Aceh, Kopelmanews.com – Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh berkolaborasi dengan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon melaksanakan kegiatan pembersihan lingkungan sekolah pascabencana banjir di SD Negeri 9 Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Sabtu (29/12 2025.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa dalam membantu pemulihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir, agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Pasca banjir yang melanda wilayah Kebayakan, sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan dan dipenuhi lumpur serta material sisa banjir. Kondisi tersebut menghambat aktivitas pendidikan dan memerlukan penanganan segera agar sekolah dapat kembali difungsikan sebagaimana mestinya.
Koordinator kegiatan, Razif Al Farisy, yang juga merupakan Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan kondisi sekolah sehingga siap digunakan kembali oleh para siswa.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, sekolah dapat kembali bersih dan layak digunakan sehingga proses pembelajaran bisa berjalan seperti semula di awal semester nantinya. Semoga adik-adik siswa dapat kembali belajar dengan nyaman dan semangat,” ujarnya.
Kegiatan pembersihan meliputi pengangkatan lumpur sisa banjir, pembersihan ruang kelas, halaman sekolah, serta lingkungan sekitar sekolah yang terdampak cukup parah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga difasilitasi dan dibantu oleh Koramil Kebayakan, yang turut membantu proses pembersihan serta pemenuhan berbagai kebutuhan di lapangan, sehingga kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan lancar.
Sementara itu, Kepala SD Negeri 9 Kebayakan, Saena Ningsih, M.Pd., menyampaikan rasa haru dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran mahasiswa dan relawan sangat membantu pemulihan kondisi sekolah pascabencana.
“Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada para relawan. Harapan kami, pemerintah daerah dapat segera memfasilitasi kembali sarana belajar seperti kursi, meja, dan buku pelajaran agar proses belajar mengajar dapat kembali normal,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi lintas kampus dan dukungan aparat setempat ini, diharapkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus terjaga, serta menjadi contoh nyata sinergi mahasiswa, aparat, dan masyarakat dalam merespons dampak bencana alam.

