurikulum Nasional

    12/25/20252,054
    Stats
    © 2026 KN Team
    • Home
    • Buy Now

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.