Aceh, Kopelmanews.com – Anak-anak yang hebat, pintar dan semangat, dengan keceriaan yang tergambarkan, senyum yang lebar serta tawa yang mengharukan membuat hati tersentuh akan melihatnya. Apresiasi sangat amat terbesarnya untuk orangtua yang telat melahirkan mereka kedunia yang indah ini, mengasuh dan merawat mereka, serta para konselor yang senantiasa membantu mereka dan mengajarkan mereka, menjadikan hal yang membanggakan yang tak pernah terlupakan. Banda Aceh (28/12/2025)
Kunjungan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) yang berada di Jln. Gampong Keuramat. sangat mengingatkan arti dari kebahagiaan yang sederhana. Bukan hanya sekedar kegiatan maupun proses belajar, banyak hal yang dapat diresapi ketika bertemu dengan teman-teman disini. Mereka yang senantiasa mengajarkan keberyukuran, kemanusian, serta kesabaran.
Sekolah dengan disiplin, terstruktur, dan penuh perhatian dari konselor. Aktivitas sederhana seperti jam istirahat, mencuci tangan, makan bersama, belajar, berdoa dan ice breaking menjadi momen berharga yang memperlihatkan keceriaan siswa.
Pintu kelas terbuka “KREKK”, terlihat dipojok depan kiri kelas, yang bertepatan pada depan pintu kelas, terdapat data diri peserta didik yang ada disana. Terdapat foto yang ceria, disertai dengan nama panggilan mereka yang biasa mereka sebutkan ketika mereka saling memanggil. Nama, umur, hoby, makanan, biodata keluarga mereka juga terdapat dipojok data diri tersebut.
Ruang kelas yang cerah, nyaman, dan hangat. Kelas yang berada di lantai dua, dengan cahaya yang sesuai dan terdapat beberapa jendela didalamnya. Terlihat sebuah masjid, dan beberapa bangun tinggi dari kelas tersebut. Hiasan-hiasan dinding yang disertai dengan tulisan dan lukisan-lukisan siswa yang ada didalam kelas itu.
Interaksi dengan sulit, saat pertama kali menyapa dan bertanya bagaimana kabar mereka, dan siapa nama mereka. Tak ada respon maupun balasan yang keluar melalui bibir kala itu. Badan yang menjauh dan mengalihkan pandangan saat bertatapan. Mencoba mendekati salah satu siswa, dan memanggil. Terdengar hanya suara nyanyian yang lantang dan tegas, yang menjadi sebuah kunci untuk menarik perhatian dan terbangunnya komunikasi. Sapaan yang perlahan membuat suasana hangat. Senyuman dan canda tawa bahagia yang selalu terlukiskan. Sebutan serta panggilan nama, pertanyaan demi pertanyaan yang muncul dari bibir mereka.
Proses belajar dengan melibatkan konselor, sangat membantu dalam menyelesaikan tugas. Waktu istirahat dan makan yang sehat, serta pembelajaran akan pentingnya menjaga kebersihan. Sekolah juga belajar disiplin, pakaian yang rapi, rambut, serta waktu yang harus bisa disesuaikan. Peran konselor yang sangat membantu dengan penuh perhatian, mengingatkan dan selalu memperhatikan mereka, yang menjadi motivasi tersebesar akan kesabaran.
Nasihat dan larangan terkait perbuatan yang boleh dan tidak boleh dilakukan menjadi peraturan yang harus mereka ingat. Pembelajaran sosial yang baik, tidak bole mengganggu teman yang sedang belajar dan fokus mengerjakan tugas.
Melakukan ice breaking di jam akhir kelas. Senang rasanya mereka mendengarkan dan dapat mengikuti perintah yang saya berikan. Pintar, lucu, sedih, yang membuat hati bercampur aduk ketika bermain bersama. Meskipun tidak maksimal, setidaknya pernah mencoba, meskipun tidak sesuai setidaknya pernah belajar, ini yang saya fikirkan ketika mencoba berinteraksi dengan mereka.
Ditambah dengan suara bantahan, panggilan dan sorakan antar sesama teman sekelas mereka, yang dapat mengajarkan hal sederhana ini. Pengalaman pertama yang baik, dengan mencoba berbicara dan melakukan, akan selalu saya kenang. Raut wajah yang terukir dengan keceriaan, yang akan selalu saya ingat.

