Aceh. Kopelmannews.com– Program Beasiswa Khusus Mahasiswa Internasional di Universitas Malikussaleh terus menunjukkan perkembangan yang positif pada tahun akademik 2025–2026. Program ini menjadi salah satu langkah strategis universitas dalam memperkuat Internasionalisasi kampus sekaligus membangun lingkungan akademik yang inklusif dan beragam, juga menjadi salahsatu supporting faktor untuk menjadi sebuah kampus dengan akreditasi unggul. Selasa (31/3/2026)
Mahasiswa internasional yang tergabung dalam program ini telah menjalani studi selama satu tahun akademik dan menunjukkan kemampuan adaptasi yang sangat baik, khususnya mahasiswa yang berasal dari Kemboja.
Kehadiran mahasiswa asal Kemboja di Universitas Malikussaleh merupakan bagian dari implementasi kerja sama yang terjalin melalui nota kesepahaman (MoU) antara pihak universitas dengan perwakilan mahasiswa Kamboja di Aceh. Kerja sama ini menjadi landasan penting dalam membuka akses pendidikan bagi mahasiswa Kemboja untuk melanjutkan studi di Universitas Malikussaleh, sekaligus mempererat hubungan pendidikan antarnegara (kolaborasi global).
Office of International Affairs (OIA) Universitas Malikussaleh, unit khusus internasional office yang melayani visa/ITAS, akademik dan adaptasi budaya, salahsatu tim termasuk Zakiah, S.Kom., M.T., bersama tim lainnya, berperan aktif dalam mendampingi mahasiswa internasional sejak awal kedatangan mereka.
Pendampingan ini meliputi proses orientasi, pengenalan lingkungan kampus, hingga dukungan dalam kegiatan akademik dan non-akademik. Selain itu, pengawasan dan monitoring terhadap mahasiswa internasional juga dilakukan secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Malikussaleh, Dr. Ir. Azhari, M.Sc., IPM., Asean.Eng sebagai bentuk komitmen pimpinan universitas dalam memastikan kelancaran studi dan kesejahteraan mahasiswa internasional.
Salah satu program penting yang mendukung proses adaptasi mahasiswa asal Kemboja adalah kewajiban mengikuti kelas bimbingan Bahasa Indonesia. Seluruh mahasiswa Kemboja yang datang ke Universitas Malikussaleh diwajibkan mengikuti program pembelajaran Bahasa Indonesia yang diselenggarakan oleh dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa memahami bahasa pengantar dalam perkuliahan sekaligus mempermudah komunikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa Internasional asal Kemboja menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam hal adaptasi akademik maupun sosial. Pada awal kedatangan, mereka menghadapi tantangan dalam memahami bahasa pengantar perkuliahan dan sistem pembelajaran yang berbeda. Namun, melalui program kelas bimbingan Bahasa Indonesia tersebut, serta bimbingan dosen dan interaksi aktif dengan mahasiswa lokal, mereka mampu menyesuaikan diri dengan baik. Bahkan, sebagian dari mereka mulai aktif berdiskusi di kelas dan menunjukkan peningkatan dalam prestasi akademik.
Dalam aspek sosial budaya, mahasiswa asal Kemboja juga menunjukkan keterbukaan dan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap budaya lokal Aceh. Mereka mulai terbiasa dengan norma-norma yang berlaku, termasuk etika pergaulan, kebiasaan masyarakat, serta nilai-nilai religius yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan kampus. Kemampuan berbahasa Indonesia yang semakin baik turut mempercepat proses integrasi mereka di lingkungan sosial kampus.
Tidak hanya itu, mahasiswa Kemboja juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kampus, seperti seminar, kegiatan organisasi mahasiswa, hingga program pengabdian masyarakat. Keikutsertaan mereka dalam kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya pengalaman pribadi, tetapi juga mempererat hubungan dengan mahasiswa lokal.
Interaksi ini menciptakan suasana saling memahami dan menghargai perbedaan budaya. Salah satu capaian membanggakan ditorehkan oleh mahasiswa asal Kemboja, Roset Arifin dari Program Studi Teknik Sipil, yang berhasil meraih Juara Harapan 2 dalam ajang debat Bahasa Indonesia tingkat Provinsi Banda Aceh. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa kemampuan bahasa yang mereka pelajari melalui program kelas bimbingan dapat berkembang secara optimal hingga mampu bersaing di tingkat kompetisi.
Kemampuan adaptasi mahasiswa asal Kemboja tidak terlepas dari kewajiban mereka dalam mengikuti kelas bimbingan Bahasa Indonesia secara konsisten selama masa studi. Program ini bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi bagian penting yang harus diikuti oleh seluruh mahasiswa Kemboja di Universitas Malikussaleh.
Melalui keikutsertaan yang rutin dan disiplin dalam setiap sesi pembelajaran, mereka mampu meningkatkan kemampuan bahasa secara bertahap, sehingga lebih siap mengikuti perkuliahan dan berinteraksi di lingkungan kampus.
Pada tahun akademik 2026–2027, Universitas Malikussaleh kembali menerima lima mahasiswa baru asal Kemboja. Dengan demikian, total mahasiswa Kemboja yang menempuh pendidikan di Universitas Malikussaleh saat ini berjumlah 11 orang yang terdiri dari dua angkatan, dengan komposisi 10 laki-laki dan 1 perempuan.
Seluruh mahasiswa tersebut difasilitasi tempat tinggal di asrama Rusunawa Kampus Bukit Indah Universitas Malikussaleh. Fasilitas ini sangat mendukung mobilitas mereka dalam menjalani kegiatan perkuliahan, mengikuti organisasi mahasiswa, serta mempermudah interaksi dengan mahasiswa dari berbagai fakultas yang berada di lingkungan Kampus Bukit Indah.
Ke depan, Universitas Malikussaleh berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan bagi mahasiswa internasional, dan menjadi kampus yang memiliki daya saing internasional. Pengalaman positif yang dirasakan oleh mahasiswa asal Kemboja diharapkan dapat menjadi contoh dan daya tarik bagi calon mahasiswa internasional lainnya.
Dengan semangat inklusivitas dan kolaborasi, Universitas Malikussaleh terus memperkuat posisinya sebagai kampus yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara, dengan target negara Asia Tenggara, Timur Tengah dan Afrika, serta mampu menciptakan lingkungan akademik yang mendukung keberagaman dan pertukaran budaya secara positif.

